Assalamuakaikum ww para sanak sapalanta,
SKM GM 2010 telah mancantumkan tema maritim di antara lima tema pembahasannya.
Syukur Alhamdulillah, 'kato bajawab, gayuang basambuik'.
Di bawah ini saya posting berita harian 'Kompas' yang menyatakan bahwa propinsi
Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi yang direncanakan Pemerintah untuk
membangun sekolah pelayaran, bersama Riau, Sulawesi Utara, Kalimantan, dan Nusa
Tenggara Barat.
Jangan menunggu. Mari kita 'jemput bola'. Dalam audiensi sebelum SKM GM 2010
pengurus pusat Gebu Minang secara informal telah meminta hibah dua atau tiga
kapal latih eks sitaan illegal fishing kepada Menteri Kelautan dan Perikanan,
dan Alhamdulillah Menteri Fadel Muhammad sudah setuju, oleh karena memang
sudah ada dasar hukumnya.
Para sanak yang berlatar belakang pelayaran silakan mengadakan pembahasan
khusus mengenai masalah ini, untuk memberikan masukan tentang tindak-lanjutnya.
Sambah saya tujukan khusus kepada Inyiak Lako dan Capt. Darul Makmur, dan para
kolega beliau.
Wassalam,
Saafroedin Bahar Soetan Madjolelo
(Laki-laki, Tanjung, masuk 74 th, Jakarta)
Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.
SEKOLAH TINGGI PELAYARAN
Lulusan Pelayaran Banyak Dicomot Asing
Penulis: M.Latief | Editor: Latief
Kompas, Selasa, 25 Januari 2011 | 20:17 WIB
KRISTIANTO PURNOMO/KOMPAS IMAGES
ILUSTRASI: Umumnya para taruna mendapatkan tawaran gaji 3-4 kali lebih tinggi
di perusahaan pelayaran asing ketimbang mengabdi di perusahaan pelayaran
nasional.
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan
Bobby R Mamahit mengakui, selama ini sebagian besar lulusan sekolah tinggi
pelayaran berstandar internasional milik pemerintah lebih banyak digunakan
perusahaan pelayaran asing, baik di dalam maupun di luar negeri.
"Dalam satu angkatan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Marunda, misalnya, ada 20
taruna, sebanyak 15 lulusannya atau sekitar 70 persen pasti bekerja di
perusahaan pelayaran asing," ujar Bobby dalam Sarasehan Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Perhubungan di Jakarta, Selasa (25/1/2011).
Menurutnya, hal itu tidak bisa dicegah karena umumnya para taruna mendapatkan
tawaran gaji 3-4 kali lebih tinggi di perusahaan pelayaran asing ketimbang
mengabdi di perusahaan pelayaran nasional.
"Itu hak dan tak bisa dicegah," katanya.
Ia memberikan contoh, gaji terendah pelaut di perusahaan pelayaran asing saat
ini minimal 500 dollar AS per bulan atau sekitar Rp 5 juta dengan kurs per
dollar AS Rp 10.000. Sementara itu, gaji untuk kelas perwira biasanya berkisar
2.000-3.000 dollar AS atau sekitar Rp 20 juta-Rp 30 juta per bulan.
"Hal yang kurang lebih sama terjadi di perusahaan pelayaran asing yang berlayar
di Indonesia, misalnya kapal-kapal yang melayani kegiatan pengeboran minyak
lepas pantai (off shore)," ujar Bobby.
Kondisi tersebut juga dipicu tingginya permintaan pelaut dunia dan Indonesia
dalam beberapa tahun ke depan. Di sisi lain, pasokan SDM tetap terbatas.
"Hingga 2012 saja, dunia memerlukan perwira pelaut baru sebanyak 83.000 orang,
sedangkan kemampuan nasional hingga lima tahun ke depan hanya mampu memasok
18.000 perwira dari total pelaut sebanyak 43.000 orang," katanya.
Oleh karena itu, kata Bobby, pihaknya akan meningkatkan kapasitas sekolah
tinggi pelayaran nasional dalam beberapa tahun ke depan, antara lain dengan
membangun sekolah pelayaran di beberapa provinsi seperti Sumatera Barat,
Sulawesi Utara, Riau, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Barat.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/