Ingin juga kita tahu, dari manakah gerangan anggaran biaya untuk pembangunan 
Monumen Perjuangan PDRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia) itu. 
Apakah biayanya dari anggaran pemerintah pusat atau daerah?

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif

--- In [email protected], "sjamsir_sjarif" <hambociek@...> wrote:
>
> Maa angku Afrijon
> sarato Rang Lapau nan Basamo
> 
> Sakadar mampaluruih sejarah,   "sebuah Monumen besar yang bertuliskan
> Monumen Perjuangan PRRI ......... "   mungkin salah baco angku Afrijon
> jo Rombongan.  Monumen itu bukanlah Monumen Perjuangan PRRI (Pemerintah
> Revolusionaer Repulblik Indonesia, 1958-61) tetapi adalah Monument PDRI
> (Pemerintah Darurat Republik Indonesia, akhir 1948-49). Mr Sjarfruddin
> Prawiranegara, antara lain-lain,  memang ada di Sumpur Kudus waktu PDRI
> tetapi tidak waktu PRRI. Monumen PDRI ada di Kototinggi (Limapuluh Kota)
> dan mugkin juga di Abai Sangir (Solok Selatan); ketiga Nagari ini
> tercatat penting dalam Sejarah hijrah PDRI.
> 
> Monumen itu relatif baru karena waktu MakNgah di Sumpur Kudus 1958-60
> monument itu belum ada. Waktu dalam satu kunjungan ke Sumpur Kudus di
> ambang sore 7 tahun yang lalu, awal 2004, baru Makngah lihat adanya
> monument itu.
> 
> Salam,
> -- MakNgah
> Sjamsir Sjarif
> Rang Bunian Rimbo Sumpu
> Santa Cruz, California, April 12, 2011
> 
> 
> --- In [email protected], Afrijon Afrijon <aafrijon@> wrote:
> >
> > Selesai berkoordinasi dengan Wali Nagari SA rombongan berangkat menuju
> Sawah Lunto melalui jalan tanah yang sudah lama namun kami sangat
> menikmati panorama alam yang luar biasa indah, kami menikmati hamparan
> bukit-bukit berlapis yang dihiasi ladang ladang masyarakat yang
> terhampar luas dan tterliahat jelas dari SA kearah Sawah Lunto, kami
> melalui batu-batu terjal kecil dan tepi-tepi jurang yang sangat
> menantang menambah asyiknya perjalanan dari desa ke desa yang kami
> lalui.
> >
> > Sesampai di Sawah Lunto kami makan siang disebuah Lapau Nasi dengan
> sisti prasmanan tempat langganan sanak AZ biasa berhenti, makan yang
> nikmat sekali.
> >
> > Selesasi makan kami berkeliling kota Sawah Lunto dan dialanjutkan
> dengan Shalat Zuhur di Masjid Raya Sawah Lunto yang mempunyai menara
> yang sangat tinggi.
> >
> > Perjalanan kami lanjutkan ke Sumpur Kudus  dengan mengambil jalan
> pintas melalui Padang Ganting, Atar, Lintau dan terus mnyelusuri
> lereng-lereng bukit yang indah dengan hamparan hutan hijau yang luas,
> bukit-bukit berlapis bagaikan ranjau ranjau bumi yang tertancap kokoh
> menghiasi perjalanan menuju Sumpur Kudus, jalan denga aspat mulus penuh
> belokan turunan dan tikungan menambah semakin penasarannya kami untuk 
> cepat sampai di Sumpur Kudus.
> >
> > 1,5 jam lebih kurang perjalanan sampailah kami disebuah jembatan yang
> airnya mengalir jernih, sanak AZ langsung mengasih tau kalai ini adalah
> Sungai Batang Sumpur, darah berdebar melihat indah dan alaminya suasana
> daerah ini dan tak jauh dari situ kami sudah ketemu dengan sebuah
> Monumen besar yang bertuliskan Monumen Perjuangan PRRI .........
> >
> > Monumen inilah sebagai pintu awal masuk Nagari Sumpur Kudus yang penuh
> keramahan penuh kekeluargan, menakjubkan memman didalam hutan nan jauh
> dari pusat kota terdapat perkampungan yang besar yang ramai penduduknya.
> >
> > Setelah berkoordinasi dan beramah tamah dengan Wali Nagari Sumpur
> Kudus ini kami diantar oleh Staf Nagari (ZulWardi) untuuk. Ziarah ke
> Makam Syekh Ibrahim dan makam Raja Ibadat yang terdapat disitu, namun
> karena hari sudah larut sore kami tidak sempat lagi melihat tempat
> bersejarah lainnya seperti, Markas Tentara PRRI, Rumah yang pernah
> didiami Presiden Syafrudin Prawiranegara, dan berbagai tempat rekreasi
> serta kesenian asli lainnya.
> >
> > Disini saya menyadari bahwa betapa penttingnya Sumpur Kudus bagi
> Masyarakat Minang Kabau karena disini terjadi beberapa peristiwa besar
> dalam sejarah Minang Kabau dan perkembangan Islam sebagai Agama yang
> membuat adat Minang semakin kokoh, dan disini pula saya tau kalau di
> negri ini pulalah lahir seorang tokoh agama yang moderat yang cukup
> dikenal di Indonesia malah di dunia diala Buya Prof. Dr. Syafi'i
> Ma'arif,
> >
> > Sumpur Kudus memang pantas untuk dijadikan wisata Nagari bagi para
> pencinta ke indahan alam Minang Kabau.
> >
> > (Bersambung)
> >
> > Tks
> > Afrijon Ponggok
> > 44, L, sdg di Muaro Sijunjung


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke