Kondisi Hutan Sumbar Sangat Memperihatinkan

Senin, 11 April 2011 06:05 WIB | 595 Views

Oleh: Derizon Yazid
   <http://img.antaranews.com/new/2011/04/ori/20110411121805hutanpadang.jpg>

(Ilustrasi) Hutan rusak akibat penebangan pohon terlihat di kaki Bukit
Barisan, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat (FOTO
ANTARA/Iggoy el Fitra )
Berita Terkait

   - Walhi Sumsel : Pembangunan Sarana SEA Games Ke-26 Langgar
Hukum<http://www.antaranews.com/news/251976/walhi-sumsel--pembangunan-sarana-sea-games-ke-26-langgar-hukum>
   - RUU Pengadaan Tanah Berpotensi Jadi Pemicu
Konflik<http://www.antaranews.com/news/251046/ruu-pengadaan-tanah-berpotensi-jadi-pemicu-konflik>
   - Menhut Tidak Pernah Keluarkan Izin Tol Kaltim Bukit
Soeharto<http://www.antaranews.com/news/249297/menhut-tidak-pernah-keluarkan-izin-tol-kaltim-bukit-soeharto>
   - Walhi: Jangan Buka Kebun Sawit di
HST<http://www.antaranews.com/news/248796/walhi-jangan-buka-kebun-sawit-di-hst>
   - Dua Aktivis Walhi Divonis Tiga Bulan
Penjara<http://www.antaranews.com/news/246648/dua-aktivis-walhi-divonis-tiga-bulan-penjara>

 Padang (ANTARA News) - Aksi pembalakan liar menyebabkan kondisi hutan di
Sumatera Barat (Sumbar) sangat memperihatinkan, para pelaku pembalakan liar
hanya mencari keuntungan saja tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan,
bencana pasti saja akan mengancam.

Sebagimana diketahui bencana seperi tanah longsor dan banjir sering terjadi
di Sumbar. Tidak sedikit menelan korban jiwa bahkan kerugian material akibat
ulah manusia tidak lagi mau menjaga hutan lindung.

Sekarang ini kondisi hutan di Sumbar semakin memprihatinkan dengan tingkat
kerusakan diperkirakan telah mencapai 50 persen dari luas area yang ada.
Akibat tingginya tingkat tindak pembalakan liar dan sistem perladang
berpindah dilakukan oknum tidak bertanggung jawab.

"Laju kerusakan hutan di Sumbar kini mencapai 60 ribu hektare per tahun atau
meningkat dari tahun sebelumnya 52 ribu hektare per tahun, " kata Manajer
Program Walhi Sumbar, Khalid Syaifullah.

Dia mengatakan hal tersebut terkait terjadinya sejumlah bencana banjir dan
tanah longsor pada sejumlah daerah di Sumbar yang hampir sebagian besar
disebabkan kondisi hutan kritis.

"Hutan kritis di Sumbar kini semakin meluas dengan terus terjadi tindak
penebangan liar dan lemahnya pengawasan dari instansi terkait dan aparat
keamanan," katanya.

Selain menyebabkan terjadinya sejumlah bencana akibat hutan kritis di
Sumbar, juga mengancam daerah tetangganya, Provinsi Riau dan Jambi, karena
hutan di Sumbar merupakan daerah penyangga bagi daerah lain, sehingga jika
kawasan tersebut rusak akan berdampak terjadinya bencana di daerah lain.

"Sebagian besar sungai-sungai di provinsi tetangga seperti Jambi dan Riau
bermuara di Sumbar, seperti sungai Batanghari di Jambi," katanya.

Kerusakan hutan di Sumbar hampir terjadi merata di seluruh kabupaten/kota,
dengan total kerusakan diperkirakan mencapai 60 persen dari 2,6 juta luas
areal hutan yang ada.

Beberapa daerah yang kondisi hutannya telah kritis tersebut di antaranya
sepanjang Bukit Barisan, Dharmasraya, Pesisir Selatan, dan Solok.

Kerusakan hutan tersebut terjadi akibat masih terusnya penebangan liar
dilakukan pihak tidak bertanggung jawab, dan kondisi itu terjadi akibat
lemahnya penegakan hukum aparat, serta minimnya pengawasan.

"Pemerintah perlu memberikan perhatian serius tentang kondisi ini, jika
hutan kritis terus dibiarkan tanpa adanya upaya reboisasi akan berdampak
rusaknya peradaban manusia di masa depan," kata Khalid Syaifullah.

Sementara itu kawasan Hutan konservasi pada dua daerah yang ada di Sumbar,
yakni daerah Sijunjung dan Pasaman mengalami kerusakan cukup parah.

Keberadaan hutan konservasi di Sumbar ini terus digoroti para perambah hutan
dan aksi pembalakan liar. Menyebabkan hilangnya fungsi kawasan hutan
konservasi akibat perambah hutan dan aksi pembalakan liar tersebut, kata
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumbar, Gusril.

Fungsi kawasan hutan tersebut seakan terabaikan dan luput dari perhatian
masyarakat sebagai penyangga resapan air dan kehidupan berbagai satwa dan
biota dilindungi berada dalam hutan.

"Kawasan hutan lindung itu sebagian besar sudah berubah fungsi menjadi
perkebunan hutan tanaman industri dan kelapa sawit baik yang berada di
wilayah pantai maupun pada lokasi perbukitan," katanya.

Luas hutan konservasi di Provinsi Sumbar 250.000 hektare, menurut Gusril,
namun pihak belum tahu pasti berapa persen mengalami kerusakan akibat
perambah hutan dan aksi pembalakan liar.

Akibat kerusakan kawasan hutan konservasi tersebut, sejumlah hewan
dilindungi seperti populasi harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae)
terancam punah.

Berkurangnya luas habitat tersebut telah memicu terjadi `konflik` antara
satwa langka tersebut dengan penduduk yang bermukim di sekitar kawasan hutan
itu. "Tidak sedikit harimau Sumatera mati dan warga meninggal dunia diterkam
harimau, "kata Gusril.

Kawasan hutan konservasi di Sumbar yang rusak perlu diselamatkan berbagai
pihak, termasuk masyarakat, karena fungsinya sangat besar bagi kehidupan
manusia dan hewan langka serta biota lainnya.

Dalam dua tahun terakhir kawasan tersebut kembali dipertahankan, baik
kawasan hutan yang masih utuh maupun sudah dibuka secara liar oleh perambah.

Untuk mengantisipasi kerusakan kawasan hutan konservasi yang ada di Sumbar,
pihak BKSDA mengupayakan penghijauan kembali hutan tersebut.

"Kita juga melakukan pengamanan kawasan hutan konservasi dengan cara
pendekatan kekeluargaan,"kata Gusril.


Kondisi Hutan Gunung Singgalang

Ketika Tim Ekspedisi Bukit Barisan melakukan penjelajahan dan penelitian di
sekitar kawasan hutan Gunung Singgalang, Kabupaten Agama, Sumatera Barat.
Kondisi hutan di kawasan tersebut sangat memprihatinkan, kata Sub.Korwil
Sumbar Tim Ekspedisi Bukit Barisan, Mayor Inf Benny Rahadian Chaniago.

Selama satu bulan penjelajahan dan penelitian di kawasan hutan di Gunung
Singgalang menemukan hutan lindung sudah banyak gundul akibat penebangan
liar. "Ada beberapa titik hutan lindung di kawasan Gunung Singgalang sudah
gundul akibat penebangan hutan,"kata Benny Rahadian Chaniago.

Tim Ekspedisi menemukan kayu serta pohon sudah ditebang secara liar oleh
orang tak bertanggungjawab di kawasan hutan lindung Gunung Singgalang.

"Diperkirakan pohon bekas penebangan liar yang ditemukan kawasan Gunung
Singgalang tersebut sudah lama terjadi,"katanya.

Menurut Benny Rahadian Chaniago, penebangan hutan dilakukan secara liar
orang tak bertanggungjawab sangat berdampak sekali dalam kehidupan manusia.

"Jika pohon besar terus saja ditebang secara liar ketika hujan lebat
mengguyur bencana tanah longsor akan mengancam,"katanya.

Disamping itu juga berakibat rusaknya ekosistem di dalam hutan lindung
kawasan Gunung Singgalang. "Sejumlah hewan yang hidup di dalam hutan lindung
dikhawatirkan akan punah akibat penebangan hutan tersebut,"kata Benny
Rahadian Chaniago.

Benny menambahkan tim ekspedisi Bukit Barisan memang baru satu bulan memulai
tugas penjelajahan dan penelitian di Gunung Singgalang. Masih ada waktu
sekitar empat bulan lagi untuk melanjutkan ekspedisi.

"Walau begitu, kami telah berhasil menembus puncak Singgalang , menemukan
sejumlah flora dan fauna langka, sekaligus melihat sejumlah kawasan hutan
terkelupas akibat penebangan secara liar, " kata Benny Rahadian Chaniago.

Selian itu beberapa daerah di Kabupaten Agam juga kita melihat kondisi hutan
sangat kritis, juga sangat rawan terjadinya bencana tanah longsor dapat
mengancam keselamatan manusia, jika sewaktu hujan turun lebat mengguyur.

Benny mengatakan, prihatin melihat kondisi hutan lindung di berada kawasan
Gunung Singgalang, Kabupaten Agama, sehingga dilakukan aksi penanam 592
batang pohon.

"Aksi penanaman pohon tersebut dilakukan pada kaki serta pinggang kawasan
Gunung Singgalang, aksi ini melibat masyarakat di kawasan Gunung Singgalang
serta Kodim, Kormil, serta pemerintahan Kabupaten Agam,"katanya.

Menurutnya, kegiatan ini berguna sekali untuk mengingatkan kembali peran
penting penghijauan di perbukitan dan di pegunungan, selain tempat sumber
air, juga sebagai penghalang terjadinya bencana longsor.

Selain memberikan penyuluhan tentang penghijauan secara tindak lanjut juga
mengingatkan kembali kesadaran masyarakat agar bisa merawat dan menjadikan
gunung yang tidak gundul sebagai sumber pencarian, bukan hanya dinikmati
saja, diharapkan akan bisa menjaga dan melestarikan sumber daya alam.

Disamping itu mensosialisasikan keindahan serta keunikan adanya faura dan
fauna, bunga angrek khas serta hewan yang telah dinyatakan punah ternyata
masih ada di sana. masyarakat harus mengetahui bahaya dari kegundulan,"kata
Benny Rahadian Chaniago.


Sumbar Rawan Bencana

Wilayah Sumbar merupakan daerah rawan banjir dan longsor karena memiliki
topografi perbukitan dan pegunungan.

Hampir semua kawasan ini umumnya terjadi bencana. Ibaratnya Sumbar ini
etalase bencana. Apapun bencananya terjadi di Sumbar. Mulai dari banjir,
gempa, longsor, angin puting beliung, letusan gunung api, abrasi pantai.

Bencana bukan hanya karena kondisi geografis seperti terletak di jalur
gempa, atau dekat dengan pantai. "Bencana juga dipicu ulah manusia, karena
tidak ramah lingkungan. Banjir dan tanah longsor menjadi bencana paling
sering melanda sebagian besar kawasan Sumbar,"kata Kabid.Penanggalang
Bencana BPBD Sumbar, Ade Edwar.

Bencana banjir sendiri paling sering terjadi di Agam, Pesisir Selatan,
Padang dan Padangpariaman. Sedangkan untuk longsor menjadi langganan di
Agam, Padang, Padangpariaman dan Tanahdatar.

"Hampir dua tahun terakhir kejadian bencana di Sumbar terus mengalami
peningkatan. Terlebih lagi dengan kejadian gempa pada 30 September 2009 yang
melanda hampir kawasan Sumbar,"kata Ade Edwar.

Sangat khawatir masyarakat yang tinggal di tebing maupun perbukitan terkena
tanah longsor dan banjir bandang. "Kebanyakan masyarakat Sumbar senang
mendiami daerah rawan bencana (longsor dan banjir),"katan Ade Edwar.


Komit Berantas Illegal Logging

Pihak kepolisian tetap komit untuk memberantas aksi illegal logging
(Pembalakan liar)."Kita akan tetap komit untuk memberantas para pelaku
pembalakan liar yang terjadi di wilayah hukum Sumbar," kata Kabid.Humas
Polda Sumbar.AKBP.Kawedar.

Ilegal loging menjadi salah satu prioritas kegiatan yang diberantas."Dampak
dari ilegal logging di Sumbar sudah terasa dengan hawa panas yang cukup
menyengat serta terjadinya bencana dimana-mana,"katanya.

Untuk itu komitmen bersama semua pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan
dari tangan-tangan jahil juga sangat diharapkan.

"Bagaimanapun tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah di
sini, kami tidak dapat berbuat banyak," tandasnya.

Jika hutan telah gundul akibat pembalakan liar imbasnya pasti ke masyarakat
juga jika terjadi bencana tanah longsong maupun banjir.

Siapa saja yang terlibat dalam aksi pembalakan liar di wilayah hukum Sumbar
pasti akan ditangkap. Hal ini terlihat beberapa waktu lalu jajaran Polresta
Solok Selatan berhasil menangkap oknum anggota Brimob dari Polda Jabar
diduga membawa kayu illegal.

"Untuk memberantas aksi pembalakan liar yang sering terjadi di wilayah hukum
Sumbar, kita juga berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas
Kehutanan," katanya. (ZON/K005/K004)

*Editor: B Kunto Wibisono*
COPYRIGHT © 2011

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke