Salut untuk Dharmasraya. Sudah ada tempat studi banding bagi kabupaten lain di Sumbar. Tak perlu jauh SB ke Jawa atau Bali. Kecuali memang niatnya mau melancong menghabiskan APBD.
On 4/26/11, Nofendri T. Lare <[email protected]> wrote: > AKMAL MALIK, Rabu, 27 April 2011 > http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=5913 > > SUJUD syukur dilakukan Bupati Dharmasraya, H. Adi Gunawan yang tengah > menjalani ibadah umrah di Mekah, begitu mendengar berita Dharmasraya > terpilih sebagai kabupaten terbaik tingkat nasional, dari hasil evaluasi > kinerja penyelenggaraan pemerintahan terhadap 164 daerah otonom baru. > Penetapan itu melalui SK Mendagri Nomor 120-177, tertanggal 25 April 2011. > Sebenarnya waktu Hari Pers Nasional di Dharmasraya, Adi sudah menyampaikan > hal itu sebagaimana dimuat Singgalang, tapi demi menerima kabar dari > Jakarta, ia semakin lega. > > Pada upacara puncak peringatan 17 Agustus tahun ini di Istana Negara, > presiden akan menyerahkan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha kepada > Bupati Adi Gunawan. > > Prestasi ini sangat membanggakan, tidak saja bagi masyarakat Dharmasraya, > juga masyarakat Sumatra Barat. Prestasi yang diraih Sumbar dalam beberapa > tahun terakhir, menjadikan keberhasilan Dharmasraya sebagai daerah otonom > baru hasil pemekaran dengan kinerja terbaik di tingkat nasional, bagaikan > setetes embun di tengah dahaga prestasi penyelenggaraan pemerintahan daerah > di daerah ini. > > Apresiasi dan penghargaan yang tinggi tentu pantas diberikan kepada pasangan > Bupati Adi Gunawan dan Wakil Bupati Syafrudin R, berserta jajaran SKPD dan > masyarakat. Sinergitas yang dibangun bersama-sama komponen yang ada, mampu > melesatkan prestasi dan kinerja pemerintahan daerah dalam kurun waktu > delapan bulan mereka. > > Sebagai daerah otonom yang hadir melalui Undang-undang Nomor 38 Tahun 2003 > tertanggal 18 Desember 2003, Dharmasraya dinilai telah mampu menjalankan > pelbagai urusan yang telah didesentralisasikan, mampu mendorong > kesejahteraan masyarakat, menciptakan good local government, serta > meningkatkan daya saing daerah, melalui pelayanan publik berkualitas. > Keberhasilan ini diharapkan memberikan motivasi kepada daerah otonom hasil > pemekaran lainnya di Sumbar untuk berprestasi lebih baik lagi. Prestasi ini > diharapkan mampu menjawab sikap pesimistis banyak kalangan terhadap kinerja > daerah otonom hasil pemekaran. > > Kehadiran sebuah daerah otonom hasil pemekaran, seyogyanya dapat menjadi > peluang bagi terwujudnya tata kelola birokrasi pemerintahan daerah yang > masih steril dari pelbagai budaya kerja yang tidak produktif. > Meminjam istilah H. Zubir St. Bagindo, seorang tokoh pemekaran daerah di > Dharmasraya, membangun daerah pemekaran bagaikan membuat sebuah pola dan > disain baju baru. Dibutuhkan kecermatan dan kehati-hatian mengukurnya. Bila > salah dalam menggunting, alamat baju tidak akan elok dipakai. > Melihat hasil total nilai kinerja penyelenggaraan pemerintahan Dharmasraya, > meliputi empat aspek yang dinilai, menunjukkan masih banyak hal yang harus > ditingkatkan. Dalam sepuluh tahun terakhir yang dinilai (1999-2009), nilai > kinerja peningkatan kesejahteraan rakyat baru mencapai 20,59 % dari standar > tertinggi 30 %. Pencapaian kinerja good local governance juga baru mencapai > 19,28 % dari standar tertinggi 25 %. Demikian juga kualitas pelayanan publik > baru mencapai nilai kinerja 9,64 % dari standar tertinggi sebesar 25 %. > Terakhir peningkatan daya saing baru mencapai 9,92 % dari standar tertinggi > 20 %, atau dengan total nilai 59,43 % dari standar tertinggi 100 %. > > Hasil penilaian tersebut menunjukkan masih besarnya peluang yang dimiliki > Dharmasrya di masa depan, karena range nilai yang telah diraih, sejauh ini > masih relatif besar dibandingkan dengan nilai tertinggi yang akan dicapai. > Kepala daerah harus lebih intensif melahirkan program dan kegiatan yang > dapat memberikan stimulan peningkatan kesejahteraan, terutama pembangunan > prasarana jalan yang mampu menghubungkan Lintas Sumatra dengan > wilayah-wilayah yang memiliki potensi sumberdaya alam yang belum terkelola > secara optimal. > Perizinan dan pelayanan juga perlu dipermudah, sehingga akan mampu menarik > minat investor dan masyarakat untuk mengelola sumberdaya alam. > > Dharmasraya perlu menjalankan secara ketat prinsip good local government, > terutama yang terkait dengan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan > pemerintahan daerah, keterbukaan informasi, penegakan hukum, membangun > budaya kerja lebih kreatif dan inovatif, serta mewujudkan harmonisasi kerja. > Pemberian reward and punishment terhadap kinerja pegawai juga perlu menjadi > prioritas, sehingga stigma PGPS (pintar goblok penghasilan sama) yang selama > melekat dalam pikiran pegawai dapat dihilangkan. (*) > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > -- Sent from my mobile device Wassalaamu'alaikum Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), gelar Bagindo, suku Mandahiliang, lahir 17 Agustus 1947. di Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau: Deli dan Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA ------------------------------------------------------------ "Kepedulian sanak terhadap anak-anak nagari ditunggu. Mari sisihkan rejeki kita Rp.250.000 untuk satu paket baju seragam bagi anak-anak yang tak bersekolah, hanya karena tak sanggup beli baju seragam" -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
