Aww. Anak Nagari Minangkabau "Sutan Sinaro" nan berbahagia.
aaa) Menarik kajian tasabuik dan ambo pribadi senang sekali sambie manunggu 
kusie datang kito cubo pilah2 dulu duduk pakaronyo supayo indak salah jalan 
atau salah katujuan.
bbb) Nanti kito dapeik pabincangan satu sessi di RN iko untuk mancari ujung 
pangka dan harapan kami Moderator diparalukan dalam mendapekkan kebenaran atau 
hal nan ingin kito ambik manfaatnyo.
ccc) Wassalam,
Asmun (Lk/66/Depok)


--- Pada Sen, 25/4/11, Sutan Sinaro <[email protected]> menulis:

Dari: Sutan Sinaro <[email protected]>
Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] NII DAN NII
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 25 April, 2011, 11:54 AM

Assalamu'alaikum. w.w.
 
Pak Asmun Syueib yang saya hormati, jo dunsanak kasadonyo yang saya cintai.

Mohon maaf atas ketidak sabaran saya menunggu jawaban pak Mochtar Naim.
Ini hanya sebagai calak-calak ganti asah, panunggu tukang alun tibo.

Himbauan bapak pada poin d mungkin ada benarnya untuk menghindari segala 
macam konflik, sehingga dapat hidup tenteram. Akan tetapi masalahnya, 
konflik ini telah tercipta sejak dari mula. 
     Kalau kita ikuti sejarah perjuangan yang bersifat kedaerahan, 
daerah-daerah yang
konflik dengan penjajah belanda adalah daerah-daerah yang kental ke Islamannya. 
Sekian orang Sultan dan para penguasa yang nota bene Islam ketika itu, mau atau 
tidak 
mau pasti berhadapan dengan belanda. Perlu juga dicatat yang gigih menentang 
penjajah
adalah orang-orang yang terganggu aqidah dan ibadahnya dengan kedatangan 
belanda.
Sementara orang-orang yang bukan Islam lebih banyak memilih jalan tengah, atau
malahan bekerja sama dengan belanda. Demikian juga orang-orang Islam dengan
keimanan yang lemah ataupun kurang pengetahuan tentang Islam, sehingga kita
mengenal ada belanda hitam dan belanda putih.
      Dalam perjuangan kemerdekaan, pejuang-pejuang gigih tercatat dalam 
sejarah adalah
orang-orang yang memang tinggi ke Islamannya dengan harapan kemerdekaan 
Indonesia
akan memerdekakan orang-orang Islam (Panji Masyarakat, …. lupa terbitan, 
Hidayatullah
 … juga lupa terbitan tahun berapa).
Dan desakan para pejuang yang tergabung dalam BPUPKI terhadap Soekarno 
supaya mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan meletakkan 
Piagam Jakarta sebagai dasar (Pancasila versi Piagam Jakarta), adalah 
merupakan wujud nyata untuk mendirikan Negara berdasarkan Islam. Desakan 
ini oleh Soekarno dikembalikan dengan mengutus Kasman Singodimejo kepada 
para alim ulama, kiyai dan santri ketika itu, untuk melakukan dialog 
(melobi) dengan janji Soekarno bahwa NKRI versi mereka akan dibuat 
setelah kemerdekaan tercapai. Namun kemudian setelah merdeka Soekarno 
mengingkari janjinya dan tetap melaksanakan apa maunya (Hidayatullah,…. Th 
2002). 
    Sidang Dewan konstituante yang sudah sampai pada final setelah bersidang 
lima tahun menginginkan ditegakkannya Negara berdasarkan Piagam Jakarta 
(Islam), 
dibubarkan oleh Soekarno dengan alasan terlalu lama
 bersidang, tapi yang 
sebenarnya adalah ketakutan kehilangan kekuasaannya. Dan kemudian membubarkan 
Masyumi sebagai partai yang dikhawatiri akan mengakhiri kekuasaan nya 
(Hidayatullah, … th 2002).
   Nah pak Asmun, dari situ kita melihat, NKRI yang ada sekarang bukanlah 
NKRI yang diinginkan mayoritas rakyat Indonesia ketika itu. (Tentu pak 
Asmun bilang, kajian terperinci mengenai ini mesti dilakukan dulu, …tapi 
itulah kenyataan sejarah). 
Baik, ….. hal di atas ada, kalau kita fokus berbicara mengenai NKRI itu 
sendiri. Tapi dibalik itu semua, hasrat ini akan terpulang kepada diri 
pribadi orang-per-orang berdasarkan referensi, tempat berpijak, dimana 
ia menempatkan dirinya. Setiap orang akan berpendapat menurut tempat 
dimana ia berpijak.
     Bagi orang yang menempatkan dirinya sebagai rakyat Indonesia 
(Indonesia-nya 
didahulukan sebelum hamba Tuhan), tentu akan
 berpikir bagaimana berbakti, 
bersetia hati, memajukan dan membangun Indonesia dan hidup di bawah payung 
Pancasila (versi UUD 45) yang juga mengakui agama Islam sebagai salah satu 
agama dan dapat hidup layak. Dalam arti kata, Islam hanyalah salah satu 
agama yang dipeluknya, yang diatur oleh departemen agama, dan dia bebas 
memilih agama mana saja dan bertukar-tukar agama, karena berada dalam NKRI. 
Toh lima agama itu diakui oleh NKRI sekarang.
    Tapi bagi orang yang menempatkan dirinya sebagai hamba Tuhan 
(baca : hamba Allah), akan menempatkan dirinya sebagai hamba yang patuh 
kepada-Nya, yang tiap hari secara konsisten diikrarkannya dengan menyebut
sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah saja,
akan menempatkan NKRI di bawah agamanya. Yang dengan demikian NKRI mestilah
mengikuti apa yang diperintahkan Allah kepadanya. Karena dia adalah hamba Allah,
 Tuhan yang mengatakan “tidak diciptakan jin dan manusia 
kecuali hanya untuk menyembah kepada-Ku”(QS: 51:56). Sehingga ia berfikir bahwa 
dirinya tidak akan diciptakan Tuhan, atau penciptaannya tidak berarti apa-apa 
bila 
tidak menyembah-Nya
Hamba Allah, yakni hamba kepada Tuhan yang mengatakan “Sesungguhnya hukum 
itu tiada lain kecuali milik Allah (QS: 6: 57)”, yang akhirnya akan menempatkan 
UUD
 mengikuti apa yang difirmankan Tuhan kepadanya.
   Hamba Allah yang percaya kepada janji-janji Tuhannya, Tuhan yang akan 
memberikan 
sorga jannatun na’im apabila di dunia ini ia berjuang untuk Tuhannya dan 
menegakkan 
negara dan memerintah sesuai dengan petunjuk Tuhannya dalam Kitab-Nya 
(Al-Qur-an).
Hamba Allah yang percaya kepada rasul utusan-Nya yang mengatakan “barang siapa
yang fanatik golongan maka ia bukan dari golongan kami”(al-hadits), yang takut 
nanti 
terusir dari barisan Nabi-nya di padang mahsyar, sebelum masuk sorga.
Hamba Allah yang percaya bahwa negara yang makmur (baldhatun tayyibah), dan 
dapat 
keampunan dari Tuhannya (wa rabbun gahaafur) hanya dapat tercapai dengan 
berlandaskan Islam.
    Oleh sebab itu pak Asmun, semuanya kembali terpulang kepada individu masing-
masing dimana ia menempatkan diri, mendahulukan imannya sebagai hamba Tuhan 
atau mendahulukan hidupnya sebagai individu Indonesia. Berpikiran jangka 
panjang 
(merentangi masa dan alam, dunia dan akhirat) atau berpikiran jangka pendek 
(hidup untuk kesenagan dirinya di alam dunia semata).

Calak-calak ganti asah pak Asmun, panunggu tukang alun tibo.
 
Wassalam
 
St. Sinaro
 



-- 

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1

- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke