Pendapat Nurcholish itu tercantum dalam artikelnya yang berjudul Penyegaran 
Kembali
Pemahaman Keagamaan di Kalangan Umat Islam Indonesia, dimuat di buku Kurzman,
Wacana Islam Liberal.
Kutipan:
Nurcholish menulis: “Apologi bahwa Islam adalah al-Din bukan agama semata-mata,
melainkan juga meliputi bidang lain, yang akhirnya melahirkan apresiasi 
ideologis-politis
totalier, itu tidak benar ditinjau dari beberapa segi. Pertama ialah segi 
bahasa. Di situ terjadi
inkonsistensi yang nyata, yaitu perkataan al-Din dipakai juga untuk menyatakan 
agamaagama
yang lain, termasuk agama syirk-nya orang-orang Quraisy Makkah. Jadi arti kata 
itu
memang agama; karena itu, Islam adalah agama.”12
Tanggapan:
Cara membolak-balik istilah lewat bahasa semacam itu, sering menjadikan orang 
yang tidak
faham, menjadi bingung. Namun bagi yang faham, justru bisa mengatakan, seperti 
kata Pak
Rasyidi, pemikiran semacam itu berbahaya karena pemikirannya sederhana.
Memang berbahaya, karena logikanya sangat sederhana. Islam itu al-Din, sedang 
al-Din
itu digunakan untuk nama-nama agama lain, yang semua agama lain itu dia anggap 
tidak
mengatur negara. Jadi Islam juga tidak ada urusannya dengan negara.
Coba dilihat di Al-Qur’an, apakah artikel Nurcholish yang dimuat di buku 
Kurzman itu
benar. Ternyata di Al-Qur’an, kata al-Din itu ada yang artinya undang-undang. 
Yaitu dalam
Surat Yusuf ayat 76:
.( ما آان ليأخذ أخاه في دین الملك إلا أن یشاء الله. (یوسف: 76
“…Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut dinil Maliki (undang-undang
Raja), kecuali Allah menghendakinya.” (QS 12/ 76).
Di sini kata din artinya adalah undang-undang. Dan itu kaitannya adalah untuk
menghukum saudara Yusuf yang di dalam kantongnya terdapat sukatan Raja.
Dalam Mukhtashor Tafsir At-Thobari dijelaskan: Tidaklah Yusuf untuk menghukum
saudaranya itu dalam hukum raja dan kesultanannya, karena tidak ada dalam hukum 
raja itu
untuk menjadikan pencuri jadi budak, tetapi ini adalah hukum yang ada dalam 
syari’at
Ya’qub. Tetapi kami (Allah) berbuat demikian padanya dengan kehendak Kami.13
Dalam Tafsir itu din diartikan hukm (hukum) dan syari’ah (jalan/ hukum). Jadi,
pengembalian kepada bahasa seperti yang diinginkan Nurcholish pun, tidak 
sesederhana
yang dia lontarkan, dengan cara memukul rata atau menggeneralisir alias main 
gebyah
uyah, menganggap bagai garam semuanya asin. Karena ternyata, kata al-Din di 
Al-Qur’an
tidak hanya berarti agama –ritual, tetapi ada juga yang maknanya undang-undang 
yang
berkaitan dengan kekuasaan.
Setelah dia menyalahkan orang Islam padahal dia sendiri hujjahnya/ 
argumentasinya
justru salah, kemudian masih pula dia lanjutkan dengan menyalahkan orang lagi 
dengan
menganggap bahwa orang Islam inferior, rendah diri. Coba kita simak petikan 
tulisan
Nurcholish Majid selanjutnya:
Kutipan:
“Kedua ialah persoalan mengenai titik tolaknya. Meskipun tidak disadari, atau 
lebih
tepatnya, tidak diakui, dapat dilihat dengan jelas bahwa titik tolak apologi 
itu ialah
“inferiority complex”, yaitu perasaan bahwa Islam, selain menggarap bidang 
spiritual, juga
menggarap bidang-bidang kehidupan lainnya sehingga “tidak kalah” dalam segala 
bidang
dengan ideologi-ideologi Barat. Hal itu secara tidak langsung mengakui akan 
keunggulan
bidang-bidang politik, ekonomi, sosial dan lain-lainnya dari aspek hidup 
material ini atas
bidang spiritual dan agama. Pola pikiran ini jelas merupakan kekalahan total 
seorang
Muslim menghadapi invasi cara berpikir materialistis dari Barat.”14
Tanggapan:
Pernyataan Nurcholish Madjid itu tidak perlu ditanggapi, karena tuduhan 
Nurcholish
bahwa umat Islam berapologi seperti di atas (point pertama), ternyata justru 
Nurcholish
 
-------------------------
12Charles Kurzman, ed. Wacana Islam Liberal, Paramadina, Jakarta, cetakan 1, 
2001, hal 502.
13Syaikh Muhammad Ali As-Shobuni, Mukhtashor Tafsir At-Thobari, Darus Shobuni, 
Kairo, 1402H, jilid 1,
hal 406.
14Kurzman, ibid.
 
Bersambung

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke