trims IJP udah doanya juga.

Soal novel, akhir bulan/awal Mei ini keluar lagi novel saya "BATAS",
setting Entikong, daerah border Kalbar dengan Sarawak, Malaysia.
Ada isu lingkungan hidup, human trafficking, dll.

Filmnya akan edar mid-Mei, digarap Rudi Soedjarwo, produksi Keana Production 
(Marcella Zalianty) yang juga sebagai aktris utama.

Kalau sempat nonton ya, karena nggak banyak sineas kita yang mau berpayah-payah 
membuat film dengan variasi tema seperti Marcella.

Salam,

Akmal Nasery Basral
Cibubur


--- In [email protected], "Indra J Piliang" <pi_liang@...> wrote:
>
> Terima kasih Uda Akmal dan uda2, uni2. Maaf, telat menjawab. Tgl 19 April 
> lalu saya ulang tahun ke 39. Usia semakin berkurang. 
> 
> Ingat, Uda Akmal. Bagaimana novelnya? Semoga semakin sukses, ya, sbg seorg 
> pengarang nan novelis :)
> 
> IJP
> 39+2Hari
> ~~."IJP".~~
> 
> -----Original Message-----
> From: "Akmal N. Basral" <anb99@...>
> Sender: [email protected]
> Date: Thu, 21 Apr 2011 05:47:22 
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] 
> http://www.indrapiliang.com/2011/04/21/mas-franky-sungguh-saya-berhutang/
> 
> 
> Happy belated birthday, IJP.
> 
> masih ingat 10 tahun lalu kita jadi narsum di EKI bersama Eep S. Fatah (waktu 
> itu dia sedang liburan dari Ohio), dan Hikmat Darmawan (yang kini di Jepang) 
> lalu Sujiwo Tejo membuat drama pendek dari salah satu cerpen Sutardji Calzoum 
> Bachri?
> 
> Salam,
> 
> Akmal Nasery Basral
> 
> --- In [email protected], Indra Jaya Piliang <pi_liang@> wrote:
> >
> > Mas Franky, Sungguh Saya BerhutangKamis, 21 April 2011  Mas Franky, Sungguh 
> > Saya Berhutang     Oleh  Indra J Piliang     Untaian
> >  lagu seakan teman yang setia, setiap kali manusia berada dalam 
> > kesendiriannya. Bisa dibayangkan, bagaimana lagu (dalam artian 
> > keseluruhan menyangkut music, syair, nada, sampai irama dan penyanyinya)
> >  telah mengikat manusia dalam imajinasi tertentu. Barangkali tidak 
> > sepenuhnya sama dengan imajinasi yang dilantunkan oleh pencipta lagu. 
> > Tetapi, dalam sebuah "konser kecil" di dalam rumah kontrakan atau sedang
> >  berkemah di alam bebas, lagu-lagu tertentu telah menjadi identitas 
> > kolektif manusia.      Tadi
> >  malam, saya bertemu untuk terakhir kali dengan jenazah Franky 
> > Sahilatua. Seorang musisi yang idealis. Seseorang yang diingat sebagai 
> > pejuang, bukan hanya lewat syair, melainkan juga dengan tindakan. 
> > Keterlibatannya hampir total dalam setiap kali ada pameran kepedulian 
> > terhadap masalah-masalah rakyat. Tidak heran kalau Franky tiba-tiba 
> > muncul dengan sosok yang lebih politis, sekalipun dengan kandungan 
> > kemanusian yang lengkap, pada hari-hari terakhir kehidupannya.      Nama
> >  Franky Sahilatua akrab di telinga anak-anak remaja era 1980-an. Saya 
> > hanyalah salah seorang di antara anak-anak remaja itu, ketika menempuh 
> > pendidikan Sekolah Menengah Atas di SMA 2 Pariaman, Sumatera Barat. 
> > Dalam keterbatasan pergaulan, mengingat saya masuk jurusan A-1 (Fisika),
> >  alias anak-anak yang paling cerdas di sekolah (ehem), tentu tidak 
> > banyak sosok yang suka bersenandung di kelas kami.      Satu
> >  yang saya ingat bernama Surya. Julukannya si Bulan, karena mukanya ada 
> > jerawat batu. Wajahnya yang putih memperlihatkan jerawat yang tak 
> > sembuh-sembuh itu. Si Bulan inilah yang suka bersenandung, duduk di 
> > belakang. Kalau ada kericuhan, si Bulan ini sering jadi tersangka. 
> > Barangkali karena asal SMP-nya yang minoritas pas SMA. Dia anak Pasaman.
> >       Saya
> >  tak ingat, apakah si Bulan ini suka bernyanyi lagu-lagu Franky. Yang 
> > jelas, perlahan saya memiliki koleksi kaset Franky Sahilatua. Ketika di 
> > kelas dua terjadi "perubahan identitas diri" dalam diri kami, yakni 
> > munculnya sikap individu yang semakin kuat, maka perlahan saya mendapat 
> > julukan si Franky. Ya, nick name. Nama itu mengacu kepada Franky 
> > Sahilatua. Teman-teman SMA lain juga memiliki nama panggilan diluar nama
> >  asli, seperti Bram, Ricci, dllnya. Tentu ada julukan tambahan, sesuai 
> > dengan ciri fisik seperti si Bulan.  M Noval, misalnya, 
> > mendapat julukan si Peot, karena salah satu giginya lebih panjang dari 
> > gigi yang lain. Ada yang dapat julukan si Elang, karena hidungnya 
> > semancung hidung bule. Saya juga dapat julukan si Cengkok, karena tangan
> >  kiri saya patah sejak taman kanak-kanak di Mentawai. Jadi, untuk satu 
> > anak di SMA saya, ada tiga sebutan atau nama panggilan.      Tapi
> >  jangan salah, tidak semua orang di lingkungan sekolah boleh memanggil 
> > si Franky atau si Cengkok. Harus yang benar-benar paling akrab. 
> > Misalnya, kalau Franky adalah sebutan yang "diijinkan" untuk lingkungan 
> > Kelas A-1 saja. Sementara si Cengkok, hanya boleh untuk teman-teman yang
> >  paling akrab atau genk di Kelas A-1. Ada anggota genk dari Kelas A-2, 
> > jago karate dan kung fu. Genk ini adalah untuk anak-anak yang pulang 
> > sekolah atau pergi sekolah saja. Anggota genk tidak selamanya harus satu
> >  kost. Nama teman satu kost saya adalah Syahrul, tetapi dia lebih banyak
> >  masuk genk anak-anak lain yang "lebih alim".      Dalam
> >  dinamika kehidupan seperti itulah kaset-kaset Iwan Fals, Ebiet G Ade, 
> > Chrisye, dan Franky Sahilatua muncul. Dan segera kaset-kaset itu 
> > membentuk komunitas penyenandung. Tentu ada juga grup-grup band lain, 
> > seperti Panbers, Salem (asal Malaysia). Acara olah suara masuk dalam 
> > agenda rutin berupa class meeting (pertandingan kesenian dan olahraga). 
> > Karena saya aktif juga di Pramuka, maka lagu-lagu balada menemani setiap
> >  kali ada kegiatan hiking, berkemah, dan lain-lain.      Syair-syair dalam 
> > lagu Franky terasa lebih dekat dengan kehidupan saya sebagai anak kampung.  
> > Sejak
> >  sekolah dasar sampai SMA, pulang pergi ke rumah saya melewati sungai 
> > berair deras. Namanya Batang Naras. Baru tahun 2011 ini sebuah jembatan 
> > hadir di kampong saya. Bisa dibayangkan, setiap kali sungai banjir, lalu
> >  menyeberangi sungai atau mencari ikan, senandung kecil lagu-lagu balada
> >  otomatis akan menghiasi mulut. Namun, karena memang bukan penghafal 
> > yang baik, jarang lagu-lagu itu hafal seluruh baitnya.      Syair
> >  lagu Ebiet G Ade memang juga bertema alam. Tetapi ada yang terasa 
> > hilang, konteks dari lagu-lagu itu tidak terlalu terlihat. Terlalu jauh 
> > ruang imajinasi yang harus disediakan, untuk bisa memahami syair-syair 
> > Ebiet G Ade. Sementara, untuk lagu-lagu Franky Sahilatua, terasa ada 
> > konteksnya "Surabaya yang panas", "Kereta", dan semacamnya. Begitu juga 
> > dengan lagu-lagu Iwan Fals, saya lebih menangkap maknanya ketika kuliah 
> > di UI. Ada "nuansa politik" dalam lagu-lagu Iwan. Sebagai anak kampong, 
> > tentu nuansa politis yang dibawa lagu-lagu Iwan Fals terasa jauh.      
> > Singkat
> >  kata, Franky Sahilatua telah membawakan imajinasi kolektif yang tidak 
> > liar ke alam pikiran masa SMA saya. Makanya, ketika kuliah di UI mulai 
> > tahun 1991, saya mencari kaset-kasetnya. Memang, mendengarkan kaset 
> > Franky di lingkungan Jakarta dan Depok tentu berbeda dengan mendengarkan
> >  di kesunyian malam hari di dusun saya yang jauh dari suara-suara 
> > apapun, kecuali suara alam. Baru tahun 2000-an kampong saya mulai 
> > mendengar suara-suara knalpot motor di malam hari, itupun terbatas.      
> > Jadi,
> >  ketika menempuh perjalanan selama 3 jam pergi dan 2 jam pulang ke 
> > rumah, menjenguk jasad Franky Sahilatua, bagi saya itu adalah sebuah 
> > ucapan terima kasih. Walau di usia akhirnya saya mengenal Franky sebagai
> >  seorang teman diskusi. Dalam masa pilpres 2009, saya beberapa kali 
> > ketemu Franky, begitupun sesudahnya. Kalau ada massa berkumpul di 
> > jalanan Jakarta, Franky dipastikan menyelip di antaranya, apalagi kalau 
> > disediakan tenda untuk mengisi acara berupa nyanyian.      Mas
> >  Franky, "Dia yang memanggil saya dengan sebutan `Bung Indra'", selamat 
> > jalan. Alam akan kembali sunyi tanpa nyanyianmu. Mudah-mudahan di alam 
> > sana, semakin banyak syair yang kau tulis dan inspirasikan kepada 
> > musisi-musisi baru kami. Selamat jalan. Terima kasih. Saya sudah 
> > berhutang kepadamu…
> > 
> > -- 
> > .
> > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
> > http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> > ===========================================================
> > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> > - DILARANG:
> >   1. E-mail besar dari 200KB;
> >   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
> >   3. One Liner.
> > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & 
> > mengganti subjeknya.
> > ===========================================================
> > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> > http://groups.google.com/group/RantauNet/
> >
> 
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke