Assalamuaalaikum Pak J.B. Tad.Rajo Jambi (maaf ambo kalau salah tulis
namo Bapak)

{Supayo tungku barasok, api mulai nyalo, iyo awak pasilangkan kayu
ditungku Pak. Babedo pandapek nan rancak! Walaupun kini mamasak jo
gas, tapi filsafat urang minangko, tapek bana!}

Pak, Saya hanya salah satu orang yang amat prihatin dengan kondisi
dakwah, tinda saja di Sumbar, tapi di Indonesia sacara kasaluruhan.
Tapi konteks pembicaraan saya secara khusus adalah Sumbar. Solusi yang
saya tawarkan memang adalah untuk jangka panjang. Dan menurut saya
tidak ada instansi, seperti MUI (sejak 11 januari 2011 ketuanya sudah
pula jadi tersangka korupsi), Dewan Masjid, IAIN, Tarbiyah,
Muhammadiyah, Perti, yang punya perhatian terhadap solusi dari masalah
ini. Kondisi kita hari ini adalah produk dari 40-20 tahun silam. Kalau
ingin ada perbaikan harus dilakukan mulai dari sekarang dan hasilnya
akan kita lihat 20-60 tahun lagi. Ketika bapak dan saya sudah wafat!
Subhanallah

Secara logika, tidak bisa diterima akal sehat orang juru bicara Islam,
tapi tidak bisa membaca teks Islam!
Mungkinkah saya menjadi jurubicara orang Papuanugini, padahal saya
tidak bisa bahasa Papuanugini?
Mungkinkah saya menjadi jurubicara orang Parsi, padahal saya tidak
bisa bahasa parsi?
Mungkinkah saya menjadi jurubicara orang Islandia, padahal saya tidak
bisa bahasa Islandia?
Mungkinkah saya menjadi jurubicara Rasulullah s.a.w, padahal saya
tidak bisa mengerti bahasa sang Junjungan itu?
Mungkinkah saya menjadi jurubicara Allah, padahal saya tidak bisa
membaca teks yang diwahyukan Allah?

Inilah pendirian saya Pak! Maaf kan saya, saya mewarisi "karehkapalo"
urang saisuak juo. Ba alai!

Inilah kelemahan kita pak; tidak menguasai bahasa. Selama kelemahan
ini tidak kita mulai memperbaikinya, selama itu kita hanya berada
dipinggir ajaran Islam dan dipinggir kebudayaan dunia.

Maafkan saya Pak, saya tidak mau jadi da'i seperti bapak ajak. Saya
sudah memilih ladang saya sebagai da'i yang  yang akan fokus mendidik
generasi muda yang berguna 25-50 tahun lagi. Saya kan memilih
mahasiswa saya yang cerdas dan menggemleng mereka...saya sudah tau
jalan dan caranyanya Pak!

Saya kagum dengan Ahmad Khatib, ayahnya orang Koto GAdang, amaknya
orang Balai Gurah, Dihantarkan ingiaknyo ka Makkah ketika umur 11-12
tahun, disana dia sampai wafat. Mengutuk habis-habisan kebudayaan
Minang! Tapi dia diam-diam punya solusi merobahnya dengan mendidik
orang minang di Makkah. Dia tidak mau pulang, meskipun dia sering
meniktikkan air mata karena melawan rasa rindu. Tapi ketika dia ingat
betapa jahiliyahnya orang minang air matanya kering! Dikirimnya pesan
kebeberapa orang di minang supaya datang ke mekkah untuk belajar. Dan
tak lupa dia minta dikirimi rendang, makanan kesukaannya dari bakonya
dari  Balai Gurah, Canduang. Dia berhasil mendidik sebarisan orang
minang, yang berjuang justru untuk memajukan Islam di Indonesia,
padahal indonesia ketika itu baru imaginasi!  Hasilnya....fantastis!
Fantastis! Tidak ada orang yang bicara Islam abad ke-20 kalau tidak
bicara "parangai" orang Minang!

Sementara ini, biarlah saya mengarungi ombak jo badai di "rantau nan
batuah" ini pak. Kalau sedang datang "badai" bisa saya lalui jo aia
mato! Doakan saya sehat supaya "pertapaan" saya bisa selesai dan
kembali ke kampung memulai menggembleng cukuplah 10-20 orang saja yang
akan berguna kelak ketika saya sudah wafat.Saya doakan pula seluruh
orang Minang yang punya perhatian terhadap negrinya supaya sukses.
Saya amat senang melihat orang minang yang masih punya perhatian
terhadap negrinya itu, mudah2an nanti saya sempat menulis satu buku
tentang orang-orang luar biasa itu. Fantastis! Mudah2an saya bisa
bertatap muka dengan orang-orang yang luar bisa itu sambil makan di
restoran Sederhana di Rawamangun, siapa tahu! wallahualam bissawab.

dari hamba yang dhaif' Yasrul
di negri yang diselimuti musim dingin
di Negri pertapaan para ilmuan,
Leiden, the netherlands

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke