Uni Ifah dan Sanak Suryadi

Kalau dalam puisi ini Uni Ifah menggambarkan tentang sosok Gayus si kancil yang 
cerdik dan licik seperti yang kita saksikan hari ke hari beberapa bulan terkhir 
tentang sosok gayus yang begitu memporak porandakan hukum dengan kekuatan 
uangnya semua bisa di beli, Hakim, Jaksa dan Polisi garda terdepan dalam 
penegakan hukum

Jika ada sebuah pepatah tentang dirundung kesulitan dan kesusahan yang tak 
henti-hentinya berbunyi

"Lepas dari mulut Harimau, masuk ke mulut Buaya"

Tapi bagi Gayus si Kancil yang cerdik tidak berlaku nampaknya pepatah ini 
ketika dengan uangnya bisa menyuap para buaya-buaya aparat penegak hukum

Begini cerita kala kecil yang sering kita simak, betapa sang Kancil ketika 
lepas dari mulut Harimau tapi si kancil tidak mau masuk kedalam perangkap 
(mulut buaya)

"Si kancil berlari terengah-engah dalam sebuah hutan Rimba karena dia lepas 
dari cengkraman mulut harimau yang akan memakannya, dia berlari sekuat tenaga 
dalam hutan belantara untuk menghindari kejaran harimau yang lapar

Akhirnya si Kancil tersesat dan jalannya untuk melarikan diri buntu ketika 
bertemu sungai yang penuh buaya dan siap memangsa si kancil jika nekat 
menyeberang sungai keseberang

Dalam kepanikan dikejar2 harimau si Gayus..ehhh si Kancil hanya butuh berpikir 
sepersekian detik mencari akal bagaimana dia bisa menyeberang sungai dan lepas 
dari mulut-mulut penegak hukum ehh salah lagi deh, mulut buaya yang siap 
menyantapnya

Tenang tapi pasti sang Kancil ditepi sungai mulai mengeluarkan aksi tipu daya 
sogok menyogok dan kong kalikongnya dengan buaya yang mulutnya mangap terbuka 
lebar

"Hai..buaya-buaya yang baik hati dan yang maha kuasa serta menjadi raja di 
sungai ini, saya membawa makanan enak buat kalian, ratusan ayam-ayam hutan yang 
telah saya tangkap, saya persembahkan dengan penuh persahabatan bagi 
kalian..maukah kalian menerimanya"


Para buaya bodoh yang selalu kena tipu kancil selama ini tanpa pikir panjang 
atau memang para buaya rakus dan mudah disuap serentak berteriak

"Wahh asyik..mantap, mau Sang Kancil, makan nih sama ayam..mana..mana..ayo 
lemparkan dong ke sungai"

"Mmm masuk perngkap kau wahai buaya bodoh nan rakus" si Kancil membahin


Lalu sang Kancil berkata

"Oppss tunggu dulu para buaya, biar adil dan sesuai berapa porsi untuk kalian 
masing-masing perlu saya hitung dulu berapa banyak kalian di sungai ini, beda 
dong porsi ketua buaya sama anak buaya buaya, dimana-mana komandan tentu 
setoran..ehh salah lagi deh, makanannya lebih banya"


Komandan Buaya menjawab

"Ahaiii Kancil yang ganteng (abis pakai wig dan kacamata sih) itu tidak masalah 
kami akan segera berhitung berapa jumlah kami disini, biar pembagian ayam-ayam 
itu kamni tidak ribut, oke kami akan berhitung"

"Tunggu-tunggu biar saya yang menghitung kalian, berjejerlah kalian dari sini 
sampai keseberang sungai sana, mulai dari komandan, petinggi dan anak buah 
penguasa sungai ini, bikin dua baris yang rapat biar saya mudah menghitung 
dengan beridiri diatas punggung kalian masing-masing" Kancil mengarahkan 
buaya-buaya yang lapar


Semua buaya seperti kena hipnotis si Kancil tanpa banyak pikir dan yang 
terbayang suap ayam-ayam hutan yang lezat-lezat akan berlabuh dimulut 
mereka,para buaya bersusun rapi dan saling merapatkan badan mulai dari tempat 
berdiri kancil sampai bibir tepian sungai diseberang

Dengan sigap si Kancil melangkah ke punggung buaya sambil menghitung buaya

Satu, dua, tiga...sembilan, sepuluh sebelas......enam puluh dua, enam puluh 
tiga.....

Sampai hitungan ke delapan puluh buaya terakhir diseberang kancil meloncat dan 
lansung kabur melarikan diri dan selamatlah dia dari kejaran Harimau 

(Notes : Siapa mnenurut anda Harimau itu )

Buaya-buaya yang rakus dan ganmpang disuap akhirnya sadarkena tipu bucuk rayu 
dan akal bulus si Kancil ketika kancil sudah kabur melarikan diri

Hebat ya si Kancil

Bagi dia sekali lagi tidak berlaku sebuah pepatah kesulitan yang satu selesai 
ditimpa kesulitan lain yang menunggu yaitu

"Lepas dari mulut Harimau masuk ke mulut Buaya"

Ketika lepas dari mulut harimau maka sang kancil dengan kecerdikannya (baca : 
money talk) bisa menyogok mulut-mulut para buaya lapar yang siap menyantapnya


Gayus memang ibarat sang kancil yang melepaskan diri dari kesulitan dengan cara 
nyogok para Buaya di negeri Sungai Belantara ketika hukum bisa dibeli dengan 
ayam alias uang !!!

Wass-Jepe
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke