setelah alfatihah dan shalawat,
ini kado saya buat IJP,
lagu rancak "39" dari Queen yang dimainkan dan dinyanyikan langsung oleh sang 
jenius brian may (gitaris queen, PhD astrofisika dan Rektor Universitas John 
Moores, Liverpool).

http://www.youtube.com/watch?v=CqOdu2xjlBA

semoga mencerahkan hati IJP yang kelihatannya masih mendung ditinggal franky 
sahilatua kemarin.

salam,

akmal n. basral
42+, cibubur.



--- In [email protected], "Indra J Piliang" <pi_liang@...> wrote:
>
> Terima kasih Uda Akmal dan uda2, uni2. Maaf, telat menjawab. Tgl 19 April 
> lalu saya ulang tahun ke 39. Usia semakin berkurang. 
> 
> Ingat, Uda Akmal. Bagaimana novelnya? Semoga semakin sukses, ya, sbg seorg 
> pengarang nan novelis :)
> 
> IJP
> 39+2Hari
> ~~."IJP".~~
> 
> -----Original Message-----
> From: "Akmal N. Basral" <anb99@...>
> Sender: [email protected]
> Date: Thu, 21 Apr 2011 05:47:22 
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] 
> http://www.indrapiliang.com/2011/04/21/mas-franky-sungguh-saya-berhutang/
> 
> 
> Happy belated birthday, IJP.
> 
> masih ingat 10 tahun lalu kita jadi narsum di EKI bersama Eep S. Fatah (waktu 
> itu dia sedang liburan dari Ohio), dan Hikmat Darmawan (yang kini di Jepang) 
> lalu Sujiwo Tejo membuat drama pendek dari salah satu cerpen Sutardji Calzoum 
> Bachri?
> 
> Salam,
> 
> Akmal Nasery Basral
> 
> --- In [email protected], Indra Jaya Piliang <pi_liang@> wrote:
> >
> > Mas Franky, Sungguh Saya BerhutangKamis, 21 April 2011  Mas Franky, Sungguh 
> > Saya Berhutang     Oleh  Indra J Piliang     Untaian
> >  lagu seakan teman yang setia, setiap kali manusia berada dalam 
> > kesendiriannya. Bisa dibayangkan, bagaimana lagu (dalam artian 
> > keseluruhan menyangkut music, syair, nada, sampai irama dan penyanyinya)
> >  telah mengikat manusia dalam imajinasi tertentu. Barangkali tidak 
> > sepenuhnya sama dengan imajinasi yang dilantunkan oleh pencipta lagu. 
> > Tetapi, dalam sebuah "konser kecil" di dalam rumah kontrakan atau sedang
> >  berkemah di alam bebas, lagu-lagu tertentu telah menjadi identitas 
> > kolektif manusia.      Tadi
> >  malam, saya bertemu untuk terakhir kali dengan jenazah Franky 
> > Sahilatua. Seorang musisi yang idealis. Seseorang yang diingat sebagai 
> > pejuang, bukan hanya lewat syair, melainkan juga dengan tindakan. 
> > Keterlibatannya hampir total dalam setiap kali ada pameran kepedulian 
> > terhadap masalah-masalah rakyat. Tidak heran kalau Franky tiba-tiba 
> > muncul dengan sosok yang lebih politis, sekalipun dengan kandungan 
> > kemanusian yang lengkap, pada hari-hari terakhir kehidupannya.      Nama
> >  Franky Sahilatua akrab di telinga anak-anak remaja era 1980-an. Saya 
> > hanyalah salah seorang di antara anak-anak remaja itu, ketika menempuh 
> > pendidikan Sekolah Menengah Atas di SMA 2 Pariaman, Sumatera Barat. 
> > Dalam keterbatasan pergaulan, mengingat saya masuk jurusan A-1 (Fisika),
> >  alias anak-anak yang paling cerdas di sekolah (ehem), tentu tidak 
> > banyak sosok yang suka bersenandung di kelas kami.      Satu
> >  yang saya ingat bernama Surya. Julukannya si Bulan, karena mukanya ada 
> > jerawat batu. Wajahnya yang putih memperlihatkan jerawat yang tak 
> > sembuh-sembuh itu. Si Bulan inilah yang suka bersenandung, duduk di 
> > belakang. Kalau ada kericuhan, si Bulan ini sering jadi tersangka. 
> > Barangkali karena asal SMP-nya yang minoritas pas SMA. Dia anak Pasaman.
> >       Saya
> >  tak ingat, apakah si Bulan ini suka bernyanyi lagu-lagu Franky. Yang 
> > jelas, perlahan saya memiliki koleksi kaset Franky Sahilatua. Ketika di 
> > kelas dua terjadi "perubahan identitas diri" dalam diri kami, yakni 
> > munculnya sikap individu yang semakin kuat, maka perlahan saya mendapat 
> > julukan si Franky. Ya, nick name. Nama itu mengacu kepada Franky 
> > Sahilatua. Teman-teman SMA lain juga memiliki nama panggilan diluar nama
> >  asli, seperti Bram, Ricci, dllnya. Tentu ada julukan tambahan, sesuai 
> > dengan ciri fisik seperti si Bulan.  M Noval, misalnya, 
> > mendapat julukan si Peot, karena salah satu giginya lebih panjang dari 
> > gigi yang lain. Ada yang dapat julukan si Elang, karena hidungnya 
> > semancung hidung bule. Saya juga dapat julukan si Cengkok, karena tangan
> >  kiri saya patah sejak taman kanak-kanak di Mentawai. Jadi, untuk satu 
> > anak di SMA saya, ada tiga sebutan atau nama panggilan.      Tapi
> >  jangan salah, tidak semua orang di lingkungan sekolah boleh memanggil 
> > si Franky atau si Cengkok. Harus yang benar-benar paling akrab. 
> > Misalnya, kalau Franky adalah sebutan yang "diijinkan" untuk lingkungan 
> > Kelas A-1 saja. Sementara si Cengkok, hanya boleh untuk teman-teman yang
> >  paling akrab atau genk di Kelas A-1. Ada anggota genk dari Kelas A-2, 
> > jago karate dan kung fu. Genk ini adalah untuk anak-anak yang pulang 
> > sekolah atau pergi sekolah saja. Anggota genk tidak selamanya harus satu
> >  kost. Nama teman satu kost saya adalah Syahrul, tetapi dia lebih banyak
> >  masuk genk anak-anak lain yang "lebih alim".      Dalam
> >  dinamika kehidupan seperti itulah kaset-kaset Iwan Fals, Ebiet G Ade, 
> > Chrisye, dan Franky Sahilatua muncul. Dan segera kaset-kaset itu 
> > membentuk komunitas penyenandung. Tentu ada juga grup-grup band lain, 
> > seperti Panbers, Salem (asal Malaysia). Acara olah suara masuk dalam 
> > agenda rutin berupa class meeting (pertandingan kesenian dan olahraga). 
> > Karena saya aktif juga di Pramuka, maka lagu-lagu balada menemani setiap
> >  kali ada kegiatan hiking, berkemah, dan lain-lain.      Syair-syair dalam 
> > lagu Franky terasa lebih dekat dengan kehidupan saya sebagai anak kampung.  
> > Sejak
> >  sekolah dasar sampai SMA, pulang pergi ke rumah saya melewati sungai 
> > berair deras. Namanya Batang Naras. Baru tahun 2011 ini sebuah jembatan 
> > hadir di kampong saya. Bisa dibayangkan, setiap kali sungai banjir, lalu
> >  menyeberangi sungai atau mencari ikan, senandung kecil lagu-lagu balada
> >  otomatis akan menghiasi mulut. Namun, karena memang bukan penghafal 
> > yang baik, jarang lagu-lagu itu hafal seluruh baitnya.      Syair
> >  lagu Ebiet G Ade memang juga bertema alam. Tetapi ada yang terasa 
> > hilang, konteks dari lagu-lagu itu tidak terlalu terlihat. Terlalu jauh 
> > ruang imajinasi yang harus disediakan, untuk bisa memahami syair-syair 
> > Ebiet G Ade. Sementara, untuk lagu-lagu Franky Sahilatua, terasa ada 
> > konteksnya "Surabaya yang panas", "Kereta", dan semacamnya. Begitu juga 
> > dengan lagu-lagu Iwan Fals, saya lebih menangkap maknanya ketika kuliah 
> > di UI. Ada "nuansa politik" dalam lagu-lagu Iwan. Sebagai anak kampong, 
> > tentu nuansa politis yang dibawa lagu-lagu Iwan Fals terasa jauh.      
> > Singkat
> >  kata, Franky Sahilatua telah membawakan imajinasi kolektif yang tidak 
> > liar ke alam pikiran masa SMA saya. Makanya, ketika kuliah di UI mulai 
> > tahun 1991, saya mencari kaset-kasetnya. Memang, mendengarkan kaset 
> > Franky di lingkungan Jakarta dan Depok tentu berbeda dengan mendengarkan
> >  di kesunyian malam hari di dusun saya yang jauh dari suara-suara 
> > apapun, kecuali suara alam. Baru tahun 2000-an kampong saya mulai 
> > mendengar suara-suara knalpot motor di malam hari, itupun terbatas.      
> > Jadi,
> >  ketika menempuh perjalanan selama 3 jam pergi dan 2 jam pulang ke 
> > rumah, menjenguk jasad Franky Sahilatua, bagi saya itu adalah sebuah 
> > ucapan terima kasih. Walau di usia akhirnya saya mengenal Franky sebagai
> >  seorang teman diskusi. Dalam masa pilpres 2009, saya beberapa kali 
> > ketemu Franky, begitupun sesudahnya. Kalau ada massa berkumpul di 
> > jalanan Jakarta, Franky dipastikan menyelip di antaranya, apalagi kalau 
> > disediakan tenda untuk mengisi acara berupa nyanyian.      Mas
> >  Franky, "Dia yang memanggil saya dengan sebutan `Bung Indra'", selamat 
> > jalan. Alam akan kembali sunyi tanpa nyanyianmu. Mudah-mudahan di alam 
> > sana, semakin banyak syair yang kau tulis dan inspirasikan kepada 
> > musisi-musisi baru kami. Selamat jalan. Terima kasih. Saya sudah 
> > berhutang kepadamu…
> > 
> > -- 
> > .
> > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
> > http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> > ===========================================================
> > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> > - DILARANG:
> >   1. E-mail besar dari 200KB;
> >   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
> >   3. One Liner.
> > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & 
> > mengganti subjeknya.
> > ===========================================================
> > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> > http://groups.google.com/group/RantauNet/
> >
> 
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke