Salam,

Ambo untuak transportasi medan-padang pp, pernah pakai ans jo als, untuak
ans pengalaman pertama 2010 memang agak kacau, pool e non ac, banyak asok
rokok, oto indak barasiah, mogok di jalan, pengemis, pengamen, pinukuik,
pregede angek-angek bebas masuak ka dalam bus, walaupun nan ambo naiak
wukatu tu executive 2-1. dakek tampek lalok supir nyo isi jo penumpang dari
jalan. hari rayo pernah juo ambo calling ans ko, tapi indak nyo jua tiket,
nampak e beliau tu nunggu pengumuman tuslah hari rayo, baru jua tiket.
sadangkan als alah manjua tiket tanpa tuslah dan lah panuah, dek itu mangko
ambo mangoling ans.

abis itu ambo baraliah ka als, als lumayan mantap pelayanannyo, pool tunggu
ba ac [medan], jarang mogok, kalaupun mogok salalu basobok oto als lainnyo
di jalan. tiok baranti istirahat kabin di sapu, tampek sarok dikosongkan,
indak pernah manaiak an penumpang di jalan, pengemis, pengamen, maupun
pinukuik angek2. indak namuah manaiak kan penumpang kalau indak ado tiket.
memang mungkin pasti juo ado supir nan bandel.

kini oto npm nampaknyo mulai memperhatikan pelayanan ka panumpang ko [ambo
lun pernah cubo naiak npm], mambuka sentra mendekatkan diri ka panumpang
lewat facebook bagai, sajak kepemimpinan penerus nan mudo.
dan lah mambukak baliak jurusan medan-bekate-padang nan daolu sempat pudua
dimulai rayo tahun patang. tapi masih 2 bus dan non ac.

kalau ans ambo memang yo agak banci, jadwal dari padang bisa dimundur,
karano kurang panumpang.

jadi curhat deh
-- 
http://wempi.nokspi.com

2011/1/28 Darwin Chalidi <[email protected]>

> Sanak Anzori, sangat menarik membicarakan perusahaan Transportasi di Jawa.
>
> Mereka sudah dikelola oleh generasi ke tiga yang kebanyakan lulusan
> sekolah-sekolah bisnis dari negara maju, namakan saja apakah Harvard, MIT,
> NUS dll.
>
> Pendekatan mereka sudah berobah sekali dalam menggeluti dunia bisnis
> transportasi, hampir sama dengan model Air Asia. Biaya murah fasilitas wah.
> Silahkan baca buku Air Asia.
>
> Maka kalau kita lihat Dwi Sri yang menjadi pemain BUS besar di Jawa. Sama
> juga dengan Blue Bird di pertaxian. Maka mereka sudah menggunakan seluruh
> sumber daya untuk "Customer Focus Management" dan itu harus memanfaat
> infrastruktur IT.
>
> Dengan kepastian waktu berangkat dan menggunakan IT, mereka melakukan
> seluruh daya untuk effisiensi. Waktu untuk mengisi bensin saja sudah diukur
> jam kedatangannya dan lokasinya sudah ditentukan Jangan Lupa seluruh armada
> sudah terkoneksi ke GPS dan dapat dilihat dari kantor pusat pengelola.
> Informasi dari pompa bensin online secara langsung ke pusat komputer mereka
> sudah terintegrasi. Penumpang yang pindah sudah juga diprogram oleh sistim
> mereka.
>
> Maka betul juga kata2 para ahli, kalau pengusaha Minang tidak berobah akan
> digulung oleh kemajuan zaman.
>
> Mudah2an secercah info yang mereka lakukan ini dapat menjadi pembelajaran
> bagi kita semua.
>
> Darwin Chalidi, Tangerang Selatan.
>
> 2011/1/28 Anzori <[email protected]>
>
> Di Pulau Jawa yang menjadi raja jalanan adalah bus dan truk. Industri
>> transportasi bis kota sangat marak dan menjadi semakin berkembang di Pulau
>> Jawa. Sebut saja bus Prima Jasa, Dewi Sri, Budiman, Kurnia jaya, Efisiensi,
>> Dedy Jaya, Laju Prima, Anugrah,  tidak akan habis disebut satu persatu.
>> Ditambah Damri milik BUMN. Malah ada perusahaan bus yang punya armada ribuan
>> bus, seperti Dewi Sri milik keluarga Bupati Tegal. Semuanya berlomba
>> memberikan pelayanan bus AC dan non AC serta Patas (cepat terbatas). Yang
>> mengagumkan, bus tadi berangkat ke antar kota tepat waktu dengan sedikit
>> atau banyak penumpang, tidak perlu tunggu penuh baru berangkat. Bus dengan
>> armada besar punya tempat istrahat sendiri dan melalukan sistem transit
>> sesama mereka, tanpa harus bayar lagi untuk tujuan kota yang sama tapi
>> terminal akhir yang berbeda.Misalnya yang ingin ke Pulo Gadung dari
>> Pekalongan, bila naik bis tujuan Grogol bisa pindah ke bis Purwokerto Grogol
>> di tempat peristirahatan.
>>
>> Berbeda dengan industri transpotasi bus di Sumatera yang semakin menciut,
>> seperti ALS, ANS, NPM dsb. Mereka bertransformasi ke bus-bus ukuran kecil
>> menengah, tidak lagi pakai Mercedes , tapi menggunakan Isuzu Elf. Banyak
>> yang bangkrut karena tidak sanggup lagi bayar bunga bank atau kalah bersaing
>> dengan alat transportasi lain. Di Sumatera Barat zaman 70 dan 80-an nama
>> ANS, NPM, APD, Sinar Riau adalah primadona bus antar kota, sekarang
>> kebanyakan menjadi loyo, karena tidak bisa bersaing dengantiket murah
>> pesawat terbang. Namun di Jawa perusahaan bus antar kota tetap jaya, karena
>> merupakan alternatif transportasi murah. Kalau dari Jakarta ke Yogya naik
>> pesawat dan kereta pasti harus mengeluarkan biaya yang tinggi. Tapi kalau
>> naik bis langsung biayanya sama dengan kereta. Kalau pindah kota justru
>> lebih murah. Mau ke Yogya dengan tiket murah, naik Prima Jasa AC ke
>> Tasikmalaya 40.000 rupiah ganti dengan bus Budiman Patas AC ke Yogya 60.000
>> rupiah, total cost menjadi Rp. 100.000, lebih murah dari naik kereta 160
>> ribu. Jadwal keberangkatan pun gampang di cek lewat internet. Mungkin karena
>> itu industri transportasi bus antar kota jadi marak, walaupun belum tentu
>> meguntungkan. Tapi paling tidak masyarakat terbantu, perusahaan jalan raya
>> toll jelas untung, pendapatan pajak dan asuransi bertambah, industri rakyat
>> berkembang dan kemacetan semakin mmenjadi-jadi.
>>
>> Zorion_Anas
>> *55yo
>> http://minangmaimbau.blogspot.com
>> http://zorionanas.blogspot.com
>> [email protected], [email protected], [email protected]
>> Cel./HP No. :081384611336, 085811646566
>> Country code +62
>>
>>
>> ------------------------------
>> *
>> *
>>
>>  --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E>
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>> - DILARANG:
>> 1. E-mail besar dari 200KB;
>> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. One Liner.
>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E>
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke