Melanjutkan komentar saya, mungkin saya usul ke sanak Armen untuk melakukan 
cara pengganti Potable Toilet yang mahal dengan:

Membuat lobang/waste disposal dan ditanam sebuah tabung/bottle Biofill yang 
sekarang banyak dijual

Menyediakan Toilet model Kakus tertutup yang dibuat dari papan, yg berbeda buat 
lklk dan wanita

Menyediakan garam antiseptik dan kapur barus pengharum, biar harum

Yang terakhir menyediakan sumur air bila tidak ada selokan untuk menjamin air 
selalu tersedia

Ini sekadar usul

Wassalam,

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Sun, 27 Feb 2011 11:51:53 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Re: Cara Mudah Membangun Toilet Umum di Ranah Minang.

Komentar sedikit,
Menanggapi CSR issues yg dilontarkan rangkayo Nur 'Aini.

Dulu konsep CSR mengadopt konsep Sustainable Development UN, yang ditujukan 
kepada Company yang business focusnya mengolah bahan alam yang bisa merusak 
lingkungan seperti perusahaan pertambangan, perkayuan, perkebunan besar.

CSR mengandung 2 kegiatan yi; Community Development melalui bantuan pisik 
sarana yang dibutuhkan untuk masyarakat di lingkungan perusahaan seperti; MCK, 
Puskesmas, Sekolah, Revolving Fund, Balai Pemuda, Training, Jalan Desa, dll 
yang tidak termasuk blue print pembangunan Pemda.

Yang kedua adalah Community Relation, yang mengutamakan kemitraan dengan 
masyarakat sekitar melalui forum dialog, kerjasama seperti proyek yang bisa 
dikerjakan masyarakat diberikan kepada mereka.

Nah, pertanyaannya apakah proyek wisata yang direncanakan yang kebetulan 
memerlukan Potable Toilet tsb, telah memenuhi syarat CSR diatas yang tentu 
harus ada proposal yang comprehensive yang harus disusun, dan perusahaan mana 
yang akan diminta dana CSRnya?

Sebagai contoh masyarakat sekitar usaha Oil&Gas di Kaltim, memang menikmati 
dana CSR dari 10 perusahaan ( 3 terbesar dengan dana s/d 15 miliar pertahun per 
perusahaan).

Adakah perusahaan serupa di SB?
Rasanya hanya ada PT Semen Padang yang dana CSRnya terbatas.

Demikian sekadar sharing

Wassalam,
Dasriel

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "Nur'Aini B.Prapdanu " <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 27 Feb 2011 18:28:33 
To: Armen Zulkarnain<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: <[email protected]>; Saafroedin 
Bahar<[email protected]>; Nofrins Napilus<[email protected]>
Subject: [R@ntau-Net] Re: Cara Mudah Membangun Toilet Umum di Ranah Minang.

Sanak Armen ,

Sebuah wacana yang bagus sekali mengenai keberadaan Toilet dan memang
sebenarnya dapek dijadikan sumber penghasilan dan membuka peluang kerja ,
kalau ingin di jalankan secara serius dan meminjam uang bank itu tidaklah
mudah dibutuhkan beberapa persyaratan yang cukup njelimet dan agak sedikit
beresiko ...

Namun ada upaya yang dapat di tempuh adalah mambuek proposal dan di ajukan
ke perusahan - perusahan besar, mereka setiap tahun selalu menganggarkan
dana CSR yaitu dana pembinaan untuk lingkungan sebagai bentuk kepedulian
terhadap Masyarakat , kepada perusahaan - perusahaan tersebut Pemerintah
membuat surat himbauan agar mereka membangun toilet yang akan di tempat kan
di tempat - tempat umum yang strategis di lokasi  obyek pariwisata , sebagai
kompensasi mereka dapat menaruh Logo Perusahan atau tulisan yang berbunyi
misalnya : TOILET INI DIBANGUN ATAS DANA SUMBANGSIH DARI PT TELKOM dlsbnya ,
Toilet - toilet yang sudah dibangun akan diserahkan ke pada wali nagari
setempat sebagai penanggung jawab yang akan mengatur pemeliharaannya ,
penghasilan yang didapat untuk menggaji orang yang bertugas untuk
membersihkan , biaya chemical , karbol , pewangi , tissue dll

Keberadaan Toilet Umum yang bersih dan layak pakai sangat penting,
pengunjung tidak akan sayang mengeluarkan uang 1000 - 2000 , untuk sebuah
toilet yang bersih dan wangi .....masih segar dlam ingatan ambo Pak Thamrin
mantan Dirjen Budpar itu pernah bilang "  Jangan bicara Pariwisata bila kita
tidak mempunyai toilet yang bersih,dan nyaman ...." dan sayangnya kenyataan
yang kita hadoki adolah   sebagian besar toilet umum di ranah masuk
kategori, jorok, kotor, bau, tidak terawat...

Kalau berdasarkan pengalaman ambo pribadi sih, memang begitulah adanya.
Kalau mau menggunakan toilet umum yang bersih, hanya ada di Hotel atau
mall-mall kelas menengah atas, restaurant atau rumah makan yg mentereng,
tapi jangan coba coba di pom bensin, terminal, stasiun kereta , bahkan yang
di bandara BIM  yg katanya pintu gerbang , toilet umumnya sudah
menghamburkan aroma jariang sebelum kita memasukinya....alamak.....

Sanak Armen , dapek merintis hal ini dan kita akan dukuang...maju
taruih...semoga impian membangun 1000 toilet ini dapek terealisasi ....

Salam,
Nuraini


Pada 26 Februari 2011 01:04, Armen Zulkarnain
<[email protected]>menulis:

> Assalammualaikum wr wb
>
> Angku, mamak, bundo sarato adi dunsanak sapalanta RN nan ambo muliakan,
>
> Beberapa waktu nan lalu sering  dibahas & dpermasalahkan mengenai toilet
> yang ada di lokasi tourism yang ada di Sumatera Barat.
>
> Mungkin ado saketek nan bisa diusahokan. Apabila lokasi tourism ini
> dikelola oleh pemerintahan nagari, kita bisa mencarikan pembiayaannya dari
> lembaga keuangan seperti bank. Dengan cara meminjam pendanaan, nagari bisa
> membangun paling tidak 2 unit toilet untuk pria & wanita. Dari hasil
> retribusi ini bisa diangsur pembayarannya.
>
>
> *Kondisi Toilet Rental di Aia Manih/Batu Malin Kundang (difoto Selasa, 27
> Juli 2010)*
> Added by Anzikriadi Abdul 
> Munir<http://www.facebook.com/profile.php?id=1292019160>
>
> to the event "" GEBU TOILET SUMBAR " GERAKAN FACEBOOKERS MEMBANGUN 1000
> TOILET <http://www.facebook.com/event.php?eid=139172859446836>"
> from the album Mobile 
> Uploads<http://www.facebook.com/album.php?aid=2027190&id=1292019160&page=2>
>
>
>
> Insya Allah ambo bisa bantu untuk mensosialisasikannya kepada wali
> nagari-wali nagari yang dimaksud. Sebab untuk membangun 2 unit sekaligus
> sebenarnya dibutuhkan biaya yang tidak begitu besar.
>
> Paling besar hanya diperlukan 10 juta untuk 2 unit toilet lengkap dengan
> wastafel & toilet duduk, sebab yang diperlu dibeli biasanya hanya :
> 1. Toilet duduk
> 2. Wastafel
> 3. Kaca & cermin
> 4. Seng
> 5. Kayu kosen & pintu
> 6. Batu Bata
> 7. Besi cor
> 8. Semen
>
> Untuk pasir, kerikil & batu umumnya ada di batang aia yang ada di
> nagari-nagari. Sedangkan upah kerja bisa lebih minim apabila di
> gotong-royongkan dengan pemuda-pemuda nagari.
>
> Dari hasil retrebusi yang diperoleh setiap hari, pinjaman itu akan bisa
> dicicil setiap bulannya ke lembaga keuangan. Yang diperlukan adalah gambar
> teknik toilet yang minimalis memakan biaya & bahan bangunan serta assesment
> kepada lembaga keuangan yang ada.
>
>
> *Kondisi Toilet di Pariwisata Sumbar....di Embun Pagi (difoto Minggu Pagi,
> 25 Juli 2010)*
> Added by Anzikriadi Abdul 
> Munir<http://www.facebook.com/profile.php?id=1292019160>
>
> to the event "" GEBU TOILET SUMBAR " GERAKAN FACEBOOKERS MEMBANGUN 1000
> TOILET <http://www.facebook.com/event.php?eid=139172859446836>"
> from the album Mobile 
> Uploads<http://www.facebook.com/album.php?aid=2027190&id=1292019160&page=2>
>
>
> Sebagai tambahan info, saya sendiri tahun ini mendapat pinjaman usaha dari
> Bank Nagari dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp. 20 juta
> dengan masa angsuran 1 tahun dan besar bunga pinjaman 1 tahun tanpa agunan.
>
> Tahun yang lalu saya ambil kredit usaha melalui bank Danamon, sebesar Rp.
> 10 jt untuk masa 1 th dengan bunga 14 % juga tanpa agunan. Karena angsuran
> pertama saya langsung dipotong dari pinjaman & hasil bagi yang lebih besar,
> saya pindah ke bank Nagari.
>
> Ambo raso dengan bantuan assesment dari MAPPAS, MPKAS, RantauNet,
> www.west-sumatra.com dan yang lain-lain, nagari-nagari bisa membangun
> toilet-toilet yang bersih & terawat. Silahkan ditukuak jo dibilai pabilo ado
> nan kurang, banyak maaf.
>
> wasalam
> AZ/lk/32th
> Padang
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke