Aww.
aaa) Wuah saya mendapatkan banyak email dan cerita heroik PRRI dan sangat 
menarik sekali. Kiranya dapat dibukukan sebagai suatu sejarah panjang 
perjoangan rakyat Minangkabau dalam NKRI yang sangat menyedihkan dan memalukan 
karena telah membuat Minangkabau sampai saat ini tetap tak bangkit lagi.
bbb) Kiranya perlu juga dibuatkan cerita2 lain disudut lain diseberang PRRI 
yang memang tak mau ikut-ikutan karena "kebodohan" dalam berpolitik yang telah 
menghancur leburkan Ranah Minang sampai saat ini sekalipun, bukan?
ccc) Dengan demikian terdapat suatu ceritra2 yang berimbang dan tidak menang 
sendiri demi keterbukaan dan keadilan dalam hidup bernegara dan berbangsa 
dibawah Pancasila dan UUD RI 1945. Kita harus sadar bahwa kehidupan formal dan 
syah di NKRI adalah negara hukum dan pabila ada sebahagian (besar/kecil) rakyat 
ingin membuat negara sendiri tentunya dapat dirundingkan dengan semua stake 
holder NKRI bukan?
ddd) Nach kami hanya sekedar mengimbau berapa besaran penderitaan rakyat 
Minangkabau sebagai akibat dari PRRI itu sendiri baik yang berpihak maupun yang 
tidak berpihak demi keadilan untuk semua.
Demikian sekedar pencerahan dan saya adalah salah seorang korban PRRI yang 
seyogyanya dapat hidup tenang di ranah Minang seandainya tidak terjadi 
"kebodohan" demi "Kebodohan" semata.
Wassalam,
Ayah Saya Moesoeh Nippon di Depok.  
Catatan : Karena Ortu tak mau ikutan "Bodoh" dan akan ditembak mati oleh 
penguasa militer di SUmtengah lalu menyingkir ke Jakarta demi NKRI

--- Pada Sab, 22/1/11, [email protected] <[email protected]> 
menulis:

Dari: [email protected] <[email protected]>
Judul: Re: Tentang PRRI dan Manuver2 Politik Partai Masyumi diDewanKonstituante 
- was: Re: [R@ntau-Net] Cerpen : KENANGAN MASA PRRI
Kepada: [email protected]
Tanggal: Sabtu, 22 Januari, 2011, 5:21 AM

Sanak JB nan di Palanta Yth: Saketek koreksi,Yang tertulis Yunan Helmi Nasution 
mungkin nan dimukasuik JB adalah Yunan Nasution (ayah dari Nazar yang pernah 
jadi Dubes di Kamboja) karena keduanya tokoh umat yg berkarya pd bidang 
berlainan.Wassalam.Hilman Mahyuddin, MDFrom:  [email protected]
Sender:  [email protected]
Date: Fri, 21 Jan 2011 09:51:57 +0000To: <[email protected]>ReplyTo:  
[email protected]
Subject: Re: Tentang PRRI dan Manuver2 Politik Partai Masyumi di
 DewanKonstituante - was: Re: [R@ntau-Net] Cerpen : KENANGAN MASA PRRI
     Dinda Darwin Bahar nn diRahmati Allah n sanak palanta peminat carito prri.

Assalamualaikum wrwb.!
Jaan terlalu balabihan manilai JB,dd Darwin.JB manusia biaso sajo.Ko ado nn JB 
ketahui tetang seputar prri n masyumi,mungkin bahan2no alun dinda baca.

Sekedar info,keluarga JB kasado alahe,urang masyumi. Kakak tertua JB,Etek 
Aisyah Dachlan,Ketua GPII Sumteng, anak kesayangan Buya Dt. Palimo Kayo,urang 
tuo Masyumi Sumteng.

    Berbicara manuver tokoh2 partai Masyumi di Dewan Konstituante,di Bandung n 
kaitannya dengan prri,harus difokuskan peranan Mr,Syafruddin Prawiranegara(SP) 
baik dalam sidang2 Konstituante maupun lobby2nya bagi pembentukan prri di 
Sumteng,setelah gagal memperjuangkan dasar negara berdasarkan Islam.
   FYI,kelompok Islam dalam Konstituante itu tdd.partai2 
Masyumi,NU,PSII,Perti.Oleh mr.SP cs,semua parpol Islam ini digiring kearah 
opposisi total n kalau perlu meninggalkan Jakarta, berjuang di Daerah.Pilihan 
ja-tuh ke Sumteng nn waktu itu dikuasai oleh Dewan Banteng.
    Untuk membujuk Letkol A.Husen agar mau menerima
"rombongan Jakarta"(baca mr. SP cs),ditunjuklah Kol,Dachlan Jambek sebagai 
utusan Jakarta itu n missi itu dilaksa-nakan dengan baik Kol.DJ.

    Lalu, bagaimana dengan sikap tokoh2 masyumi spt Pak Kasman Singodimejo,p. 
Prawo to,Yunan Helmy Nasution n tokoh2 parpol Islam nn lain seperti p.Aruji 
Kartawinata, p.Harsono n Anwar Cokroami-noto,p.Sirajudin Abbas n p.Rusli,Kiai 
Dachlan n Idham Chalid,semua mereka tidak mau mengikuti jejak langkah
Mr.SP.Pemimpin2 Islam ini lebih memilih 'berjuang' di Jakarta daripada di 
Daerah. Hampir tidak ada perjuangan yang berhasil dari Daeerah,itu prinsip 
tokoh2 Islam ini.

   Dengan kelihaian mr.SP mempengaruhi A.Husein sebagai Ketua Dewan 
Banteng,dibentuk prri dengan A.Husein sebagai pilar utamanya.Bentuk prri tidak 
disertujui oleh para pemimpin Sulawsi(baca Sulut) n mereka nendirikan Permesta 
dengan Letkol V.Sumual sebagai Ketua.

    Melihat keadaan ini n agar terjalin persatuan antara prri n permesta 
menghadapi Pusat,atas saran mr.SP,diben-tuklah RPI(Republik Persatuan 
Indonesia) tidaklama sesudah prri n permesta berdiri.Umur RPI tidak lama n 
terkubur bersamaan jatuhnya P.Baru,Padang n Piaman,kemu dian Pdg Panjang,Kik 
Tinggi n Pikumbuah.
    
     Mulaiah masa2 suram bagi kehidupan masyarakat Sumteng.Apri dengan dibantu 
oleh OPR,melakukan pember-sihan,terhadap semua anasir nn berbau prri,siang 
malam.Hilang malam, ditembak n di bon,adalah keja-dian sehari-nn dialani oleh 
masyarakat badarai Sumteng. Pentolan2. Prri n tentaranya lari cigin kadalam 
rimbo.

    Siapa nn bersalah kok sampai Rakyat Sumteng sangat menderita n prasana nb 
sarana nn ada di Sumteng, porak poranda.Harga diri n martabat kita urang Minang 
hancur lebur.Wajah2 kuyu,apa lagi berpapasan dengan Apri nn Diponegoro,jadi 
cermin nn manyadiahkan di Sumteng ukatu tu.

   Ini tidak lain karena ulah n cara nn ditempuh oleh mr.SP cs,melakukan 
pemberontakan dengan memperalat pimpinan DB bagi ambisi politiknya nn telah 
gagal di Pusat.Akibatnya Rakyat Sumteng jadi korban.

    Bagi para kanakan n sanak nn akan merangkum or membuek carito pendek 
seputar prri,ada baiknya manuver tokoh mr SP cs disingung pula.
    Selama ini tulisan2tentang pemberontakan prri sangat sedikit mengulas 
peranan mr SP cs n selalu memfokuskan kesalahan kepada A,Husein cs.

    Mari kita lepaskan perasaan ego kita sebagai urang prri,mulailah membedah 
soal prri dengan menggunakan power intelektualitas nn kita miliki.
     JB yakin,hanya dengan cara ini,kita dapat meletakkan hal pemberontakan 
prri secara wajar, walaupun pedih n menyakitkan bagi kita korban prri ini.

    Dinda Darwin,ikolah senek info dari JB dengan segala keterbatasan data n 
dokumentasi nn JB miliki. Mohon maaf kalau ado kato2 nn kurang elok.


    ZA,Tuanku Magek Jabang Sutan Riayat Syah,71thn,sk.Mandahiliang, Piaman,kini 
di Bonjer,Jakbar.Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphoneFrom:  
"Darwin Bahar" <[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Mon, 17 Jan 2011 09:12:57 +0700To: Palanta 
Rantaunet<[email protected]>ReplyTo:  [email protected]
Subject: Tentang PRRI dan Manuver2 Politik Partai Masyumi di Dewan
 Konstituante - was: Re: [R@ntau-Net] Cerpen : KENANGAN MASA PRRI
Kanda Jo Buyuang sarato Sanak sa PalantaBeberapa informasi yang disampaikan 
Kanda Jo Buyuang mengenai PRRI sangat menarik, termasuk apa yang beliau sebut 
sebagai “manuver2 politik partai Masyumi di Dewan Konstituante dan usaha2 
mempengaruhi tokoh2 dewan Banteng di Sumteng”. Pertama beliau relatif lebih 
dewasa dan mengenal situasi dibandingkan dengan saya yang waktu itu baru kelas 
1 SMP. Kedua sebagai diplomat karir yang sukses beliau mempunyai akses yang 
luas terhadap berbagai sumber. Walaupun hanya mengenal beliau di dunia maya 
(sejak tahun 2002 di RN) saya tahu beliau berwawasan luas serta sangat memahami 
agama Islam. Jadi hampir mustahil beliau melakukan disinformasi dengan 
sengaja.Akan tetapi, dengan segala hormat saya kepada  beliau, baru sekali ini 
saya mendengar adanya hubungan---maaf---yang agak aneh, antara  manuver2 
politik partai Masyumi di Dewan Konstituante dengan usaha2 mempengaruhi tokoh2 
dewan Banteng di Sumteng (untuk melaksanakan
 pemberontakan PRRI).Perdebatan mengenai dasar negara di Dewan Konstituante 
adalah kitab yang terbuka, demikian pula peristiwa PRRI juga merupakan kitab 
yang terbuka, yang sudah banyak dibahas dan didiskusikan, termasuk di Palanta 
RN.Seperti diketahui, salah satu alasan Bung Karno membubarkan Masyumi dan PSI 
adalah karena keterlibatan kedua tokoh partai tersebut dalam ‘pemberontakan’ 
PRRI. Masyumi antara lain dengan keterlibatan Pak Natsir dan Syafrudin 
Prawiranegara, dan PSI Prof Soemitro Djojohadikusomo (ayahanda Prabowo 
Subianto. Kita tahu kedua partai tersebut berseberangan dalam pendapat  
mengenai dasar Negara di Sidang Konstituante. Kita juga tahu ‘pemberontakan’ 
PRRI bukan ‘pemberontakan’ dengan ‘alasan’ agama semacama DI/TII di Aceh, Jawa 
Barat/Tengah dan Sulawesi Selatan.  Bicara jujur, saya termasuk yang lebih suka 
kalau peristiwa PRRI tidak terjadi, yang secara tidak langsung menyebabkan saya 
kehilangan satu-satunya saudara
 kandung (kakak perempuan saya). Saya juga lebih bahagia kalau Pak 
Natsir---tokoh yang sangat saya kagumi---yang ketika itu menjadi  ketua umum 
Masyumi, tidak terlibat PRRI. Tetap sejarah kan tidak mengenal ‘kalau’.Dengan 
segala kelebihan dan kekurangannya sebagai seorang manusia, yang membuat beliau 
bisa saja kilaf dan keliru mengambil keputusan politik, IMHO, beliau adalah 
salah seorang dari sedikit negarawan besar  yang pernah dilahirkan bangsa ini 
di samping Soekarno, Hatta dan Syahrir.Sebagai pejabat negara, beliau dikenal 
sangat lurus dan bersahaja. Sebagai seorang menteri di zaman revolusi beliau 
tidak malu mengenakan jas yang bertambal [*]. Sebagai politikus Islam, beliau 
sangat teguh dalam prinsip. Di parlemen Masyumi berkoalisi dengan PSI karena 
kesamaan visi mengenai demokrasi dan keadilan sosial. Pak Natsir dan 
tokoh-tokoh teras Masyumi lainnya seperti Prawoto Mangunkusomo, Kasman 
Singodimedjo, dan Syafrudin Prawiranegara. tidak pernah
 terlibat dalam ‘koalisi transaksional’; menggadaikan prinsip demi kepentingan 
politik sesaat, hatta setelah Masyumi dibubarkan. Beliau-beliau tersebut lebih 
suka dipenjarakan ketimbang menghambakan diri di depan penguasa: Bung Karno 
yang ketika itu semakin otoriter.Tokoh-tokoh Masyumi dan PSI tidak tertarik 
duduk dalam kabinet ‘kaki empat’ (Nasakom) bersama musuh ideologis mereka PKI, 
yang ditawarkan Bung Karno, yang menyebabkan beliau-beliau tersebut semakin 
dibenci oleh Bung Karno, yang kemudian memenjarkan beliau-beliau tersebut tanpa 
alasan yang jelas. Mereka juga pernah membuktikan bahwa tanpa PNI dan PKI, bisa 
mengurus negara dengan baik di kabinet Burhanudin Harahap (Masyumi) bentukan 
Bung Hatta yang menjabat sebagai Presiden ketika Bung Karno---kalau tidak 
salah--- sedang menunaikan ibadah haji (CMIIW).Dengan segala kedaifan saya, 
tidak terbayangkan oleh saya maneuver- maneuver politik (yang terkesan tidak 
etis)  macam apa yang
 dilakukan Pak Natsir cs di Dewan Konstituante, selain menggalang kekuatan 
partai-partai Islam (NU, PSII dan Perti) untuk menggoalkan syariat Islam 
sebagai dasar negara. Tetapi apakah itu salah atau bertentangan dengan etika 
demokrasi?  Kembali kepada Sumbar di masa PRRI, tentulah  benar sekali apa yang 
dikemukakan Kanda Jo Buyuag tentang perlakuan keji sebagian anasir PRRI kepada 
masyarakat serta adanya  ‘rakyat badarai nn indak tahu ujuang pangka situasi’ 
yang ‘jadi bulan2an dek tentara pusat disiang hari dan tantara pemberontak di 
malam hari’. Tetapi juga tidak sedikit rakyat di pedalaman yang dengan tulus 
mendukung PRRI, walaupun itu dapat membahayakan keselamatan mereka sendiri. Hal 
itu saya ketahui dari ayah saya almarhum yang ketika PRRI berada di sekitar 
Paninjauan [**]. Ayah yang masuk DPO (mati) karena sebelumnya menjabat Ketua 
Masyumi Padangpanjang, selalu terhindar dari patroli APRI karena diberitahu 
atau disembunyikan masyarakat
 baik yang kenal maupun yang tidak kenal kepada beliau. Termasuk di dalam 
perjalanan yang penuh marabahaya dari Paninjauan ke Tanjung Balit p.p. yang 
dilakukannya setelah mengetahu kakak saya yang sangat disayanginya itu 
sakit---dan kemudian meninggal---di rumah mamak kami yang menjadi guru di 
sana.Wallahualam bissawabWassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 67+)Asal 
Padangpanjang, suku Panyalai, tinggal di Depok, Jawa Barat  [*] Gambaran yang 
lumayan utuh mengenai negarawan besar ini dapat diikuti dalam dalam kurang 
lebih dalam selusin tulisan dalam Majalah TEMPO No 21/XXXVII 14 Juli 2008. 
Seluruh tulisan tersebut dapat diunduh melalui: 
http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/07/14/LK/  [**] Ada 
kemungkinan ayah nakan Rina pernah bertemu dengan almarhum ayah saya di sekitar 
Paninjauan Padangpanjang. Beliau biasa disapa masyarakat dengan ‘Angku Datuak’  
   Re: [R@ntau-Net] Cerpen : KENANGAN MASA PRRI Posted by: 
"[email protected]"
 [email protected] Sat Jan 15, 2011 1:41 am (PST) 

Sanak mbo Muhammad Dafiq Saib n sanak palanta.

Mangenang masa akan,sadang n sesudah PRRI di Sumbar,io agak gudah perasaan n 
hati JB.

Masa2 akan mulainya pemberontakan PRRI,tahun2 1956 s/d 1958,JB ukatu tu sadang 
remaja tintiang,baru kls I SMAN Piaman,di Knmpg Nieh.Oleh para agitator n 
corong prri di Sumbar terutama di Padang n Piaman,selalu diteriakan semangat 
anti Jakarta n "semangat ke-Minangkaauan,kepada kami anak2 remaja tintiang tu.
Dalam diri JB n teman nn sebaya,tabudurlah dalam diri n sikap kabancian 
terhadap pem.pusat.
Para pelatih n instruktur nn baasa dari kalangan militer,gak sagan2 lo mancaci 
maki Panglima APRI n kepala
Staf AD.Agitasi n sikap para pentolan prri di sumbar inilah nn mengentalkan 
sikap anti jakarta n tidak sadar bahwa prri itu adalah pemerintahan tandingan 
alias pemberontakan terhadap pemerintahan Pusat.

Masa "kejayaan" prri hampir tidak ada di Piaman n Padang.Medio thn 1958 
terutama setelah Pakanbaru jatuh ketangan APRI n kudian disusul dikuasainya 
Padang n Piaman,pimpinan prri n tantaranya lari karimbo(pdg Alai,gn.letter w n 
sungai garinggiang).
Tinggalah rakyat badarai nn indak tahu ujuang pangka situasi nn jadi bulan2an 
dek tentara pusat disiang hari n tantara pemberontak dimalam hari.

Dimaa JB,dalam situasi nn coman tun.Menjadi saksi dalam situasi prustasi 
mengalami kenyataan bahwa instruktur JB nn tentara tu manyarah ka APRI 
di+kalakuan tentara prri(baca batalyon Kuranji n 5Oktober) nn manjarah harato 
milik penduduk,belum lagi pelecehan seksual terhadap anak perempuan didaerah 
pendudukan prri.
Prustasi n kebencian terhadap situasi itu,membuat JB bersikap memilih jalan 
melanjutkan pendidikan SMAN di Piaman,maninggakan teman2 nn masih mandok di 
rinbo2 pdg alai nn sekitarnya.Mana sudah rugi diumua n rugi pulo untuak masa 
depan.alhamdulillah,JB dapat menyelesaikan SMAN pada umua 22thn.

Sudah tu tabang cigin ka Jakarta n kuliah di UI cq FISIP.
JB tinggakan Piaman(baca Sumbar) dalam keadaan negeri nn dikalahkan,harago diri 
sebagai suku Minangkabau nn bermartabat,sudah porak poranda.Tokoh2 minang(baca 
ex prri) berbondong-bondong beremigrasi keluar Sumbar n hidup secara 
"menyembunyikan" identitas bekas pemberontak.

Di sumbar,tentara pendudukan(AD) berasal dari Jawa Tengah-Kodam Diponegoro,nn 
kultural n kebiasaan hidup mereka sangat bias terhadap agama nb adat nn dianut 
oleh masyarakat minang.
Melihat keadaan ini,atas inisiatif JB n beberapa teman dari UI,ditemuilah Menko 
Hankam-Kasad,jenderal AH.Nasution untuk menyampaikan sikons Sumbar sehabis 
pemberontakan prri n berharap kiranya kesatuan Diponegoro nn bertugas di 
Sumbar;diganti dengan kesatuan Siliwangi nn Islamy.
Pak Nas,memahami nn sikons Sumbar seperti nn kami sampaikan n akan mencaari 
jalan nn terbaik agar sikons Sumbar bisa berubah.

Dari pertemuan dengan pak Nas ini,kami juga mendapat penjelasan bahwa 
penyelesai-an prri di sumbar berbeda dengan pnyelesaian permesta di sulut.
Di Sulut,seluruh aparat militer permesta,diterima kembali dalam pangkuan NKRI 
cq APRI,demikian juga aparat sipilnya.Hal ini berdasarkan pertemuan Menko 
Hankam denngan Kol.Kawilarang didekat kota Tomohon.

Di Sumbar,prri menyerah kalah kepada NKRI cq APRI n pentolan2nya ditangkap n 
disitumbinkan karena kol.Achmad Husein tidak mau menunggu Menko Hankam/Kasab 
dari kunjungan muhibah beliau ke uni soviet.

Itulah duo informasi lain nn diperoleh lansuang dari Pak Nas sewaktu kami 
menemui beliau dengan tujuan tsb terdahulu.

Jadi,bagi JB kenangan terhadap pemberontakan prri tahun2 1957/1958 terhadap 
Pusat adalah kenangan menarik n 'patriotik' pada awal mula,kenangan kekecewaan 
n prustrasi pada masa pelarian(mundurnya prri kedalam rimbo) n kenangan 
kesedihan atas nasib masyarakat Minang sebagai akibat penunpasan pemberontakan 
nn gagal itu.

Bagi dunsanak nn akan menulis kisah pemberontakan ini,ada baiknya melengkapi 
dengan manuver2 politik parrtai Masyumi di Dewan Konstituante n usaha2 
mempengaruhi tokoh2 dewan Banteng di Sumteng.
Peran n andil Partai Masyumi beserta tokoh2nya cukup menentukan bagi terbentuk 
prri ini di Sumteng.

JB,Tuaku Magek Jabang Sutan Riayatsyah,sk Mandahi-liang,Padusunan,Piaman,kini 
di Bonjer,Jakbar.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-- 

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/




-- 

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/




-- 

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke