Senin, 25 April 2011 | 14:22 WIB


TEMPO Interaktif, Bandung - Tahun ini Pemerintah Jawa Barat mengusulkan lagi 
Sjafruddin Prawiranegara sebagai pahlawan nasional. "Pemerintah Jawa Barat 
sudah 2 kali mengusulkan Pak Sjaf sebagai pahlawan nasional, tapi usaha itu 
belum membuahkan hasil," kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Bandung, 
Senin (25/4).


Dua kali Ketua Presiden Darurat Republik Indonesia (PDRI) di zaman Agresi 
Militer Belanda II itu diusulkan menjadi pahlawan Nasional pada 2007 dan 2009. 
Tahun ini, kata Heryawan, Pemerintah Jawa Barat menggandeng Provinsi Sumatra 
Barat dan Banten untuk mengusulkan hal yang sama kepada pemerintah pusat.

Hari ini, Pemprov Jawa Barat bersama Komunitas Sejarawan Jawa Barat dan Panitia 
Seabad Sjafruddin Prawiranegara menggelar Seminar Nasional di Gedung Bappeda 
Jawa Barat. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro didapuk menjadi pembicara 
kunci dalam seminar itu.

Heryawan mengatakan, Sumatra Barat dan Banten diajak mengusung Sjafruddin jadi 
pahlawan nasional dengan sejumlah alasan. Di antaranya, buyut Sjafruddin, Sutan 
Alam Intan, masih berdarah Kesultanan Pagaruyung, yang dibuang Belanda ke 
Banten karena tersangkut pemberontakan Kaum Paderi. Selain itu, Sjafruddin 
dilahirkan pada 19 Desember 1911 di Banten.

Heryawan berharap, dengan diusung 3 daerah sekaligus, usul itu bisa tembus 
tahun ini. Sebelumnya Pemerintah Jawa Barat pernah menggandeng Sumatra Barat 
mengusung M. Natsir menjadi pahlawan nasional.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pihaknya akan membantu 
pengusungan Sjafruddin menjadi pahlawan nasional. Sjafruddin, lanjutnya, pernah 
menjabat juga jadi Menteri Pertahanan. "Kami akan ikut membantu, tapi kami 
tunggu hasil kesimpulan (seminar ini) seperti apa," katanya ditemui usai 
berbicara di seminar itu.

Kementeriannya, papar Purnomo, tidak ikut menjadi panitia yang dibentuk 
pemerintah untuk memutuskan gelar pahlawan nasional. "Kita tunggu hasil 
kesimpulannya seperti apa," katanya.

Purnomo mengatakan pihaknya memahami soal dukungan itu. Menurutnya, PDRI 
merupakan upaya penyelamatan Republik. Saat itu, Presiden Soekarno dan Wakilnya 
M. Hatta ditangkap Belanda dalam Agresi Militer II tahun 1948, dan diasingkan 
ke Pulau Bangka. 

Soekarno-Hatta menugaskan Sjafrudfdin membentuk pemerintahan darurat, lewat 
telegram yang tak pernah sampai. "Upaya PDRI itu memaksa Belanda berunding, 
hingga perjanjian Roem-Royen mengakhiri agresi itu," katanya.

Dalam perspektif kementeriannya, kata Purnomo, langkah PDRI itu bagian dari 
bela negara. "Pengembangan bela negara itu ranah tugas pokok kami di 
Kementerian Pertahanan," katanya.

Pemerintah menetapkan tanggal 19 Desember sebagai Hari Bela Negara. Tahun ini 
perayaannya akan dipusatkan di Bukit Tinggi, dengan meresmikan Monumen Bela 
Negara di sana.

Dalam sesi diskusi di seminar itu, sempat mengemuka konsekuensi pengangkatan 
Sjafrudin sebagai pahlawan nasional, sama dengan mengakuinya sebagai salah satu 
Presiden RI.

Pakar hukum tata negara, Jimly Asshiddiqie, termasuk yang menyokong pengakuan 
itu. Jimly mengatakan, tidak perlu ada keraguan untuk menyatakan Sjafruddin 
selaku Ketua PDRI antara 19 Desember 1948 sampai 14 juli 1949 sebagai kepala 
negara. "(Dia) adalah kepala negara dan kepala pemerintahan Republik 
Indonesia," katanya.

Gubernur Heryawan mengatakan, tahun ini sejumlah tokoh tengah dikaji untuk 
diusulkan menjadi Pahlawan Nasional oleh pemerintah Jawa Barat. Selain 
Sjafruddin, katanya, tengah dikaji untuk mengusulkan mantan Gubernur DKI 
Jakarta Ali Sadikin. Pengusulan Bang Ali itu akan dibawa bersama dengan 
Pemerintah DKI Jakarta.

AHMAD FIKRI



Wassalam
Nofend | 34+ | Cikasel

Sent from Pinggiran JABODETABEK®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke