Saafroedin Bahar Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita. -----Original Message----- From: "Darul M" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 27 Jan 2011 12:38:32 To: <[email protected]>; 'rantaunet rantaunet rantaunet'<[email protected]> Reply-To: [email protected] Cc: 'Asril H. Tanjung'<[email protected]>; 'Ir. Raja Ermansyah JAMIN'<[email protected]>; 'H.Julius Datuk Malako nan Putiah'<[email protected]>; 'Mochtar Naim'<[email protected]>; 'Nurmatias Zakaria'<[email protected]> Subject: [R@ntau-Net] RE: BERITA BAIK, SEKOLAH TINGGI PELAYARAN AKAN DIDIRIKAN PEMERINTAH DI SUMATERA BARAT.
Assalmualaikum WW Pak Saaf, maaf talambek mambaleh email pak Saaf, dek ambo kini sadang barado di Cilegon, maurus kapa nan sadang dock. Maklum masih maarok gaji, alun bebas lai. Satantangan pembangunan industri maritim di Sumbar, sabanano ambo alah lamo mamimpikan dan mausahokan, dek tangan pendek iyo indak kasampaian juo doh. Nan sabanano, Sumbar kan maadok Sumaudra Indonesia (Hindia), sangat tabukak untuak Industri maritime. Harusno satiok kabupaten nan mampunyoi pantai mampunyoi paliang indak ciek industri maritim tu. Satantangan sekolah maritim, Indonesia alun punyo Universitas maritim, sarancakno kini diinisiatif dari Sumbar, awak cari dukuangan basamo. Badan PBB, IMO pernah manawarkan mambuek Uni Maritime di Indonesia, dek awak kurang gesit, mako larino ka Shang Hai, China. Untuak Fakultas ekonomi maritime, ambo pernah mambuek kurikulumno jo UT, dan alah hampia salasai, tapi kini mandek lo. Kudian Fakultas: Nautical Science & Technical Science alah ado sikola swastano di Padang, kabatulan kanti ambo nan maurus, pensiunan Diperla. Baa jikok awak muloi diskusi nan inten, atau mambantuak tim maritim baa no? Salam Darul Makmur St. Parapatiah From: Dr. Saafroedin BAHAR [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, January 26, 2011 8:08 AM To: rantaunet rantaunet rantaunet Cc: Asril H. Tanjung; Ir. Raja Ermansyah JAMIN; H.Julius Datuk Malako nan Putiah; Darul Makmur; Mochtar Naim; Nurmatias Zakaria Subject: BERITA BAIK, SEKOLAH TINGGI PELAYARAN AKAN DIDIRIKAN PEMERINTAH DI SUMATERA BARAT. Assalamuakaikum ww para sanak sapalanta, SKM GM 2010 telah mancantumkan tema maritim di antara lima tema pembahasannya. Syukur Alhamdulillah, 'kato bajawab, gayuang basambuik'. Di bawah ini saya posting berita harian 'Kompas' yang menyatakan bahwa propinsi Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi yang direncanakan Pemerintah untuk membangun sekolah pelayaran, bersama Riau, Sulawesi Utara, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Barat. Jangan menunggu. Mari kita 'jemput bola'. Dalam audiensi sebelum SKM GM 2010 pengurus pusat Gebu Minang secara informal telah meminta hibah dua atau tiga kapal latih eks sitaan illegal fishing kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, dan Alhamdulillah Menteri Fadel Muhammad sudah setuju, oleh karena memang sudah ada dasar hukumnya. Para sanak yang berlatar belakang pelayaran silakan mengadakan pembahasan khusus mengenai masalah ini, untuk memberikan masukan tentang tindak-lanjutnya. Sambah saya tujukan khusus kepada Inyiak Lako dan Capt. Darul Makmur, dan para kolega beliau. Wassalam, Saafroedin Bahar Soetan Madjolelo (Laki-laki, Tanjung, masuk 74 th, Jakarta) Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita. SEKOLAH TINGGI PELAYARAN Lulusan Pelayaran Banyak Dicomot Asing Penulis: M.Latief | Editor: Latief Kompas, Selasa, 25 Januari 2011 | 20:17 WIB http://stat.k.kidsklik.com/data/2k10/kompascom2011/images/icon_dibaca.gif KRISTIANTO PURNOMO/KOMPAS IMAGES ILUSTRASI: Umumnya para taruna mendapatkan tawaran gaji 3-4 kali lebih tinggi di perusahaan pelayaran asing ketimbang mengabdi di perusahaan pelayaran nasional. JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Bobby R Mamahit mengakui, selama ini sebagian besar lulusan sekolah tinggi pelayaran berstandar internasional milik pemerintah lebih banyak digunakan perusahaan pelayaran asing, baik di dalam maupun di luar negeri. "Dalam satu angkatan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Marunda, misalnya, ada 20 taruna, sebanyak 15 lulusannya atau sekitar 70 persen pasti bekerja di perusahaan pelayaran asing," ujar Bobby dalam Sarasehan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan di Jakarta, Selasa (25/1/2011). Menurutnya, hal itu tidak bisa dicegah karena umumnya para taruna mendapatkan tawaran gaji 3-4 kali lebih tinggi di perusahaan pelayaran asing ketimbang mengabdi di perusahaan pelayaran nasional. "Itu hak dan tak bisa dicegah," katanya. Ia memberikan contoh, gaji terendah pelaut di perusahaan pelayaran asing saat ini minimal 500 dollar AS per bulan atau sekitar Rp 5 juta dengan kurs per dollar AS Rp 10.000. Sementara itu, gaji untuk kelas perwira biasanya berkisar 2.000-3.000 dollar AS atau sekitar Rp 20 juta-Rp 30 juta per bulan. "Hal yang kurang lebih sama terjadi di perusahaan pelayaran asing yang berlayar di Indonesia, misalnya kapal-kapal yang melayani kegiatan pengeboran minyak lepas pantai (off shore)," ujar Bobby. Kondisi tersebut juga dipicu tingginya permintaan pelaut dunia dan Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Di sisi lain, pasokan SDM tetap terbatas. "Hingga 2012 saja, dunia memerlukan perwira pelaut baru sebanyak 83.000 orang, sedangkan kemampuan nasional hingga lima tahun ke depan hanya mampu memasok 18.000 perwira dari total pelaut sebanyak 43.000 orang," katanya. Oleh karena itu, kata Bobby, pihaknya akan meningkatkan kapasitas sekolah tinggi pelayaran nasional dalam beberapa tahun ke depan, antara lain dengan membangun sekolah pelayaran di beberapa provinsi seperti Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Riau, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Barat. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
