jika membangun toilet dengan hati nurani, itulah gunanya agam islam mengajarkan 
kebersihan separuh dari iman, jadi manusia beragama islam tidak bersih berarti 
tidak beriman, jika kita sepakati ini semuanya masalah toilet dapat 
terlaksanakan, wassalam

Eri Baheram (1960)

Artistvägen 6

12135 Johanneshov

Stockholm-Sweden

hp. +46-73-7449990

--- On Sun, 2/27/11, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [R@ntau-Net] Re: Cara Mudah Membangun Toilet Umum di Ranah Minang.
To: [email protected]
Date: Sunday, February 27, 2011, 1:18 PM

 Melanjutkan komentar saya, mungkin saya usul ke sanak Armen untuk melakukan 
cara pengganti Potable Toilet yang mahal dengan:

Membuat lobang/waste disposal dan ditanam sebuah tabung/bottle Biofill yang 
sekarang banyak dijual

Menyediakan Toilet model Kakus tertutup yang dibuat dari papan, yg berbeda buat 
lklk dan wanita

Menyediakan garam antiseptik dan kapur barus pengharum, biar harum

Yang terakhir menyediakan sumur air bila tidak ada selokan untuk menjamin air 
selalu tersedia

Ini sekadar usul

Wassalam,
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSATFrom:  [email protected]
Sender:  [email protected]
Date: Sun, 27 Feb 2011 11:51:53 +0000To: <[email protected]>ReplyTo:  
[email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Re: Cara Mudah Membangun Toilet Umum di Ranah Minang.
  Komentar sedikit,
Menanggapi CSR issues yg dilontarkan rangkayo Nur 'Aini.

Dulu konsep CSR mengadopt konsep Sustainable Development UN, yang ditujukan 
kepada Company yang business focusnya mengolah bahan alam yang bisa merusak 
lingkungan seperti perusahaan pertambangan, perkayuan, perkebunan besar.

CSR mengandung 2 kegiatan yi; Community Development melalui bantuan pisik 
sarana yang dibutuhkan untuk masyarakat di lingkungan perusahaan seperti; MCK, 
Puskesmas, Sekolah, Revolving Fund, Balai Pemuda, Training, Jalan Desa, dll 
yang tidak termasuk blue print pembangunan Pemda.

Yang kedua adalah Community Relation, yang mengutamakan kemitraan dengan 
masyarakat sekitar melalui forum dialog, kerjasama seperti proyek yang bisa 
dikerjakan masyarakat diberikan kepada mereka.

Nah, pertanyaannya apakah proyek wisata yang direncanakan yang kebetulan 
memerlukan Potable Toilet tsb, telah memenuhi syarat CSR diatas yang tentu 
harus ada proposal yang comprehensive yang harus disusun, dan perusahaan mana 
yang akan diminta dana CSRnya?

Sebagai contoh masyarakat sekitar usaha Oil&Gas di Kaltim, memang menikmati 
dana CSR dari 10 perusahaan ( 3 terbesar dengan dana s/d 15 miliar pertahun per 
perusahaan).

Adakah perusahaan serupa di SB?
Rasanya hanya ada PT Semen Padang yang dana CSRnya terbatas.

Demikian sekadar sharing

Wassalam,
Dasriel
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSATFrom:  "Nur'Aini B.Prapdanu " <[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Sun, 27 Feb 2011 18:28:33 +0700To: Armen 
Zulkarnain<[email protected]>ReplyTo:  [email protected]
Cc: <[email protected]>; Saafroedin 
Bahar<[email protected]>; Nofrins 
Napilus<[email protected]>Subject: [R@ntau-Net] Re: Cara Mudah Membangun 
Toilet Umum di Ranah Minang.

Sanak Armen , 
Sebuah wacana yang bagus sekali mengenai keberadaan Toilet dan memang 
sebenarnya dapek dijadikan sumber penghasilan dan membuka peluang kerja , kalau 
ingin di jalankan secara serius dan meminjam uang bank itu tidaklah mudah 
dibutuhkan beberapa persyaratan yang cukup njelimet dan agak sedikit beresiko 
...

Namun ada upaya yang dapat di tempuh adalah mambuek proposal dan di ajukan ke 
perusahan - perusahan besar, mereka setiap tahun selalu menganggarkan dana CSR 
yaitu dana pembinaan untuk lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap 
Masyarakat , kepada perusahaan - perusahaan tersebut Pemerintah membuat surat 
himbauan agar mereka membangun toilet yang akan di tempat kan di tempat - 
tempat umum yang strategis di lokasi  obyek pariwisata , sebagai kompensasi 
mereka dapat menaruh Logo Perusahan atau tulisan yang berbunyi misalnya : 
TOILET INI DIBANGUN ATAS DANA SUMBANGSIH DARI PT TELKOM dlsbnya , Toilet - 
toilet yang sudah dibangun akan diserahkan ke pada wali nagari setempat sebagai 
penanggung jawab yang akan mengatur pemeliharaannya , penghasilan yang didapat 
untuk menggaji orang yang bertugas untuk membersihkan , biaya chemical , karbol 
, pewangi , tissue dll 

Keberadaan Toilet Umum yang bersih dan layak pakai sangat penting, pengunjung 
tidak akan sayang mengeluarkan uang 1000 - 2000 , untuk sebuah toilet yang 
bersih dan wangi .....masih segar dlam ingatan ambo Pak Thamrin mantan Dirjen 
Budpar itu pernah bilang "  Jangan bicara Pariwisata bila kita tidak mempunyai 
toilet yang bersih,dan nyaman ...." dan sayangnya kenyataan yang kita hadoki 
adolah   sebagian besar toilet umum di ranah masuk kategori, jorok, kotor, bau, 
tidak terawat...

Kalau berdasarkan pengalaman ambo pribadi sih, memang begitulah adanya. Kalau 
mau menggunakan toilet umum yang bersih, hanya ada di Hotel atau mall-mall 
kelas menengah atas, restaurant atau rumah makan yg mentereng, tapi jangan coba 
coba di pom bensin, terminal, stasiun kereta , bahkan yang di bandara BIM  yg 
katanya pintu gerbang , toilet umumnya sudah menghamburkan aroma jariang 
sebelum kita memasukinya....alamak.....

Sanak Armen , dapek merintis hal ini dan kita akan dukuang...maju 
taruih...semoga impian membangun 1000 toilet ini dapek terealisasi ....

Salam, Nuraini



Pada 26 Februari 2011 01:04, Armen Zulkarnain <[email protected]> 
menulis:

Assalammualaikum wr wb

Angku, mamak, bundo sarato adi dunsanak sapalanta RN nan ambo muliakan,

Beberapa waktu nan lalu sering  dibahas & dpermasalahkan mengenai toilet yang 
ada di
 lokasi tourism yang ada di Sumatera Barat.

Mungkin ado saketek nan bisa diusahokan. Apabila lokasi tourism ini dikelola 
oleh pemerintahan nagari, kita bisa mencarikan pembiayaannya dari lembaga 
keuangan seperti bank. Dengan cara meminjam pendanaan, nagari bisa membangun 
paling tidak 2 unit toilet untuk pria & wanita. Dari hasil retribusi ini bisa 
diangsur pembayarannya. 



Kondisi Toilet Rental di Aia Manih/Batu Malin Kundang (difoto Selasa, 27 Juli 
2010)
Added by Anzikriadi Abdul Munir 

to the event
 "" GEBU TOILET SUMBAR " GERAKAN FACEBOOKERS MEMBANGUN 1000 TOILET"

from the album Mobile Uploads




Insya Allah ambo bisa bantu untuk mensosialisasikannya kepada wali
 nagari-wali nagari yang dimaksud. Sebab untuk membangun 2 unit sekaligus 
sebenarnya dibutuhkan biaya yang tidak begitu besar. 

Paling besar hanya diperlukan 10 juta untuk 2 unit toilet lengkap dengan 
wastafel & toilet duduk, sebab yang diperlu dibeli biasanya hanya :1. Toilet 
duduk
2. Wastafel3. Kaca & cermin4. Seng  
5. Kayu kosen & pintu6. Batu Bata7. Besi cor
8. Semen
Untuk pasir, kerikil & batu umumnya ada di batang aia yang ada di 
nagari-nagari. Sedangkan upah kerja bisa lebih minim apabila di 
gotong-royongkan dengan pemuda-pemuda nagari.

Dari
 hasil retrebusi yang diperoleh setiap hari, pinjaman itu akan bisa dicicil 
setiap bulannya ke lembaga keuangan. Yang diperlukan adalah gambar teknik 
toilet yang minimalis memakan biaya & bahan bangunan serta assesment kepada 
lembaga keuangan yang ada. 



Kondisi Toilet di Pariwisata
 Sumbar....di Embun Pagi (difoto Minggu Pagi, 25 Juli 2010)Added by Anzikriadi 
Abdul Munir 
to the event "" GEBU TOILET SUMBAR " GERAKAN FACEBOOKERS MEMBANGUN 1000 TOILET"

from the album Mobile Uploads


Sebagai tambahan info, saya sendiri tahun ini mendapat pinjaman usaha dari Bank 
Nagari dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp. 20 juta
 dengan masa angsuran 1 tahun dan besar bunga pinjaman 1 tahun tanpa agunan.
Tahun yang lalu saya ambil kredit usaha melalui bank Danamon, sebesar Rp. 10 jt 
untuk masa 1 th dengan bunga 14 % juga tanpa agunan. Karena angsuran pertama 
saya langsung dipotong dari pinjaman & hasil bagi yang lebih besar, saya pindah 
ke bank Nagari.

Ambo raso dengan bantuan assesment dari MAPPAS, MPKAS, RantauNet, 
www.west-sumatra.com dan yang lain-lain, nagari-nagari bisa membangun 
toilet-toilet yang bersih & terawat. Silahkan ditukuak jo dibilai pabilo ado 
nan kurang, banyak
 maaf.
wasalam     AZ/lk/32th
Padang








-- 

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/




-- 

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/




-- 

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/




      

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke