Amboi Pak Afrijon, Maafkan lah saya hamba allah yang dhaif ini.. Menurut saya tiadalah pantas jadi juru dakwah tanpa menguasai Ilmu alat, tidak hanya bahasa Arab, tapi juga ilmu keIslaman. Karena bisa menjermuskan ummat islam ke dalam jurang kesesatan. Dia akan menyampaikan apa yang dia sebenarnya tidak tahu bahkan tidak mengerti. Cobalah Bapak amati apa tema-tema khatib ditempat bapak sholat jumat dari jumat ke jumat. kalau bisa bapak catat atau rekam. nanti bapak akan sampai pada suatu kesimpulan bahwa yang mereka sampaikan itu adalah yang bapak sudah tahu!
Banyaklah contoh yang menarik dan sekaligus memalukan pak Afrjon tentang betapa juru dakwah kita bisa menyesatkan ummat. Ingatkah di bulan ramadhan selalu dikumandangkann hadis yang berbunyi "man shama ramadhanan imanan wahtisaban ghufira lahu ma taqaddama minzanbi". hampir seluruh juru dakwah mengatakan puasa mengampuni segala dosa. Karenanya ditambah pula dengan hadis lain bahwa setelah puasa itu orang menjadi suci seperti bayi. hadis itu tidak salah, tapi difahami tidak tepat! Karena tidak diconfirmasi dengan ayat Alquran, dan hadis lain. Pertanyaannya; Apa benar puasa bisa membakar segala dosa? Sepanjang bacaan saya tidak semua dosa bisa diampuni karena melaksanakan puasa; dosa korupsi tidak, dosa mencuri tidak, dosa berzina tidak, dosa melalaikan sholat tidak, dosa tidak bayar zakat tidak, dosa tidak naik haji tidak, apalagi dosa mensekutukan Allah. Inilah andil para juru dakwah melanggengkan korupsi dinegeri kita, karena menyampaikan pemahaman agama yang salah. Karenanya jangan heran korupsi tidak pernah berkurang bahkan semakin mejadi-jadi. Pendosa itu selalu senang bila ramadhan datang, karena para dai akan mengatakan dari atas mimbar bahwa dengan melaksanakan puasa akan mengampuni dosa mereka. Masih banyak contoh lain yang menyedihkan hati, Pak. Ada khatib yang awal khutbah pertama membaca surat at-tiiin, tapi yang dibahas pilkada. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan surat at-ttiin. Tak usahlah saya tambah contoh lain yang menyedihkan. Inilah akibat kealpaan ilmu alat dan ilmu keislaman. Jadi juru dakwah tidak cukup semangat saja. Takutlah sama Allah! Jadi juru dakwah itu menjadi penerang dan petunjuk jalan menuju Allah. Bagaimana mungkin orang yang tidak tahu jalan menjadi petunjuk jalan? Bagaimana mungkin orang yang ditengah kegelapan mau meneranig orang lain? Lihatlah lah Pak Afrijon masyarakat muslim tak kunjung lebih baik, karena tidak ada yang membaikkan! dari hamba yang dhaif, putra lembah gunung kelabu, lahir di hari ke duapuluh tujuh bulan puasa, 1386 hijriyah. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
