Ambo sangat setuju jo pandapek sa samo kami Rang Sikumbang iko Kenyataan kini, urang nan ingin beragama secara Kaffah dianggap Radikal, ujung2nya seperti pesanan Boss mereka di Barat sana ....akan merupakan Teroris
Yang OK bagi mereka adalah mendahulukan HAM dari Aqidah. Karena semua orang dianggapnya BEBAS Beragama secara yang mereka mau. Walau itu akan menistakan agama itu sendiri Telah kita lihat bagaimana Media membuat Opini untuk Kasus Cikeusik dan Temanggung, begitu juga untuk kasus HKBP Bekasi sebelumnya Di Cikeusik mereka hanya ribut karena diserang, tapi tidak bicara dalam hal mereka telah melanggar aturan mengembangkan Ahmadiyah HKBP Bekasi mereka hanya menyatakan diserang, tapi apakah ini penyerangan atau perkelahian ? Karena ada juga orang Islam yang luka oleh senjata mereka Yang dihujat hanya akibat saja, tanpa memperhitungkan apa yang menyebabkan terjadinya bentrokan tsb Selama ini yang banyak diberi kesempatan bicara adalah mereka yang menyatakan ahli HAM, walau dibelakangnya dirasakan pesan sponsor dari Kelompok Islam Liberal ini Target mereka adalah menghapuskan SKB Tiga Menteri yang dianggap menghalangi mereka dalam mengobok-obok Islam Kita sudah mengetahui mereka yang selama ini kita anggap pakar Islam, tapi kenyataannya akan memutar Kiblat kita dari yang diharuskan Islam Sekarang terserah kepada kita semua, akankah kita akan terbius oleh pemberitaan Media Masa terutama Elektronik dengan pikiran mereka yang dianggap pakar tsb, atau kita akan mempertimbangkan media cetak seperti Sabili,Hidayatullah dan sedikit media lain Mudah2an Allah memberkati kita dalam meluruskan hal ini Salam TR-St RA/56 Rang Sikumbang-Kiktenggi Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: adha jamil <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 1 Apr 2011 01:22:26 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Buya Syafii Maarif: Preman Berjubah Assallamualaikum wr wb... Bapak2 Ibu2 Uda dan uni serta dunsanak di Palanta. Sekian lama ambo bergabung di grup ini dan hanya sebagai pengamat, sangat banyak informasi juga ilmu yang didapatkan. Tapi ketika membaca postingan ini yang diunduh dari sumber lain (republika) rasanya "gata2" tangan ini untuk mengetik. Dikarenakan apa yang ditulis Bapak Ahmad Syafii Maarif sangat tidak mengena dihati ambo. Menurut beberapa teman, beliau (ASM) basicnya adalah sejarah islam, sehingga beberapa informasi (pendapat ??) berbeda dengan yang saya dapatkan dimana semestinya beliau pasti paham/tahu dengan hal tersebut. tidak seperti cara2 sementara pihak yang menyerbu suatu tempat yang mereka nilai berbahaya bagi islam seperti yang mereka pahami... ... MassyaAllah...Menegakkan yg Haq dan Menghapus yg Batil tidakkah itu tugas Hamba Allah (kurang dimana ilmu Islam beliau ???) ...ada pula fatwa MUI yang dijadikan dasar.. Astaghfirullahuladzim...bukankah Ulama penerus/penjaga ajaran Nabi...(dg adanya Ijjhitihad para Ulama) ...preman berjubah ???, jubah (just pakaian)...apa berbeda dg preman (berdasi, berkopiah haji, beruniform, ber gelar sepanjang tali baruak, berlindung dibalik kata2 kepentingan/suara rakyat) ...diotak mereka sudah lama menggebu syahwat ingin berkuasa melalui cara2 yg tidak beradab dan anti demokrasi..dst.......meraih kekuasaan dibalik dalil2 agama yg digunakan... ..hhhmmmm (tersenyum)...sejarah sudah membuktikan bahwa " rajo adil rajo disambah rajo lalim rajo disanggah " (beliau kan ahli sejarah islam)...PPP, PKS, PKB ..dll (religius), dibalik dalil apa mereka meraih kekuasaan ? ...rezim Taliban di Afghanistan adalah contoh yang dekat dengan masa kita yg ingin memutar jarum jam kebelakang.. AllahuAkbar...sebagai sejarawan islam, beliau pasti tahu karakter bangsa Afghanistan dlm menghadapi musuh (kata org betawi .."nggak ade matinye..") , SAya pernah membaca di majalah Hidayatullah (edisinya lupa, nanti dicarikan), Reportase langsung dr Afghanistan (lingkungan Taliban). Ternyata apa yang disampaikan oleh Bapak Ahmad Syafii Maarif (mgkn kita semua) hanya kutipan/informasi yang hanya didapatkan dr media cetak/televisi barat yang 100% tidak benar sama sekali Mohon maaf, saya tidak sepintar beliau atau bpk/ibu dunsanak di palanta menulis, tapi saya hanya menyampaikan apa yang saya tahu dan perlu diketahui di palanta ini. Wassallam AjoManih/41/Sikumbang - Pdg Pada 31 Maret 2011 15:43, Darwin Bahar <[email protected]> menulis: > > Republika, Selasa, 09 Agustus 2005 > > http://republika.co.id/kolom_detail.asp?id=208657&kat_id=19 > > Pada saat tersiar berita bahwa saya dan teman-teman dari lintas agama mau bertemu dengan Presiden Bush pada 22 Oktober 2003 di Bali, dalam masyarakat telah terjadi polarisasi penilaian. Ada yang menuduh bahwa kami akan menjadi corong Bush, tetapi ada pula yang menilainya positif. > > Jawaban saya waktu itu adalah: "Mana yang lebih kesatria, berhadapan langsung dengan musuh atau mengepalkan tinju dari balik gunung?" Setelah apa yang kami sampaikan yang kemudian disiarkan media massa, barulah kelompok yang skeptik paham bahwa kami yang memilih opsi pertama berada di jalan yang benar. Pada waktu saya bacakan pernyataan yang sudah disiapkan, Bush mendengar dengan baik, sekalipun menghantam politik imperialistiknya. > > Bagi saya pertemuan semacam itu penting, sebab kita punya kesempatan emas untuk menyampaikan apa yang terasa secara sopan tetapi tajam. Tidak seperti cara-cara sementara pihak yang menyerbu suatu tempat yang mereka nilai "berbahaya" bagi Islam seperti yang mereka pahami. Ada pula fatwa MUI yang dijadikan dasar. Cara semacam ini adalah cara preman yang berjubah, jauh dari sifat seorang ksatria. Kelompok inilah yang saya kategorikan sebagai mereka yang berani mati, tetapi tidak berani hidup, karena mereka tidak punya sesuatu, kecuali kekerasan, untuk ditawarkan bagi kepentingan kemanusiaan. > > Di otak belakang mereka sudah lama menggebu syahwat ingin berkuasa melalui cara-cara yang tidak beradab dan antidemokrasi. Mereka tidak segan-segan "membajak" Tuhan untuk meraih kekuasaan itu di balik dalil-dalil agama yang digunakan. Dan tidak jarang mereka dengan mudah dijadikan mangsa oleh pihak tertentu dengan diberi upah materi. Cara-cara almarhum Ali Moertopo menjinakkan bekas-bekas anggota DI adalah di antara contoh yang masih segar dalam ingatan kita. Cara itu pasti berulang, apalagi masyarakat kita sekarang sangat labil karena serba ketidakpastian menghadang masa depan. > > Sudah berapa kali saya lontarkan bahwa ujung sekularisme dan fundamentalisme hampir setali tiga uang. Sekularisme mengusir Tuhan dari lingkungan manusia karena dianggap sudah mati, sebagaimana Nietzsche pernah mengatakan, sementara fundamentalisme membajak Tuhan untuk kepentingan kekuasaan. Bedanya, sekularisme memberhalakan manusia dalam mencapai tujuannya yang serba duniawi, fundamentalisme berlindung di belakang jargon-jargon religius untuk membunuh peradaban. Rezim Taliban di Afghanistan adalah contoh yang dekat dengan masa kita yang ingin memutar jarum jam ke belakang. Mereka ingin membangun sebuah dunia cita-cita yang akal sehat tidak dapat memahaminya. Perempuan misalnya tidak perlu sekolah dan harus tinggal di rumah. > > Kesalahan fatal Amerika dan sekutunya adalah melakukan invasi ke negeri ini, sebuah tindakan biadab yang berlawanan dengan hukum internasional dan prinsip-prinsip demokrasi. Tindakan serupa juga kemudian dilakukan di Irak dengan dalih adanya senjata pemusnah massal, tetapi ternyata bohong belaka. Bahwa, Saddam Hussein kejam terhadap lawan-lawan politiknya, sudah diketahui umum. Tetapi, apa hak negara lain untuk menghukumnya? Doktrin pre-emptive strike (pukul dulu) berlawanan secara diametral dengan etika dan hukum internasional. Tetapi, etika dan hukum itu sudah tidak diabaikan oleh negara-negara kuat tetapi mengklaim sebagai benteng demokrasi. Sebuah kebohongan publik mereka bungkus dengan cara-cara manis, tetapi penuh bisa yang mematikan. > > Konstelasi politik global sekarang memang sangat pelik dan melelahkan, sementara dunia Islam seperti tidak mengerti apa yang harus dikerjakan. Suasana serba tidak menentu ini menjadi salah satu sebab mengapa kekuatan-kekuatan radikal mendapat lahan subur untuk melancarkan aksinya, apakah itu melalui teror, dan tidak jarang pula berlindung di balik dalil-dalil agama. Pesan Alquran sebagai rahmat bagi alam semesta telah lama dicampakkan entah ke mana. Tragis memang. Tetapi, inilah realitas getir yang harus dihadapi dengan sabar tetapi cerdas, sambil bekerja keras mencari solusi. > > Kemanusiaan tidak akan bisa tahan lama berada dalam lingkungan global yang serba hipokrit ini. Oleh sebab itu, kita yang masih siuman tidak boleh kehilangan perspektif dalam keadaan yang bagaimanapun. Akal sehat jangan dibiarkan mati dengan meniru cara-cara radikal dan senang dengan serba kekerasan yang risikonya hanya tunggal: menghancurkan peradaban dan diri sendiri, lambat atau cepat. Ya Allah, tunjukilah kami jalan-Mu yang benar dan lurus, jalan yang Engkau ridhai, bukan jalan yang Engkau benci, dan bukan pula jalan yang sesat. Tanpa petunjuk-Mu ya Allah, kami tentu akan bertualang tanpa arah, tidak tahu lagi ke mana langkah ini harus diayunkan. Amin! > > (Ahmad Syafii Maarif ) > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- visit http//come to/digitalworks a source for computer hobbyist -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
