Ingin memperoleh anggaran yang lebih besar dari Pemerintah Pusat adalah sah2 saja
Tapi hendaknya diperhitungkan juga kemampuan memanage dan menyerap Dana tersebut Sehari sebelumnya diberitakan perolehan Riau dari APBN akan disunat karena kegagalan membagikan dana BOS sampai batas waktu terakhir APBN Riau Bakal Disunat March 30th, 2011 by idris   M Nuh, Menteri Pendidikan Nasional JAKARTA (RP) – Anggaran untuk Provinsi Riau dari APBN terancam disunat pemerintah pusat. Pemotongan ini akan dilakukan sebagai sanksi, gagalnya Riau menerapkan program BOS, yang hingga hari ini masih terkendala. Kepastian pemotongan ditegaskan Menteri Pendidikan Nasional Prof Dr Mohd Nuh pada Riau Pos. Kementerian Diknas, katanya, sudah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sehubungan sanksi ini. ‘’Tolong disampaikan ya, Riau termasuk yang realisasi penyaluran BOS paling rendah,’’ kata Nuh. Ditanya soal rincian anggaran yang akan dipotong itu, Nuh —yang jadi pembicara dalam Forum Pemred Grup Jawa Pos di Bandung pekan lalu, mengatakan pemotongan itu bisa terjadi di semua sektor. ‘’Yang jelas, bagi yang tidak bisa menyalurkan BOS itu, pemerintah akan beri sanksi tegas. Bentuknya, ya pemotongan anggaran itu,’’ katanya. Sementara itu, Provinsi Riau yang sudah dapat peringatan sejak pertengahan Maret lalu, hingga kini masih belum menuntaskan penyaluran dana itu. Meski untuk menggesanya, Disdik Riau sudah men-deadline Disdik kabupaten/kota, namun jika akhir Maret ini tak tercapai, sanksi pemotongan APBN bagi Riau bakal merugikan rakyat provinsi ini. ‘’Kita memang sudah melampaui batas akhir penyaluran BOS dari Mendiknas. Namun masih ada waktu hingga akhir Maret nanti untuk menyalurkannya. Jangan sampai hingga batas waktu terakhir ini dana tersebut belum disalurkan,’’ ungkap Kepala Dinas Pendidikan Riau HM Wardan. Menurut Wardan, berdasar instruksi Mendagri, penyaluran dana ini sudah dilaksanakan sejak Februari. Namun berdasar pengamatan lapangan dan laporan dari tim BOS pusat masih ada beberapa daerah yang belum menyalurkannya, termasuk Riau. Karena itu, dengan instruksi ini, BOS sudah harus diperoleh akhir Maret nanti. Khusus untuk dana BOS, kata Wardan, memang tak lagi jadi tanggung jawab Disdik Riau. Seluruh penyaluran dilaksanakan kabupaten/kota masing-masing dan anggarannya juga sudah ada di kas daerah. Karena itu, dengan anggaran yang sudah ada tidak ada masalah dengan penyaluran. ‘’Semua anggaran sudah ada, tinggal didistribusikan. Jadi tak ada masalah dengan itu semua. Akhir Maret semua harus dilaksanakan,’’ ujarnya. Sementara itu, penyebab utama lambannya penyaluran dana BOS lebih karena Pemda tak punya daya inovasi. Banyak Pemda hanya terpaku pada aturan normatif. ‘’Pemerintah daerah kurang inovatif mencari terobosan agar dana BOS bisa sampai tepat waktu. Sikap itulah yang membuat daerah terpaku pada proses pencairan dana ke daerah harus membuat Rencana Kegiatan Anggaran dan menunggu disahkan DPRD,’’ ungkap Dirjen Pendidikan Dasar Kemdiknas, Suyanto ketika ditemui usai bertemu Ombudsman RI di Jakarta, Selasa (29/3). Padahal, menurut Suyanto, khusus untuk BOS ini cukup dengan membuat Perda saja, sehingga pencairan dana BOS dapat pengecualian. Mantan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini juga mengatakan, khusus untuk penyaluran BOS ini juga sudah diterbitkan surat edaran bersama Kemdiknas dan Kemdagri yang menyatakan bahwa dana BOS bisa langsung disalurkan dan Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) dapat dibuat sederhana. ‘’Pemda seharusnya bisa membuat peraturan daerah, agar penyalurannya bisa tepat waktu, tapi tidak menyalahi prosedur hukum,’’ tegasnya. Suyanto juga mengakui jika sosialisasi dana BOS pada para kepala dinas memang berlangsung maraton di detik-detik terakhir. ‘’Walaupun begitu pesan dari sosialisasi sudah sampai. Buktinya, Banyumas dan Jogjakarta, itu bisa tepat waktu, kenapa daerah lain tidak bisa.... Untuk sarana jalan raya dulu jalan di Riau dihancurkan oleh angkutan kayu balak sehingga hutannya habis punah. Sekarang yang didapat rakyat hanya banjir dan asap tahunan. Herannya tidak pernah ada perusahaan yang ditindak karena membakar lahan tersebut Saat ini jalan hancur oleh angkutan Batubara dan sawit Batu Bara diangkut ke Indah Kiat Perawang dan dari Kuansing/Inhu ke Perbatasan Jambi sehingga dari Inhu-Batas Jambi banyak kubangan kerbau ditengah jalan Selain itu untuk Sumatra Barat jalan Lintas Sumatra juga hancur, jalan yang didisain untuk kecepatan diatas 100 km/jam. Sebelum tahun 2000 kami bisa mengendarai mobil sekitar 140-160 km/jam disini. Kemaren kami jalani antara Sijunjung- Kiliran Jao. Kenyataannya sekarang lebih banyak menggunakan persnelling 2-3 karena jalannya hancur Kenapa perhatian pemerintah Propinsi agak kurang pada jalan negara ? Inikah berkah Otonomi ? Di Kalimantan, perusahaan tambang batu bara harus membuat jalan sendiri, tidak boleh menggunakan Public Road Kenapa di Sumatra, ratusan truk Fuso Raksasa dengan muatan sekitar 40 ton bisa bersileweran dijalan umum ? Apakah jalan yang dirawat dengan uang rakyat/pajak tsb. Bisa dengan bebas dirusak segelintir orang yang menjalankan bisnisnya ? Kalau ada yang bisa menanyakan ke Pemda Sumbar atau Kabupaten Dharmasraya dan Sijunjung itu baik sekali. Kenapa jalan bisa hancur oleh angkutan batu bara tsb ---TR Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
