Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. semoga Allah SWT memberkahi orang2 yang
serampangan ini mendustai syariatNya.

Darwin Chalidi, Tangerang Selatan

2011/3/4 anggun gunawan <[email protected]>

> Kemarin (3/3/3011), The Jakarta Post melansir sebuah opini dengan judul
> menarik “*RI is a constitutional, not religious, 
> state<http://www.thejakartapost.com/news/2011/03/03/ri-a-constitutional-not-religious-state.html>
> *“, yang ditulis oleh Ketua Asosiasi Advokat Indonesia (Peradin), Frans
> Hendra Winata. Secara umum, opini ini hendak menyampaikan keprihatinan atas
> kekerasan yang terjadi di Cikeusik dan Temanggung, dua konflik yang
> ditenggarai berlatarbelakang motif agama. Bahkan, Frans meminta kepada
> aparat keamanan baik itu TNI, Polisi, termasuk intelejen untuk bergerak
> lebih optimal dalam mencegah kegiatan intolerence dari kelompok-kelompok
> radikal pembela religous state demi keutuhan NKRI dan dasar filsafat bangsa,
> Pancasila.
>
>
> Bukannya melakukan verifikasi atas apa yang terjadi, Frans malah membawa
> dua peristiwa ini ke dalam bingkai yang lebih luas yakni “perdebatan kuno”
> antara agama dan negara, dengan tetap membiarkan dugaaan apriori bahwa
> “klaim kebenaran agama sebagai sumber dari konflik-konflik ini”. Seolah-olah
> Frans mencukupkan diri dengan berita-berita yang ada, tanpa sebuah keinginan
> untuk melakukan penelusuran lebih lanjut tentang kronologis peristiwa dan
> aktor-aktor yang terlibat, baik aktor intelektual maupun aktor lapangan.
> Sebagai seorang advokat yang terbiasa mendasarkan argumen kepada bukti-bukti
> yang sahih, sungguh sikap Frans yang bersandar pada praduga ini amat
> disayangkan. Dia terjebak dalam sesat pikir (fallacy) elementer Logika,
> Argumentum ad ignorantiam (memastikan sesuatu, padahal tidak mengetahui
> kebenaran sesuatu itu).
>
> Kesalahan Frans berlanjut ketika menyatakan, “The founding fathers of the
> Republic of Indonesia also envisioned a nation state that emulated the
> modern European principle of “separation between church and state”. Memang
> tokoh-tokoh pendiri bangsa ini banyak yang belajar di Eropa, tapi tidak
> serta-merta mereka melupakan aspek ke-Tuhan-an. Sehingga pembukaan UUD 1945
> sangat jelas mencantumkan kalimat “Atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa”
> dan sila pertama yang jelas menyatakan “Ketuhanan yang Maha Esa”. Jadi tidak
> pernah terjadi pemisahan agama dan negara di negeri ini.
>
> Lebih parah lagi, entah karena ketidaktahuannya tentang politik Timur
> Tengah atau sebab yang lain, secara serampangan Frans mengatakan gerakan
> rakyat Mesir untuk menurunkan Hosni Mubarak sebagai “to live under democracy
> and refuse the form of a religious state”. Apakah Mesir adalah Negara Islam?
> Apakah Hosni Mubarak menjalankan pemerintahan berdasarkan syariat Islam?
> Siapakah yang menggerakkan demonstarsi di Mesir?
>
> Pertama, mari lebih jeli melihat data sebuah negara. Berbagai literatur
> menyebut Mesir dengan Arab Republic of Egypt bukan Islamic Republic of
> Egypt, sebagaimana penamaan untuk Iran, The Islamic Republic of Iran. Hal
> kedua yang perlu kita dudukan, Hosni Mubarak adalah seorang nasionalis
> moderat yang memanfaatkan posisinya sebagai presiden untuk menimbun
> pundi-pundi kekayaan pribadi. Alhasil, penguasa kaya sementara rakyat
> sengsara. Apakah bentuk ketidakadilan ini merupakan bagian dari syariat
> Islam? Hal ketiga yang dilupakan oleh Frans adalah peran Ikhwanul Muslimin
> (IM) sebagai penggerak demonstrasi rakyat di Mesir. IM merupakan gerakan
> Islam yang menuntut penerapan syariat Islam dalam kehidupan masyarakat.
>
> Sungguh sangat jelas opini yang disampaikan oleh Frans tidak dibangun atas
> pemikiran yang logis dan terjebak pada tafsir dangkal atas perjuangan hak
> asasi manusia. Agama seringkali dipojokkan ketika terjadi tindak kekerasan
> oleh orang-orang yang memakai simbol agama. Padahal, tidak semua konflik
> merupakan pertikaian agama. Bisa jadi sebuah konflik terjadi akibat sentimen
> yang bersifat emosional personal yang kemudian baju agama dilekatkan untuk
> menjustifikasi statement, “agama adalah sumber masalah”.
>
>
> ttd
>
> anggun gunawan
>
> 26 M - Jogja
>
> *http://grelovejogja.wordpress.com*
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke