Untuk tahun dan tanggal yang disampaikan dibawah mungkin salah :

. ....antara tahun 2002 – 2003 (saya tidak  ingat persis, yang pasti ketika itu 
saya belum lulus SLTA)

Ambo raso sekitar th 1962-1965. Maso jayanya PKI

Mungkin juo katiko Hamka alah dalam tahanan atau sabalunnyo ?


---TR

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "Darwin Bahar" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 22 Apr 2011 05:26:32 
To: Palanta Rantaunet<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: @ Mak Darwin, soal Hamka ... Re: [R@ntau-Net] Kepahlawanan Hamka 
Ter

Nakan Akmal sarato Sanak Sa Palanta nan Ambo Hormati

Alhamdulillah, terima kasih atas pencerahan soal kalimat Nakan Akmal: "sudah
tidak pada saatnya mengusulkan pahlawan nasional hanya berdasarkan
primordialisme, apalagi dalam jumlah banyak sekaligus".

BTW,  setantang polemik mengenai  tudingan plagiator terhadap Buya Hamka,
kebetulan  saya yang ketika itu saya masih murid sebuah SLTA di JL
Percetakan Negara Jakarta, mengikutinya dari media. Saya masih ingat tuduhan
itu pertama kali dilontarkan oleh Abdullah di rubrik LENTERA yang diasuh
Pramudya di harian Bintang Timur yang berafiliasi kepada Partai Komunis
Indonesia (PKI), antara tahun 2002 - 2003 (saya tidak  ingat persis, yang
pasti ketika itu saya belum lulus SLTA). Saya malah sempat membaca
"Majdulin"-nya  Manfaluthi yang diterjemahkan dengan sangat indah ke bahasa
Indonesia oleh Ali Audah. Seperti kita ketahui,  Ali Audah. juga
menerjemahkan Biografi Nabi yang ditulis oleh Haikal.

Dan tentu saja apa yang dikemukakan HB Jassin berikut alasan-alasannya,
bahwa Buya Hamka tidak melakukan  plagiarisme benar adanya.

Dari rubrik LENTERA itu pula Pramudya meneror dengan ganasnya para  seniman
dan sastrawan yang berseberangan dengannya dan melakukan perlawanan
intelektual terhadap kediktatoran Bung Karno -- terutama--para penanda tangan
"Manifes Kebudayaan, yang distigmakan sebagai kelompok "Manikebu",  seperti
HB Jassin alm,  GM, Bur Rasuanto, Taufiq Ismail (ketika itu masih
menggunakan nama Taufiq AG Ismail, Arifin C Noor alm dan Soe Hok Djim (Arif
Budiman). Seperti diketahui, sebagai  akibatnya  para sastrawan tersebut
tidak boleh menerbitkan karya mereka di mana saja. Para PNS seperti HB
Jassin dan Taufiq Ismail dipecat dari jabatannya. Dan seperti ditulis GM
dalam Caping tanggal 9 Agustus 2010, di masa "demokrasi terpimpin", yang
sudah membredel sejumlah surat kabar dan majalah dan memenjarakan sejumlah
orang, misalnya Mochtar Lubis, larangan itu punya efek yang tak main-main

Sejak saat itu penilaian saya terhadap pribadi Pramudya rendah sekali.
Satu-satunya bukunya yang dpernah saya baca dulu adalah "Midah si Manis
Bergigi Emas'. Hanya kemudian seperti kita ketahui, karena dizalimi oleh
pemerintah ORBA banyak orang bersimpati, terutama yang tidak tahu kurenahnya
dulu. Apalagi dia sering tampil seperti 'orang suci'  Yang tahu, seperti
Mochtar Lubis mengembalikan hadiah Magsaysay yang diterimanya sebelumnya,
ketika Pram menerima hadiah yang sama dari the Ramon Magsaysay Award
Foundation. 

Itu beberapa hal yang saya ingat dari salah satu aspek sejarah masa lalu
yang saya ikut menyaksikan, yang masih menyisakan kekaguman saya sampai saat
ini kepada sejumlah sastrawan kelompok "Manikebu"--termasuk GM tentu saja--
sebagai sastrawan, intelektual, humanis dan pejuang demokrasi yang konsisten
dan berdedikasi tinggi.

Wallahualam bissawab

Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 68-)

. 


 
<http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/message/141751;_ylc=X3oDMTJzb2k3dHV
rBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzExMjAxMjcEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MzI5NzI5BG1zZ0lkAzE0MTc
1MQRzZWMDZG1zZwRzbGsDdm1zZwRzdGltZQMxMzAzMzg5NjI3> @ Mak Darwin, soal Hamka
... Re: [R@ntau-Net] Kepahlawanan Hamka Ter 


Posted by: "Akmal N. Basral"
<mailto:[email protected]?Subject=%20Re%3A%20%40%20Mak%20Darwin%2C%20soal%20Ha
mka%20%2E%2E%2E%20Re%3A%20%5BR%40ntau-Net%5D%20Kepahlawanan%20Hamka%20Ter>
[email protected] 


Wed Apr 20, 2011 10:42 pm (PDT) 



Mak Darwin Bahar nan ambo muliakan,
insya Allah saya paham bahwa Buya Hamka bukan hanya milik Minang, bukan
hanya milik Indonesia, bahkan milik dunia Islam.

1/
Waktu saya kuliah di FISIP UI, salah seorang cucu Buya, Amalia, adalah
senior saya. Lalu sekitar tahun 1988, kami satu jurusan (Sosiologi FISIP UI)
"studi banding" ke Unand dan sekitarnya (biar agak mirip dengan DPR saketek
lah yo mak). Dan setelah "studi banding" 1 hari, kami "raun-raun" selama
beberapa hari di beberapa obyek wisata Minang (samo juo dengan anggota Dewan
yo mak), salah satunya mangunjungi rumah Buya di pinggiran danau Maninjau.

Lalu ketika ambo mulai tertarik sastra, dan mambaco saat tinggi-tingginyo
tuduhan PAT (Pramoedya Ananta Toer) terhadap karya Buya Hamka,
"Tenggelammnya Kapal Van Der Wijck", ambo palajari karya nan dituduahkan
itu, "Al Majdulin" karya sastrawan tuna netra Mesir, Mustafa Al-Manfaluthi.

Ternyata, karya Manfaluthi ko juo tapangaruah karya sastrawan Prancis,
Alphonse Karr yang judulnya "Sous les Tilleul", dalam baso awaknyo kiro-kiro
"Di bawah Pohon (semacam) Limau". 

Pada carito Monsieur Karr ko, namo tokoh carito adalah Stephan dan
Magdalene, yang dalam baso Arab-Mesir, manjadi "Majdulin (Magdalene)". Salah
satu terjemahan dalam bahasa Indonesia thd novel ini memberikan judul:
Magdalena: Di Bawah Pohon Tilia (yang ambo raso dilakukan untuak manjaga
rima/rhyme kalimat antara "Magdalena" dan "Tilia" dari "Tilleul")

Sangkek carito, manuruik HB Jassin, Buya Hamka indak malakuin plagiatisme
nan dituduahkan PAT, meski karya "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk" dengan
tokoh Zainuddin-Hayati memang memiliki kemiripan problematik dengan tokoh
Stephan-Magdalene (dari Alphonse Karr yang tetap dipertahankan Manfaluthi).
Salah satu perbedaannya, jelas pada setting sosial, kultural, dan geografis
karya Buya Hamka sudah begitu, menurut istilah sekarang "lokal", dengan
tokoh yang berbudaya Minang, dalam sebuah perjalanan kapal Belanda, yang
akhirnya tenggelam di lepas pantai Brondong, Lamongan (kisah sebenarnya,
kapal itu tenggelam pada 28 Oktober 1936). Jadi, keahlian Buya Hamka sebagai
sastra yang membuat jalin berkelindan antara imajinasi kisah Zai-Hayati
dalam setting historis, membuat ini layak disebut sebagai karya baru, meski
tentu saja layaknya banyak karya sastra lain, selalu terpengaruh oleh
karya-karya sebelumnya.

Itu baru dari satu sisi Buya Hamka sebagai sastrawan, belum lagi dari sisi
beliau sebagai seorang ulama.

2

 

//////////////

Salam,

Akmal Nasery Basral
Cibubur.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke