Sanak TR n sanak palanta kasadonyo.
JB agak bauntungsenek soal Provinsi Riau ko.Ukatu pak Saleh Djasit jadi
Gubernur Riau n sdr Chaidir menjadi Ketua DPRD,berkesempatan basilatrurrahim jo
kedua tokoh Riau ko nn rang Minang walaun mereka ndak amuh ngaku rang Minang.
Dari segi lahiriah,tampak sekali kemakmuran n kekayaan para anggota DPRD n
kalangan teras Pemda Riau di Pakanbaru.
Selain mereka digaji dengan biaya APBD,juga mereka para pemimpin Riau ini
menikmati glontoran pitih (antaro 5 s/d 10 persen dari hasil minyak bu mi di
Duri,minas n Rumbai).
Mungkin sanak JB,dinda Arman Bahar Piliang dapek mampaluruih info JB ini.Io ado
glontoran pitih tu n bara banyaknyo.
Berkali-kali JB bakunjuang ka Pakanbaru baik jalan darek or udara,jelas
sekali,alun banyak pembangunan pisik nn dibangun untuk kepentingan masyarakik
badarai,terutama di Ibukota Proivinsi labiah2 di Kabupaten2 n kecamatan2 or
desa2.
Jadi bagi JB agak aneh kini kok kalaangan ekekutif n legislatif Riau
manangih mara nungi nasib kok APBD Sumbar labiah gadang dari Riau. Pemda Sumbar
dapek gadang talapeh dek kepintaran malobby Pusat plus ndak ado glontoran
pitih;karano rang Pusat tahu batua sikon di Sumbar bahwa setiap bantuan itu lai
ndak jiruih bana sampai ka ujuangnyo(masyarakat)
Jadi manuruik pangamatan JB,para pemimpin di Riau sangat makmur sedangkan
rakyat badarai hampir pudur sacaro kaseluruhan penduduk Riau.
JB Dt Rajo Jambi,72thn,sk Mandailiang di Padusunan,Pia man,kini di
Bonjer,Jakbar.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Mon, 4 Apr 2011 08:16:47
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] Dirintang Siamang Berbuai
Nan awak bincang kapatang, ado sangenek tambahannyo.....
Dirintang Siamang Berbuai---Riau Pos
April 4th, 2011 by idris

Setahun lalu, tepatnya 21 Juli 2010, Gubernur RZ melakukan pertemuan dengan
Forum Legislator Riau (FLR), tempatnya di Hotel Peninsula, Jakarta. Agendanya,
menemukan solusi bagaimana merebut dana APBN untuk Riau.
Tiga hari lalu, tepatnya hari Jumat 31 Maret 2011, Gubernur RZ kembali
mengadakan pertemuan di tempat yang sama, dengan agenda yang sama, tapi
forumnya beda.
Kali ini forum itu bernama Forum Parlemen Riau (FPR). Sebenarnya, hanya
jaketnya saja yang beda, badannya itu-itu juga. Artinya, FLR anggotanya adalah
Anggota DPR dan DPD asal Riau, FPR anggotanya juga anggota DPR dan DPD asal
Riau.
Hanya saja, yang disebut terakhir, pengurusnya merupakan presidium yang terdiri
atas dua orang utusan DPR, satu orang utusan DPD, dua orang utusan DPRD Riau
dan masing-masing satu orang dari DPRD kabupaten/kota. Jadi keanggotaan FPR
lebih melebar daripada FLR.
Yang menarik, baik dalam pertemuan tahun lalu, maupun dalam pertemuan tahun
ini, Gubernur RZ selalu kecewa. Masalahnya, tingkat kehadiran anggota parlemen
(DPR) asal Riau dinilai sangat minim.
Tahun lalu misalnya, dari 11 Anggota DPR, hanya dua orang yang hadir, yakni
Andi Rahman (Fraksi Partai Golkar), Sutan Sukarnotomo (Fraksi Partai Demokrat).
Dalam pertemuan tiga hari lalu, yang hadir tiga orang yakni, Lukman Edi (Fraksi
PKB), Ian Siagian (Fraksi PDIP) dan Adi Sukemi (Fraksi Partai Golkar). Dari
Dewan Perwakilan Daerah, empat orang anggota hadir lengkap.
Riau setiap tahun memang selalu menghadapi masalah dalam hal perolehan alokasi
dana APBN. Tidak sebagaimana diharapkan. Tahun 2008 Riau memperoleh DIPA Rp5,7
triliun, tahun 2009 Rp6,7 triliun, tahun 2010 Rp6,2 triliun, tahun 2011 malah
turun menjadi Rp4,2 triliun (riaunews.com).
Ironisnya, provinsi tetangga kita, Sumatera Barat, pada 2008 memperoleh DIPA
Rp12 triliun, 2009 Rp12,9 triliun, 2010 Rp13,4 triliun dan pada 2011 melejit
menjadi Rp16,4 triliun (padangmedia.com).
Tentu tak ada perasaan iri dengki, ini semata-mata hanya masalah pilihan
strategi dan barangkali masalah pencitraan. Riau agaknya bak ibarat pepatah,
selalu ”dirintang siamang berbuai”, asyik menghabiskan waktu untuk hal-hal yang
kurang relevan secara langsung dengan kebutuhan mendasar rakyat, sementara
APBN itu harus dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan
rakyat. Mungkin beda persepsi.
Kita agaknya perlu bicara dari hati ke hati dengan anggota DPR kita dengan
membuang ego yang berlebihan. Kita perlu membangun rasa saling percaya (trust).
Dengan demikian secara bersama-sama kita bisa menyiasati akar permasalahannya.
Pembentukan FPR akan memberi kesan tandingan bagi forum sejenis yang sudah ada,
sehingga justru akan menimbulkan masalah pada cohesiveness kita. Apalagi
kemudian FPR akan melakukan serangkaian rapat-rapat untuk membahas tata tertib,
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, sementara waktu berjalan terus.
Seperti ujian multuiple choice, kepemimpinan sering dihadapkan pada banyak
pilihan jawaban yang benar, tetapi ada satu yang paling sesuai dengan soalnya.
Hanya masalah pilihan***
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/