Mak JB sarato sanak Palanta RN nan ambo hormati.

Quote "*Selain mereka digaji dengan biaya APBD,juga mereka para pemimpin
Riau ini menikmati glontoran pitih (antaro 5 s/d 10 persen dari hasil minyak
bu mi di Duri,minas n Rumbai)."*
*
*
Sebelum reformasi, indak ado pitih saketek juo mailia ka daerah dari hasil
"Crude Oil" itu doh. Seluruh hasil bagian Pemerintah sekitar 85% produksi
setelah dipotong biaya masuak ka rekening Pemerintah di BI itu masuak
kadalam income pemerintah bagian pendapatan non pajak.

Banyak usaho dari dulu pemerintah daerah untuak mandapekkan bagian dari
hasil Migas tapi jaman Orde Baru sua nan barani mangecek untuak maminta
bagian.

Kalau Kontraktor karano biaya nan dikaluakan seluruhnyo menjadi bagian dari
biaya operasi di audit oleh BPKP nan indak akan mungkin mambuliahkan
kontraktgor minyak memberikan dana ke kepala daerah2.

Jadi bisa dimangarati bahwa Riau itu sangat ketinggalan dari daerah lain
dalam pembangunan infrastruktur karena jaman itu PAD diluar migas sangat
sakeketek.

Itulah sekelumit masalah di Riau maupun daerah lain kalau kayo dek minyak
sangsaro rakyat diatehnyo.
Jadi indak usahlah punyo Minyak ditanah awak labiah elok punyo SDM nan hebat
untuk mambangun nagari.

Salam Darwin Chalidi, Pernah basitungkin 30+ tahun diperminyakan, Tangerang
selatan

2011/4/4 <[email protected]>

>    Sanak TR n sanak palanta kasadonyo.
>
>    JB agak bauntungsenek soal Provinsi Riau ko.Ukatu pak Saleh Djasit jadi
> Gubernur Riau n sdr Chaidir menjadi Ketua DPRD,berkesempatan basilatrurrahim
> jo kedua tokoh Riau ko nn rang Minang walaun mereka ndak amuh ngaku rang
> Minang.
>
>   Dari segi lahiriah,tampak sekali kemakmuran n kekayaan para anggota DPRD
> n kalangan teras Pemda Riau di Pakanbaru.
> Selain mereka digaji dengan biaya APBD,juga mereka para pemimpin Riau ini
> menikmati glontoran pitih (antaro 5 s/d 10 persen dari hasil minyak bu mi di
> Duri,minas n Rumbai).
> Mungkin sanak JB,dinda Arman Bahar Piliang dapek mampaluruih info JB ini.Io
> ado glontoran pitih tu n bara banyaknyo.
>   Berkali-kali JB bakunjuang ka Pakanbaru baik jalan darek or udara,jelas
> sekali,alun banyak pembangunan pisik nn dibangun untuk kepentingan
> masyarakik badarai,terutama di Ibukota Proivinsi labiah2 di Kabupaten2 n
> kecamatan2 or desa2.
>
>   Jadi bagi JB agak aneh kini kok kalaangan ekekutif n legislatif Riau
> manangih mara nungi nasib kok APBD Sumbar labiah gadang dari Riau. Pemda
> Sumbar dapek gadang talapeh dek kepintaran malobby Pusat plus ndak ado
> glontoran pitih;karano rang Pusat tahu batua sikon di Sumbar bahwa setiap
> bantuan itu lai ndak jiruih bana sampai ka ujuangnyo(masyarakat)
>  Jadi manuruik pangamatan JB,para pemimpin di Riau sangat makmur sedangkan
> rakyat badarai hampir pudur sacaro kaseluruhan penduduk Riau.
>
>   JB Dt Rajo Jambi,72thn,sk Mandailiang di Padusunan,Pia man,kini di
> Bonjer,Jakbar.
> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> Sender: [email protected]
> Date: Mon, 4 Apr 2011 08:16:47
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [R@ntau-Net] Dirintang Siamang Berbuai
>
>
>
> Nan awak bincang kapatang, ado sangenek tambahannyo.....
>
>
>
> Dirintang Siamang Berbuai---Riau Pos
>
>
>
> April 4th, 2011 by idris
>
> 
>
> Setahun lalu, tepatnya 21 Juli 2010, Gubernur RZ melakukan pertemuan
> dengan Forum Legislator Riau (FLR), tempatnya di Hotel Peninsula, Jakarta.
> Agendanya, menemukan solusi bagaimana merebut dana APBN untuk Riau.
>
> Tiga hari lalu, tepatnya hari Jumat 31 Maret 2011, Gubernur RZ kembali
> mengadakan pertemuan di tempat yang sama, dengan agenda yang sama, tapi
> forumnya beda.
>
> Kali ini forum itu bernama Forum Parlemen Riau (FPR). Sebenarnya, hanya
> jaketnya saja yang beda, badannya itu-itu juga. Artinya, FLR anggotanya
> adalah Anggota DPR dan DPD asal Riau, FPR anggotanya juga anggota DPR dan
> DPD asal Riau.
>
> Hanya saja, yang disebut terakhir, pengurusnya merupakan presidium yang
> terdiri atas dua orang utusan DPR, satu orang utusan DPD, dua orang utusan
> DPRD Riau dan masing-masing satu orang dari DPRD kabupaten/kota. Jadi
> keanggotaan FPR lebih melebar daripada FLR.
>
> Yang menarik, baik dalam pertemuan tahun lalu, maupun dalam pertemuan tahun
> ini, Gubernur RZ selalu kecewa. Masalahnya, tingkat kehadiran anggota
> parlemen (DPR) asal  Riau dinilai sangat minim.
>
> Tahun lalu misalnya, dari 11 Anggota DPR, hanya dua orang yang hadir, yakni
> Andi Rahman (Fraksi Partai Golkar), Sutan Sukarnotomo (Fraksi Partai
> Demokrat). Dalam pertemuan tiga hari lalu, yang hadir tiga orang yakni,
> Lukman Edi (Fraksi PKB), Ian Siagian (Fraksi PDIP) dan Adi Sukemi (Fraksi
> Partai Golkar). Dari Dewan Perwakilan Daerah, empat orang anggota hadir
> lengkap.
>
> Riau setiap tahun memang selalu menghadapi masalah dalam hal perolehan
> alokasi dana APBN. Tidak sebagaimana diharapkan. Tahun 2008 Riau memperoleh
> DIPA Rp5,7 triliun, tahun 2009 Rp6,7 triliun, tahun 2010 Rp6,2 triliun,
> tahun 2011 malah turun menjadi Rp4,2 triliun (riaunews.com).
>
> Ironisnya, provinsi tetangga kita, Sumatera Barat, pada 2008 memperoleh
> DIPA Rp12 triliun, 2009 Rp12,9 triliun, 2010 Rp13,4 triliun dan pada 2011
> melejit menjadi Rp16,4 triliun (padangmedia.com).
>
> Tentu tak ada perasaan iri dengki, ini semata-mata hanya masalah pilihan
> strategi dan barangkali masalah pencitraan. Riau agaknya bak ibarat pepatah,
> selalu ”dirintang siamang berbuai”, asyik menghabiskan waktu untuk hal-hal
> yang kurang relevan secara langsung dengan  kebutuhan mendasar rakyat,
> sementara APBN itu harus dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi peningkatan
> kesejahteraan rakyat. Mungkin beda persepsi.
>
> Kita agaknya perlu bicara dari hati ke hati dengan anggota DPR kita dengan
> membuang ego yang berlebihan. Kita perlu membangun rasa saling percaya
> (trust). Dengan demikian secara bersama-sama kita bisa menyiasati akar
> permasalahannya.
>
> Pembentukan FPR akan memberi kesan tandingan bagi forum sejenis yang sudah
> ada, sehingga justru akan menimbulkan masalah pada cohesiveness kita.
> Apalagi kemudian FPR akan melakukan serangkaian rapat-rapat untuk membahas
> tata tertib, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, sementara waktu
> berjalan terus.
>
> Seperti ujian multuiple choice, kepemimpinan sering dihadapkan pada banyak
> pilihan jawaban yang benar, tetapi ada satu yang paling sesuai dengan
> soalnya. Hanya masalah pilihan***
>
>
>
>
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>  1. E-mail besar dari 200KB;
>  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>  3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>  1. E-mail besar dari 200KB;
>  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>  3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke