Assalmualaikum WW

 

Pak Saaf, maaf talambek mambaleh email pak Saaf, dek ambo kini sadang barado di 
Cilegon, maurus kapa nan sadang dock. Maklum masih maarok gaji, alun bebas lai.

 

Satantangan pembangunan industri maritim di Sumbar, sabanano ambo alah lamo 
mamimpikan dan mausahokan, dek tangan pendek iyo indak kasampaian juo doh.

 

Nan sabanano, Sumbar kan maadok Sumaudra Indonesia (Hindia), sangat tabukak 
untuak Industri maritime. Harusno satiok kabupaten nan mampunyoi pantai 
mampunyoi paliang indak ciek industri maritim tu.

 

Satantangan sekolah maritim, Indonesia alun punyo Universitas maritim, 
sarancakno kini diinisiatif dari Sumbar, awak cari dukuangan basamo. Badan PBB, 
IMO pernah manawarkan mambuek Uni Maritime di Indonesia, dek awak kurang gesit, 
mako larino ka Shang Hai, China.

 

Untuak Fakultas ekonomi maritime, ambo pernah mambuek kurikulumno jo UT, dan 
alah hampia salasai, tapi kini mandek lo. Kudian Fakultas: Nautical Science & 
Technical Science alah ado sikola swastano di Padang, kabatulan kanti ambo nan 
maurus, pensiunan Diperla.

 

Baa jikok awak muloi diskusi nan inten, atau mambantuak tim maritim baa no?

 

Salam

Darul Makmur St. Parapatiah

 

 

From: Dr. Saafroedin BAHAR [mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, January 26, 2011 8:08 AM
To: rantaunet rantaunet rantaunet
Cc: Asril H. Tanjung; Ir. Raja Ermansyah JAMIN; H.Julius Datuk Malako nan 
Putiah; Darul Makmur; Mochtar Naim; Nurmatias Zakaria
Subject: BERITA BAIK, SEKOLAH TINGGI PELAYARAN AKAN DIDIRIKAN PEMERINTAH DI 
SUMATERA BARAT.

 


Assalamuakaikum ww para sanak sapalanta,

 

SKM GM 2010 telah mancantumkan tema maritim di antara lima tema pembahasannya. 
Syukur Alhamdulillah, 'kato bajawab, gayuang basambuik'.

 

Di bawah ini saya posting berita harian 'Kompas' yang menyatakan bahwa propinsi 
Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi yang direncanakan Pemerintah untuk 
membangun sekolah pelayaran, bersama Riau, Sulawesi Utara, Kalimantan, dan Nusa 
Tenggara Barat. 

 

Jangan menunggu. Mari kita 'jemput bola'. Dalam audiensi sebelum SKM GM 2010 
pengurus pusat Gebu Minang secara informal telah meminta hibah dua atau tiga 
kapal latih eks sitaan illegal fishing kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, 
dan Alhamdulillah  Menteri Fadel Muhammad sudah setuju, oleh karena memang 
sudah ada dasar hukumnya.

Para sanak yang berlatar belakang pelayaran silakan mengadakan pembahasan 
khusus mengenai masalah ini, untuk memberikan masukan tentang tindak-lanjutnya. 

 

Sambah saya tujukan khusus kepada Inyiak Lako dan Capt. Darul Makmur, dan para 
kolega beliau.

 

Wassalam,
Saafroedin Bahar Soetan Madjolelo

(Laki-laki, Tanjung, masuk 74 th, Jakarta) 

Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.


 

 

SEKOLAH TINGGI PELAYARAN

Lulusan Pelayaran Banyak Dicomot Asing

 

Penulis: M.Latief | Editor: Latief 

Kompas, Selasa, 25 Januari 2011 | 20:17 WIB

http://stat.k.kidsklik.com/data/2k10/kompascom2011/images/icon_dibaca.gif

KRISTIANTO PURNOMO/KOMPAS IMAGES

 

ILUSTRASI: Umumnya para taruna mendapatkan tawaran gaji 3-4 kali lebih tinggi 
di perusahaan pelayaran asing ketimbang mengabdi di perusahaan pelayaran 
nasional. 

 

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan 
Bobby R Mamahit mengakui, selama ini sebagian besar lulusan sekolah tinggi 
pelayaran berstandar internasional milik pemerintah lebih banyak digunakan  
perusahaan pelayaran asing, baik di dalam maupun di luar negeri.

"Dalam satu angkatan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Marunda, misalnya, ada 20 
taruna, sebanyak 15 lulusannya atau sekitar 70 persen pasti bekerja di 
perusahaan pelayaran asing," ujar Bobby dalam Sarasehan Badan Pengembangan 
Sumber Daya Manusia Perhubungan di Jakarta, Selasa (25/1/2011).

 

Menurutnya, hal itu tidak bisa dicegah karena umumnya para taruna mendapatkan 
tawaran gaji 3-4 kali lebih tinggi di perusahaan pelayaran asing ketimbang 
mengabdi di perusahaan pelayaran nasional.

"Itu hak dan tak bisa dicegah," katanya.

 

Ia memberikan contoh, gaji terendah pelaut di perusahaan pelayaran asing saat 
ini minimal 500 dollar AS per bulan atau sekitar Rp 5 juta dengan kurs per 
dollar AS Rp 10.000. Sementara itu, gaji untuk kelas perwira biasanya berkisar 
2.000-3.000 dollar AS atau sekitar Rp 20 juta-Rp 30 juta per bulan.

 

"Hal yang kurang lebih sama terjadi di perusahaan pelayaran asing yang berlayar 
di Indonesia, misalnya kapal-kapal yang melayani kegiatan pengeboran minyak 
lepas pantai (off shore)," ujar Bobby.

Kondisi tersebut juga dipicu tingginya permintaan pelaut dunia dan Indonesia 
dalam beberapa tahun ke depan. Di sisi lain, pasokan SDM tetap terbatas.

 

"Hingga 2012 saja, dunia memerlukan perwira pelaut baru sebanyak 83.000 orang, 
sedangkan kemampuan nasional hingga lima tahun ke depan hanya mampu memasok 
18.000 perwira dari total pelaut sebanyak 43.000 orang," katanya.

 

Oleh karena itu, kata Bobby, pihaknya akan meningkatkan kapasitas sekolah 
tinggi pelayaran nasional dalam beberapa tahun ke depan, antara lain dengan 
membangun sekolah pelayaran di beberapa provinsi seperti Sumatera Barat, 
Sulawesi Utara, Riau, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Barat.

 

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke