Ketika Papa Bercerita (14 bag. I) 

By : Ritrina

 

Hobi Papa yang tak kalah gilanya adalah memancing baik itu di laut atau di
darat.  Di darat maksudku ini Kawan, bukan mancing keributan, tapi memancing
di air tawar seperti di sungai, danau ataupun tabek (kolam ikan). Di kampung
kami di Kaluang Kecamatan Tilatang Kamang, Mama memiliki beberapa tabek.
Begitupun dengan Papa, di rumah nenek di kampung Sonsang juga ada tabek.
Lumrahnya semua perempuan di ranah Minang ini, semiskin-miskinnya tapi
memiliki sebidang ladang dan sebuah tabek. Ini diturunkan secara
turun-temurun dari garis keturunan Ibu. Sehingga semua perempuan di tanah
Minang ini menjadi terjamin hidupnya walau dalam skala yang minimal.
Miskinpun tapi masih ada ladang yang akan digarap atau tabek yang akan
diambil ikannya. 

 

Tabek-tabek itu sering dilepaskan ikan oleh Papa dan semua keluarga boleh
memancingnya. Untuk urusan mancing memancing ini, kurasa kami sudah sangat
puas sekali makan ikan hasil tangkapan Papa yang dimasak Mama, sebab sungguh
tak tahu dirinya aku bila kusebut dengan bosan. Dan Mamapun juga sudah
sangat sabar untuk membersihkan ikan dan memasaknya. Dahulu kami belum punya
kulkas, jadi semua hasil pancingan Papa harus dibersihkan dan dimasak saat
dia pulang mancing. Selalunya pulang memancing itu bila matahari sudah ke
peraduannya, sehingga pekerjaan membersihkan ikan-ikan itu menjadi begitu
menyebalkan bagiku saat itu, sebab air di bak kamar mandi itu menusuk tulang
dinginnya. 

 

Aku yang masih ingusan sering kebagian membilas dan membersihan perut-perut
ikan yang telah dibelah oleh abangku yang besar. Biasanya kami memang
bagi-bagi pekerjaan membantu Mama.  Aku kesal sebab ikan itu sering merobek
jari-jari kecilku dengan tulang-tulangnya yang telah terpotong atau dengan
sirip-siripnya yang tajam.  Supaya tidak terluka lagi, aku memakai sikat
gigi untuk membersihkan perut mujair besar-besar yang hitam itu. Abangku
teriak protes ke Mama. Masak perut ikan kugosok pake sikat gigi. Namun
rupanya kemudian mereka juga menirunya termasuk juga Mamaku. Tuh. enak kan?
Cepat lagi dumelku menang.

 

Papa sebagai seorang sumando (semenda) di mata keluarga Mama jelas nampak
dianggap sebagai  tamu terhormat atau sering digambarkan dengan 'abu diatas
tunggul' dimana tidak masuk dalam keluarga istri tetapi didudukkan sebagai
pendatang yang dianjung. Mudah untuk disingkirkan bila tidak hati-hati
menempatkan diri di dalam keluarga istri. Hal inilah kemudian membuat para
lelaki Minangkabau menjadi sosok yang tangguh. Dengan adanya nilai-nilai
dasar di kehidupan keluarga Minangkabau ini mengharuskan seorang suami
bersikap hati-hati. Papa yang diberi tempat khusus dihati kelaurga besar
boleh dibilang dengan sebutan 'Sumando Niniak Mamak' sebab tingkah laku Papa
sendiri yang beliau bawa ke keluarga Mama menyenangkan hati siapa saja.

 

Akan halnya sifat dari masyarakat Minangkabau ini yang sering memakai kata
sindiran, maka Papa tak mau bila disematkan beberapa istilah ejekan bagi dia
sebagai Semenda di dalam keluarga Mama,sebab keluarga bagi Papa adalah nomor
satu jadi menjaga keutuhan keluarga harus didahulukannya. Seperti nasehat
dia kala lampu mati di rumah kami suatu malam kepada Abang-Abangku yang
gagah-gagah itu. Waktu itu ada dua abang sepupu dan tiga orang abang
kandungku duduk bermanja-manja dengan Mama. Suasana begitu membuatku tegang
sebab semuanya gelap, Papa tak hendak menyalakan lilin atau mengambil lampu
togok ke dapur kami yang lumayan berjarak dengan ruang tengah, semuanya
takut sebab sebelumnya Papa menakut-nakuti kami dengan cerit bertemu Beruk
besar hitam di waktu dia mengantar senjata ke Kumpulan dulu sewaktu masa
PRRI.

 

"Yung, dengar baik-baik yang akan Papa sampaikan ini," tiba-tiba Papa
memecah kesunyian kelam itu.

"Di negeri kita Minangkabau ini, kelak bila kalian besar nanti tentu akan
mencari pasangan hidup masing-masing. Yang kalian kawini nanti bukan hanya
pasangan hidup kalian saja, tetapi keluarganya juga harus kalian rangkul.
Merangkul keluarga psangan kita itu susah-susah gampang. Ada beberapa hal
yang kalian harus hindari bila menjadi semenda.

 

"Pertama Sumando Langau Ijau  (Semenda Lalat hijau)."

"Sumando seperti ini kerjaannya kawin cerai dimana-mana dan meninggalkan
banyak anak bertebaran seperti halnya Lalat Hijau yang meninggalkan larvanya
dimana-mana. "

 

"Kedua Sumando Kacang Miang (Semenda Kacang Miang)"

"Sumando jenis ini adalah yang kerjanya menghasut dan memfitnah. Juga bisa
diibaratkan dengan yang memelihara ternak itik, ayam, kambing dan lainnya
tapi dibiarkan berkeliaran mengganggu lingkungan sekitarnya. Seperti Kacang
Miang yang bila menyentuh kulit kalian, akan menimbulkan gatal luar biasa."

 

"Yang ketiga Sumando lapiak Buruak (Semenda tikar lapuk/jelek)

Sumando jenis ini adalah seorang suami yang melupakan tugas dan tanggung
jawabnya di keluarga besarnya sendiri karena hanya sibuk m mengurusi anak
dan istri saja. Tugasnya sebagai Mamak bagi kemenakannya dilupakan sehingga
disindir dengan sebutan Lapiak Buruak atau tikar jelek yang terhampar selalu
di rumah istrinya.

 

Yang keempat Sumando Apak Paja (Semenda ayah anak)

Sumando jenis ini adalah seorang ayah yang melupakan tugas tanggung jawabnya
kepada anak-anaknya sendiri. Sebab kerjaannya hanya sebagai pejantan saja.
Bertanggung jawab terhadap anak hendaklah didahulukan dari kepentingan lain,
sebab mereka amanah Allah SWT kepada kita. Wajib hukumnya bagi seorang ayah
untuk menjaga apa yang telah diamanahkan apalagi Allah SWT yang mengamanahi.

 

"Yang terakhir adalah Sumando Gadang Malendo (Semenda besar melibas)

Sumando jenis ini adalah sumando yang berfungsi sebagai kepala kelaurga
sekaligus memungsikan dirinya sebagai kepala kaum menggantikan kedudukan
Mamak (paman) sehingga menyulitkan kedudukan para Mamak  terhadap
kemenakannya. 

 

"Bila kalian sukses nantinya tetaplah rendah hati. Jangan sampai kalian
seperti kacang yang lupa dengan kulitnya. Pakailah ilmu padi, makin berisi
makin merunduk tapi jangan sampai jatuh. Itulah marwah sebagai seorang
laki-laki di kedua belah pihak keluarga kalian nantinya." 

 

"Kalian nanti akan menghadapi banyak rintangan dan tantangan hidup, sekeras
dan seberat apapun, kalian haruslah kuat. Ingat semua pesan Papa itu supaya
hidup kalian memilik arti dan dihormati orang. Tidak Papa rilahkan bila
kalian membuat pelanggaran-pelanggaran terhadap apa yang telah Papa ajarkan
ini, kalian paham?." Abang-abangku memang patuh-patuh, mereka semua
mengangguk-angguk menyerap semua apa yang dipesankan Papa."

 

Nah Kawan, silahkan nilai sendiri ke bagian mana bisa didudukkan posisi
Papaku ini. Apakah sependapat denganku atau tidak, kalian bebas menilainya.


 

Papa sebagai urang sumando di suku Mama tetap dihormati oleh saudara-saudara
Mama. Papa memang tidak memiliki hak suara dalam penentuan berbagai hal di
dalam keluarga Mama, akan tetapi sering kulihat para paman datang berdiskusi
dengan Papa tentang banyak hal.  Mama yang memiliki banyak sawah hasil dari
estafet warisan leluhurnya, sering mendiskusikan tentang hasil panen di
rumah kami. Bila ada paman yang anaknya mau masuk sekolah, maka semua panen
dialokasikan ke paman tersebut. Begitupun dengan kami, para kemenakan
mereka. Dan kami sangat menghormati mereka.

 

Batam, 26 April 2011

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke