Assalamu'alaikum. w.w. Pak Asmun Syueib yang saya hormati, jo dunsanak kasadonyo yang saya cintai.
Mohon maaf atas ketidak sabaran saya menunggu jawaban pak Mochtar Naim. Ini hanya sebagai calak-calak ganti asah, panunggu tukang alun tibo. Himbauan bapak pada poin d mungkin ada benarnya untuk menghindari segala macam konflik, sehingga dapat hidup tenteram. Akan tetapi masalahnya, konflik ini telah tercipta sejak dari mula. Kalau kita ikuti sejarah perjuangan yang bersifat kedaerahan, daerah-daerah yang konflik dengan penjajah belanda adalah daerah-daerah yang kental ke Islamannya. Sekian orang Sultan dan para penguasa yang nota bene Islam ketika itu, mau atau tidak mau pasti berhadapan dengan belanda. Perlu juga dicatat yang gigih menentang penjajah adalah orang-orang yang terganggu aqidah dan ibadahnya dengan kedatangan belanda. Sementara orang-orang yang bukan Islam lebih banyak memilih jalan tengah, atau malahan bekerja sama dengan belanda. Demikian juga orang-orang Islam dengan keimanan yang lemah ataupun kurang pengetahuan tentang Islam, sehingga kita mengenal ada belanda hitam dan belanda putih. Dalam perjuangan kemerdekaan, pejuang-pejuang gigih tercatat dalam sejarah adalah orang-orang yang memang tinggi ke Islamannya dengan harapan kemerdekaan Indonesia akan memerdekakan orang-orang Islam (Panji Masyarakat, …. lupa terbitan, Hidayatullah … juga lupa terbitan tahun berapa). Dan desakan para pejuang yang tergabung dalam BPUPKI terhadap Soekarno supaya mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan meletakkan Piagam Jakarta sebagai dasar (Pancasila versi Piagam Jakarta), adalah merupakan wujud nyata untuk mendirikan Negara berdasarkan Islam. Desakan ini oleh Soekarno dikembalikan dengan mengutus Kasman Singodimejo kepada para alim ulama, kiyai dan santri ketika itu, untuk melakukan dialog (melobi) dengan janji Soekarno bahwa NKRI versi mereka akan dibuat setelah kemerdekaan tercapai. Namun kemudian setelah merdeka Soekarno mengingkari janjinya dan tetap melaksanakan apa maunya (Hidayatullah,…. Th 2002). Sidang Dewan konstituante yang sudah sampai pada final setelah bersidang lima tahun menginginkan ditegakkannya Negara berdasarkan Piagam Jakarta (Islam), dibubarkan oleh Soekarno dengan alasan terlalu lama bersidang, tapi yang sebenarnya adalah ketakutan kehilangan kekuasaannya. Dan kemudian membubarkan Masyumi sebagai partai yang dikhawatiri akan mengakhiri kekuasaan nya (Hidayatullah, … th 2002). Nah pak Asmun, dari situ kita melihat, NKRI yang ada sekarang bukanlah NKRI yang diinginkan mayoritas rakyat Indonesia ketika itu. (Tentu pak Asmun bilang, kajian terperinci mengenai ini mesti dilakukan dulu, …tapi itulah kenyataan sejarah). Baik, ….. hal di atas ada, kalau kita fokus berbicara mengenai NKRI itu sendiri. Tapi dibalik itu semua, hasrat ini akan terpulang kepada diri pribadi orang-per-orang berdasarkan referensi, tempat berpijak, dimana ia menempatkan dirinya. Setiap orang akan berpendapat menurut tempat dimana ia berpijak. Bagi orang yang menempatkan dirinya sebagai rakyat Indonesia (Indonesia-nya didahulukan sebelum hamba Tuhan), tentu akan berpikir bagaimana berbakti, bersetia hati, memajukan dan membangun Indonesia dan hidup di bawah payung Pancasila (versi UUD 45) yang juga mengakui agama Islam sebagai salah satu agama dan dapat hidup layak. Dalam arti kata, Islam hanyalah salah satu agama yang dipeluknya, yang diatur oleh departemen agama, dan dia bebas memilih agama mana saja dan bertukar-tukar agama, karena berada dalam NKRI. Toh lima agama itu diakui oleh NKRI sekarang. Tapi bagi orang yang menempatkan dirinya sebagai hamba Tuhan (baca : hamba Allah), akan menempatkan dirinya sebagai hamba yang patuh kepada-Nya, yang tiap hari secara konsisten diikrarkannya dengan menyebut sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah saja, akan menempatkan NKRI di bawah agamanya. Yang dengan demikian NKRI mestilah mengikuti apa yang diperintahkan Allah kepadanya. Karena dia adalah hamba Allah, Tuhan yang mengatakan “tidak diciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk menyembah kepada-Ku”(QS: 51:56). Sehingga ia berfikir bahwa dirinya tidak akan diciptakan Tuhan, atau penciptaannya tidak berarti apa-apa bila tidak menyembah-Nya Hamba Allah, yakni hamba kepada Tuhan yang mengatakan “Sesungguhnya hukum itu tiada lain kecuali milik Allah (QS: 6: 57)”, yang akhirnya akan menempatkan UUD mengikuti apa yang difirmankan Tuhan kepadanya. Hamba Allah yang percaya kepada janji-janji Tuhannya, Tuhan yang akan memberikan sorga jannatun na’im apabila di dunia ini ia berjuang untuk Tuhannya dan menegakkan negara dan memerintah sesuai dengan petunjuk Tuhannya dalam Kitab-Nya (Al-Qur-an). Hamba Allah yang percaya kepada rasul utusan-Nya yang mengatakan “barang siapa yang fanatik golongan maka ia bukan dari golongan kami”(al-hadits), yang takut nanti terusir dari barisan Nabi-nya di padang mahsyar, sebelum masuk sorga. Hamba Allah yang percaya bahwa negara yang makmur (baldhatun tayyibah), dan dapat keampunan dari Tuhannya (wa rabbun gahaafur) hanya dapat tercapai dengan berlandaskan Islam. Oleh sebab itu pak Asmun, semuanya kembali terpulang kepada individu masing- masing dimana ia menempatkan diri, mendahulukan imannya sebagai hamba Tuhan atau mendahulukan hidupnya sebagai individu Indonesia. Berpikiran jangka panjang (merentangi masa dan alam, dunia dan akhirat) atau berpikiran jangka pendek (hidup untuk kesenagan dirinya di alam dunia semata). Calak-calak ganti asah pak Asmun, panunggu tukang alun tibo. Wassalam St. Sinaro -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
