Assalamulaikum Wr Wb,

Sjafruddin Prawiranegara diusulkan lagi sebagai pahlawan nasional. Agaknya 
gelar 
Pahlawan Nasional tersebut cukup layak untuk disandang oleh Pak Sjafruddin 
Prawiranegara. Kenapa tidak? Coba dibayangkan, seandainya beliau tidak cepat 
bertindak, membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) ketika 
Yogyakarta diduduki oleh kolonialis Belanda, sementara Sukarno-Hatta, sebagai 
Presiden dan Wakil Presiden RI telah ditawan, apa kira-kira yang akan terjadi 
dengan Indonesia yang masih muda itu...????

Satu sisi yang menarik dan humanis dari Pak Sjafruddin Prawiranegra: "Setelah 
masalah emas itu diberitakan kepada Jenderal Nasution, maka tidak lama 
kemudian, 
di bawah pimpinan Kolonel Abdurachmann dan atas petunjuk orang kepercayaan 
Sjaruddin yang mengetahui temapt emas itu dipendam, dilakukan penggalian dan 
emasnya pun diambil. Jumlahnya semuanya ada 29 kilogram. 

Emas itu secara resmi kemudian diserahkan oleh Sjafruddin kepada Pejabat 
Presiden Djuanda pada bulan Maret 1962, yang kemudian meneruskannya kepada 
Menteri/Gubernur Bank Indonesia Sumarmo S.H., sebagai kekayaan negara. (Ajip 
Rosidi, Syafruddin Prawiranegara Lebih Takut Kepada Allah SWT, hal. 344, 
Pustaka 
Jaya 2011)

"Karena Sjafruddin tidak mempunyai sumber kekayaan yang cukup untuk menyewa, 
apalagi untuk membeli rumah, maka terpaksa keluarganya di Jakarta 
dipecah-pecah. 
Enam anak yang tertua dibagi-bagi pemeliharaannya di antara sahabat-sahabat dan 
keluarga Sjafruddin serta isterinya; Aisyah, anak yang sulung diminta oleh Ibu 
Doemilah, bekas isteri Mr. Lukman hakim, Salviyah diurus oleh keluarga Idris 
Batangtaris kemudian dioper oleh keluarga Mohamad Roem; Chalid dan Farid 
dititipkan pada adik Ibu Lily, ialah keluarga Dali Mutiara, kemudian Chalid 
dialihkan kepada keluarga adik Sjafruddin, Kolonel Abdurachman, dan Farid 
ditampung oleh kemenakan Sjafruddin, yaitu keluarga Subari; semenatara Khadijah 
dan Faridah dititipkan kepada keluarga Abdurachman. Kedua anak yang paling 
kecil, Rasyid dan Yazid yang waktu itu berumur 7 dan 6 tahun beserta ibunya 
mengikuti Sjafruddin ke tempat pembuangan ayahnya, yaitu ke Colo, sebuah desa 
kecil tempat peristirahatan dekat Kudu,..........."
(Ajip Rosidi, opcit, halaman 346)
 
 
Terima Kasih,
Wassalam
Ambiar Lani
(L/59/Jakarta-Bekasi)

 

________________________________
From: Nofend St. Mudo <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]>
Sent: Mon, April 25, 2011 6:01:08 PM
Subject: [R@ntau-Net] Sjafruddin Prawiranegara Diusulkan Lagi Jadi Pahlawan 
Nasional

Senin, 25 April 2011 | 14:22 WIB


TEMPO Interaktif, Bandung - Tahun ini Pemerintah Jawa Barat mengusulkan lagi 
Sjafruddin Prawiranegara sebagai pahlawan nasional. "Pemerintah Jawa Barat 
sudah 
2 kali mengusulkan Pak Sjaf sebagai pahlawan nasional, tapi usaha itu belum 
membuahkan hasil," kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Bandung, Senin 
(25/4).


Dua kali Ketua Presiden Darurat Republik Indonesia (PDRI) di zaman Agresi 
Militer Belanda II itu diusulkan menjadi pahlawan Nasional pada 2007 dan 2009. 
Tahun ini, kata Heryawan, Pemerintah Jawa Barat menggandeng Provinsi Sumatra 
Barat dan Banten untuk mengusulkan hal yang sama kepada pemerintah pusat.

Hari ini, Pemprov Jawa Barat bersama Komunitas Sejarawan Jawa Barat dan Panitia 
Seabad Sjafruddin Prawiranegara menggelar Seminar Nasional di Gedung Bappeda 
Jawa Barat. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro didapuk menjadi pembicara 
kunci dalam seminar itu.

Heryawan mengatakan, Sumatra Barat dan Banten diajak mengusung Sjafruddin jadi 
pahlawan nasional dengan sejumlah alasan. Di antaranya, buyut Sjafruddin, Sutan 
Alam Intan, masih berdarah Kesultanan Pagaruyung, yang dibuang Belanda ke 
Banten 
karena tersangkut pemberontakan Kaum Paderi. Selain itu, Sjafruddin dilahirkan 
pada 19 Desember 1911 di Banten.

Heryawan berharap, dengan diusung 3 daerah sekaligus, usul itu bisa tembus 
tahun 
ini. Sebelumnya Pemerintah Jawa Barat pernah menggandeng Sumatra Barat 
mengusung 
M. Natsir menjadi pahlawan nasional.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pihaknya akan membantu 
pengusungan Sjafruddin menjadi pahlawan nasional. Sjafruddin, lanjutnya, pernah 
menjabat juga jadi Menteri Pertahanan. "Kami akan ikut membantu, tapi kami 
tunggu hasil kesimpulan (seminar ini) seperti apa," katanya ditemui usai 
berbicara di seminar itu.

Kementeriannya, papar Purnomo, tidak ikut menjadi panitia yang dibentuk 
pemerintah untuk memutuskan gelar pahlawan nasional. "Kita tunggu hasil 
kesimpulannya seperti apa," katanya.

Purnomo mengatakan pihaknya memahami soal dukungan itu. Menurutnya, PDRI 
merupakan upaya penyelamatan Republik. Saat itu, Presiden Soekarno dan Wakilnya 
M. Hatta ditangkap Belanda dalam Agresi Militer II tahun 1948, dan diasingkan 
ke 
Pulau Bangka. 


Soekarno-Hatta menugaskan Sjafrudfdin membentuk pemerintahan darurat, lewat 
telegram yang tak pernah sampai. "Upaya PDRI itu memaksa Belanda berunding, 
hingga perjanjian Roem-Royen mengakhiri agresi itu," katanya.

Dalam perspektif kementeriannya, kata Purnomo, langkah PDRI itu bagian dari 
bela 
negara. "Pengembangan bela negara itu ranah tugas pokok kami di Kementerian 
Pertahanan," katanya.

Pemerintah menetapkan tanggal 19 Desember sebagai Hari Bela Negara. Tahun ini 
perayaannya akan dipusatkan di Bukit Tinggi, dengan meresmikan Monumen Bela 
Negara di sana.

Dalam sesi diskusi di seminar itu, sempat mengemuka konsekuensi pengangkatan 
Sjafrudin sebagai pahlawan nasional, sama dengan mengakuinya sebagai salah satu 
Presiden RI.

Pakar hukum tata negara, Jimly Asshiddiqie, termasuk yang menyokong pengakuan 
itu. Jimly mengatakan, tidak perlu ada keraguan untuk menyatakan Sjafruddin 
selaku Ketua PDRI antara 19 Desember 1948 sampai 14 juli 1949 sebagai kepala 
negara. "(Dia) adalah kepala negara dan kepala pemerintahan Republik 
Indonesia," 
katanya.

Gubernur Heryawan mengatakan, tahun ini sejumlah tokoh tengah dikaji untuk 
diusulkan menjadi Pahlawan Nasional oleh pemerintah Jawa Barat. Selain 
Sjafruddin, katanya, tengah dikaji untuk mengusulkan mantan Gubernur DKI 
Jakarta 
Ali Sadikin. Pengusulan Bang Ali itu akan dibawa bersama dengan Pemerintah DKI 
Jakarta.

AHMAD FIKRI



Wassalam
Nofend | 34+ | Cikasel

Sent from Pinggiran JABODETABEK®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke