Assalamualaikum wrwb.
Para sanak penghuni palanta RN nn baik.
Gonjang ganjing terhadap pandangan pak MN di palanta RN ini re NII(JB tidak
bisa membaca via BB pandangan p.MN),cukup menarik untuk direnungkan dengan
kepala dingin,karena nn dibahas adalah NII yang SAAT INI menjadi primadona
pemberitaan mass media cetak or elektronik n bahkan kemungkinan BESAR menjadi
analisa n perhatian nn serius dari kalangan pihak khusus.
Sebaiknya sanak JB menyimak dengan baik via mass media itu bahwa aksi2
teroris, pencucian otak yang terjadi tanah air dewasa ini sudah dikaitkan
dengan gerakan ilegal NII.
Berkaitan dengan itu,kajian tentang apapun termasuk NII secara ilmiah
akademis,boleh2 saja sejauh dilakukan ditempat yang tepat di PT atau pada
seminar nn khusus diadakan untuk itu.
Hemat JB,RN bukanlah media untuk secara bebas membahas NII karena selain
tidak ada kaitannya dengan kepentingan Minangkabau tapi juga sangat sensitif
bagi keselamatan pengelola dapua RN.Sebab NII sekarang ini berdasarkan analisa
intellgen ada kaitannya dengan aksi teroris di Indonesia.Tidak tertutup
kemungkinan n jangan diremehkan bahwa tangan2 khusus itu tidak memperhatikan
berita2 n berseliweran di ranah RN ini.
FYI,dalam kemajuan IPTEK sekarang ini semua media n bidang dengan mudah dapat
dimasuki atau diakses via alat2 khusus nn dimiliki oleh badan nn khusus itu.
Jadi mumpung belum terlambat,mari kita jaga eksistensi palanta RN cq rang
dapua dari berita2 nn dapat mengancam keselamatan mereka.
Wassalamualaikum wrwb!
JB,Dt Rajo Jambi,260739,sk Mandahilang,Padusunan,Piaman,kini di
Bonjer,Jakbar.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
-----Original Message-----
From: Sutan Sinaro <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 24 Apr 2011 21:54:58
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] NII DAN NII
Assalamu'alaikum. w.w.
Pak Asmun Syueib yang saya hormati, jo dunsanak kasadonyo yang saya cintai.
Mohon maaf atas ketidak sabaran saya menunggu jawaban pak Mochtar Naim.
Ini hanya sebagai calak-calak ganti asah, panunggu tukang alun tibo.
Himbauan bapak pada poin d mungkin ada benarnya untuk menghindari segala
macam konflik, sehingga dapat hidup tenteram. Akan tetapi masalahnya,
konflik ini telah tercipta sejak dari mula.
Kalau kita ikuti sejarah perjuangan yang bersifat kedaerahan,
daerah-daerah yang
konflik dengan penjajah belanda adalah daerah-daerah yang kental ke Islamannya.
Sekian orang Sultan dan para penguasa yang nota bene Islam ketika itu, mau atau
tidak
mau pasti berhadapan dengan belanda. Perlu juga dicatat yang gigih menentang
penjajah
adalah orang-orang yang terganggu aqidah dan ibadahnya dengan kedatangan
belanda.
Sementara orang-orang yang bukan Islam lebih banyak memilih jalan tengah, atau
malahan bekerja sama dengan belanda. Demikian juga orang-orang Islam dengan
keimanan yang lemah ataupun kurang pengetahuan tentang Islam, sehingga kita
mengenal ada belanda hitam dan belanda putih.
Dalam perjuangan kemerdekaan, pejuang-pejuang gigih tercatat dalam
sejarah adalah
orang-orang yang memang tinggi ke Islamannya dengan harapan kemerdekaan
Indonesia
akan memerdekakan orang-orang Islam (Panji Masyarakat, …. lupa terbitan,
Hidayatullah
… juga lupa terbitan tahun berapa).
Dan desakan para pejuang yang tergabung dalam BPUPKI terhadap Soekarno
supaya mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan meletakkan
Piagam Jakarta sebagai dasar (Pancasila versi Piagam Jakarta), adalah
merupakan wujud nyata untuk mendirikan Negara berdasarkan Islam. Desakan
ini oleh Soekarno dikembalikan dengan mengutus Kasman Singodimejo kepada
para alim ulama, kiyai dan santri ketika itu, untuk melakukan dialog
(melobi) dengan janji Soekarno bahwa NKRI versi mereka akan dibuat
setelah kemerdekaan tercapai. Namun kemudian setelah merdeka Soekarno
mengingkari janjinya dan tetap melaksanakan apa maunya (Hidayatullah,…. Th
2002).
Sidang Dewan konstituante yang sudah sampai pada final setelah bersidang
lima tahun menginginkan ditegakkannya Negara berdasarkan Piagam Jakarta
(Islam),
dibubarkan oleh Soekarno dengan alasan terlalu lama bersidang, tapi yang
sebenarnya adalah ketakutan kehilangan kekuasaannya. Dan kemudian membubarkan
Masyumi sebagai partai yang dikhawatiri akan mengakhiri kekuasaan nya
(Hidayatullah, … th 2002).
Nah pak Asmun, dari situ kita melihat, NKRI yang ada sekarang bukanlah
NKRI yang diinginkan mayoritas rakyat Indonesia ketika itu. (Tentu pak
Asmun bilang, kajian terperinci mengenai ini mesti dilakukan dulu, …tapi
itulah kenyataan sejarah).
Baik, ….. hal di atas ada, kalau kita fokus berbicara mengenai NKRI itu
sendiri. Tapi dibalik itu semua, hasrat ini akan terpulang kepada diri
pribadi orang-per-orang berdasarkan referensi, tempat berpijak, dimana
ia menempatkan dirinya. Setiap orang akan berpendapat menurut tempat
dimana ia berpijak.
Bagi orang yang menempatkan dirinya sebagai rakyat Indonesia
(Indonesia-nya
didahulukan sebelum hamba Tuhan), tentu akan berpikir bagaimana berbakti,
bersetia hati, memajukan dan membangun Indonesia dan hidup di bawah payung
Pancasila (versi UUD 45) yang juga mengakui agama Islam sebagai salah satu
agama dan dapat hidup layak. Dalam arti kata, Islam hanyalah salah satu
agama yang dipeluknya, yang diatur oleh departemen agama, dan dia bebas
memilih agama mana saja dan bertukar-tukar agama, karena berada dalam NKRI.
Toh lima agama itu diakui oleh NKRI sekarang.
Tapi bagi orang yang menempatkan dirinya sebagai hamba Tuhan
(baca : hamba Allah), akan menempatkan dirinya sebagai hamba yang patuh
kepada-Nya, yang tiap hari secara konsisten diikrarkannya dengan menyebut
sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah saja,
akan menempatkan NKRI di bawah agamanya. Yang dengan demikian NKRI mestilah
mengikuti apa yang diperintahkan Allah kepadanya. Karena dia adalah hamba Allah,
Tuhan yang mengatakan “tidak diciptakan jin dan manusia
kecuali hanya untuk menyembah kepada-Ku”(QS: 51:56). Sehingga ia berfikir bahwa
dirinya tidak akan diciptakan Tuhan, atau penciptaannya tidak berarti apa-apa
bila
tidak menyembah-Nya
Hamba Allah, yakni hamba kepada Tuhan yang mengatakan “Sesungguhnya hukum
itu tiada lain kecuali milik Allah (QS: 6: 57)”, yang akhirnya akan menempatkan
UUD
mengikuti apa yang difirmankan Tuhan kepadanya.
Hamba Allah yang percaya kepada janji-janji Tuhannya, Tuhan yang akan
memberikan
sorga jannatun na’im apabila di dunia ini ia berjuang untuk Tuhannya dan
menegakkan
negara dan memerintah sesuai dengan petunjuk Tuhannya dalam Kitab-Nya
(Al-Qur-an).
Hamba Allah yang percaya kepada rasul utusan-Nya yang mengatakan “barang siapa
yang fanatik golongan maka ia bukan dari golongan kami”(al-hadits), yang takut
nanti
terusir dari barisan Nabi-nya di padang mahsyar, sebelum masuk sorga.
Hamba Allah yang percaya bahwa negara yang makmur (baldhatun tayyibah), dan
dapat
keampunan dari Tuhannya (wa rabbun gahaafur) hanya dapat tercapai dengan
berlandaskan Islam.
Oleh sebab itu pak Asmun, semuanya kembali terpulang kepada individu masing-
masing dimana ia menempatkan diri, mendahulukan imannya sebagai hamba Tuhan
atau mendahulukan hidupnya sebagai individu Indonesia. Berpikiran jangka
panjang
(merentangi masa dan alam, dunia dan akhirat) atau berpikiran jangka pendek
(hidup untuk kesenagan dirinya di alam dunia semata).
Calak-calak ganti asah pak Asmun, panunggu tukang alun tibo.
Wassalam
St. Sinaro
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/