Assalaamualaikum wr wb. Pak Mochtar Naim yang saya hormati. Wanita menjadi penghulu tentu TIDAK TEPAT. Wanita sudah memiliki posisi sendiri sebagai Bundo Kanduang. Adat berasal dari kebiasaan, dan sepanjang pengetahuan saya tentang adat Minangkabau, kebiasaan seorang penghulu diangkat dari kaum pria. IMHO dari sisi praktis, saya lebih setuju seorang wanita dari kaumnya sendiri menjadi penghulu daripada mengangkat pria lain (sesuku) dari kampung tetangga. Dan karena tidak ada aturan bahwa wanita haram menjadi penghulu maka wanita BOLEH SAJA menjadi penghulu aapabila sudah TIDAK ADA LAGI pria yang lebih pantas. Wassalam, ET Hadi Saputra Katik Sati 38thn di Komplek Kompas Ciputat
-- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
