Assalamualaikum, Maaf, saya tak kuasa membendung komentar soal berita ini. Apa benar mereka menggunakan istilah "bunuh diri"? Saya Ragu! Sepertinya kata itu terlalu "bias" Akan lebih menarik bila kita mengutip kata yang diucapkan mereka "yang berjuang" memperbaiki rektor itu. Sayangnya saya tak bisa bahasa Jepang.
Istilah yang sekarang digunakan media Belanda terhadap kelompok yang anti khadafi adalah "opstandeling" bahasa kitanya "pemberontak". Prof. A. Teeuw amat kesal dengan media yang menggunakan istilah itu untuk kelompok anti khadafi. Dia mengatakan "mereka bukan pemberontak, mereka menuntut haknya agar khadafi pergi!". Cerita yang sama, apakah PRRI itu "pemberontak"? Menurut saya tidak! Kata pemberontak itu digunakan pihak "Jakarta". Mertua saya mengatakan "kami menuntut hak". Kembali ke cerita awal: buat saya itu bukan missi bunuh diri; justru missi menyalamatkan kehidupan! Wallahu alam. Yasrul Huda Yang sedang menanti musim semi....putra lembah gunung kelabu. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
