Ass. Wr.Wb. Yth. Bapak Zulkarnain Kahar.

Semoga sukkssess terus dlm segala bidang Bapak Zulkarnain Kahar sekeluarga, 
saya doakan dari jauh.

Wassalam,
Muljadi
-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Wed, 2 Mar 2011 06:54:23 -0800 (PST)
> Von: Zulkarnain Kahar <[email protected]>
> An: [email protected]
> Betreff: Re: [R@ntau-Net] MOH NATSIR, Menunggu Beethoven di Homan

> Hari kamis esok,
> si kecil kami yang ditunjuk sekolahnya untuk ikut serta lomba World
> Geografi 
> atar sekolah menengah ingin tampil dengan pakaian adat Minang semalaman
> istriku 
> sibuk membongkar pakaian adat Minang yang kami bawa dari Indonesia.
> Seharian 
> pula dia meyakinkan gurunya bahwa warna Merah pakaian minang sama dengan
> warna 
> merah lambang sekolahnya. Mantan anak SMP negeri pingiran kota
> Jakarta akan 
> tampil esok di hotel berbintang  di negeri paman Sam jadi duta
> Minangkabau 
> mandiri.
> 
> Ia bukan Natsir, mungkin tak tahu siapa Natsir tapi yang pasti punya
> keinginan 
> yang hampir sama dengan Natsir.  Semoga dia mampu mengikuti jejak Natsir 
> memenangi perlombaan.
>  
> Zulkarnain Kahar
> 
> Di saat kemampuan bercakapnya bertambah, ia ikut lomba deklamasi bahasa
> Belanda 
> yang digelar sekolah pada akhir tahun. Mengambil satu syair karangan
> Multatuli 
> berjudul "De Bandjir", ia berlatih dengan kawannya, Bachtiar Effendy.
> Kawannya 
> satu kampung yang duduk di kelas IV-B (khusus eksakta) ini berbahasa
> Belanda 
> dengan baik. Dia juga dikenal pandai berdeklamasi.
> Saat hari lomba tiba, Natsir se-ngaja memakai baju adat Minang. Sepuluh
> menit 
> berdeklamasi, tepuk tangan riuh menyambut. Di mukanya tampak Meneer
> gurunya. 
> Tetap dengan senyum dan tepuk tangan sinis.
> Natsir mendapat juara I lomba itu. Hadiahnya buku karang-an Westenenk,
> Waar 
> Mensen Tigger Buren Ziyn (Manusia dan Harimau Hidup Sejiran). Natsir puas
> karena 
> sudah membayar kesumatnya. "Setidaknya nama MULO Padang yang selama ini
> diejek 
> sudah tertebus," tulis Natsir dalam suratnya kepada anak-anaknya, 50 tahun
> lampau.
> Meski begitu, hati Natsir masih sedikit "panas" jika melihat gurunya itu.
> Di 
> kelas V-A (kelas II sekolah menengah atas), ia bertemu lagi dengan si
> Meneer. 
> Kali ini ia mengajar ilmu bumi ekonomi. Di tengah pelajaran ia suka
> menyindir 
> pergerakan politik kaum nasionalis. Maklum, siswa AMS pada tahun itu,
> 1927-1929, 
> suka ikut bicara soal politik. Dan si Meneer tak suka.
> Suatu kali, Meneer memberikan pelajaran pengaruh penanaman tebu dan pabrik
> gula 
> bagi rakyat di Pulau Jawa. Ia menyuruh muridnya menulis makalah. Butuh dua
> pekan 
> bagi Natsir untuk menyelesaikan tugas paper-nya itu. Tiap hari ia
> membenam-kan 
> diri di perpustakaan Gedung Sate, mencari literatur tentang pabrik gula
> itu. 
> Dikumpulkannya jurnal terbitan kaum pergerak-an. Juga notula perdebatan
> dalam 
> Volksraad-semacam Dewan Perwakilan Rakyat.
> Pada harinya, Natsir mempresentasikan analisisnya di muka kelas. Ia
> menyodorkan 
> bukti bahwa tidaklah benar Jawa menerima keuntungan dari pabrik gula di
> Jawa 
> Tengah dan Jawa Timur. Yang untung, kata dia, tetap saja kaum kapital dan 
> pejabat bupati yang memaksa rakyat menyewakan tanahnya kepada pabrik
> dengan 
> harga rendah.
> ________________________________
> From: Darwin Bahar <[email protected]>
> To: Palanta Rantaunet <[email protected]>; [email protected]
> Sent: Wed, March 2, 2011 6:29:22 AM
> Subject: [R@ntau-Net] MOH NATSIR, Menunggu Beethoven di Homan
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
Empfehlen Sie GMX DSL Ihren Freunden und Bekannten und wir
belohnen Sie mit bis zu 50,- Euro! https://freundschaftswerbung.gmx.de

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke