Menurut saya, keduanya cocok.
Halaban adalah awal deklarasi PDRI, 22 Desember 1948.
Tanpa ada awal deklarasi di Dangau Yaya itu, tentu tak ada 
pergerakan/perpindahan PDRI ke Kototinggi, setelah sebelumnya (yang paling 
lama) justru di Bidar Alam.

Sebaiknya para pemuka adat di Minang tidak perlu sampai berebut mana yang lebih 
penting wilayahnya untuk didirikan monumen ini, apalagi sampai mengklaim 
wilayahnya yang paling penting dalam perjuangan PDRI. Sebab PDRI bergerak dalam 
sebuah kontinuitas ruang, berbeda dengan ibu kota (stationer) Jakarta, atau 
Jogjakarta pada saat terjadinya Agresi Militer ke-2 yang mengawali kelahiran 
PDRI itu.

Salam,

Akmal Nasery Basral
Penulis novel "Presiden Prawiranegara"

--- In [email protected], Hambo Ciek <hambociek@...> wrote:
>
> 
> Monas PDRI:  Koto Tinggi dan Halaban Rebutan                  
>                                               
>                               
>               
>                               
>                               
>               
>                               
>                               
>                                       
> 
> 
> 
> 
>       
>               
>                       Ditulis oleh Teguh              
>                 
>       
> 
> 
> 
>       
>               Senin, 02 May 2011 02:14        
> 
> 
> 
> 
> 
> Setelah dilaksanakan rangkaian
>  seminar tentang Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dalam 
> peringatan Satu Abad Syafruddin Prawiranegara di Jakarta, Banda Aceh, 
> Bukittinggi, dan Pa­yakumbuh. Pada seminar yang digelar di Tan­jung 
> Pati, Limapuluh Kota beberapa waktu lalu, sejumlah peserta seminar 
> mem­per­­tanyakan kepastian lokasi pendirian mo­nu­men nasional (Monas) 
> PDRI. Pasalnya, hing­ga saat ini dua kubu saling klaim tentang 
> ke­pan­tasan kampung mereka layak untuk lo­kasi Monas tersebut: Koto 
> Tinggi atau Halaban
> Perkembangan terakhir, Peme­rintah Kabupaten Limapuluh Kota sendiri 
> mengusulkan dua lokasi untuk didirikan Monas itu, yaitu di Kototinggi 
> Kecamatan Gunuang Omeh dan Lareh Sago Halaban kepada panitia pusat di 
> Jakarta.
> 
> 
> 
> 
> Melihat hal ini, tokoh masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota, Bri­gadir
>  Jenderal TNI (Purn) Aditya­warman Thaha, dan H Safri Jalinus, tokoh 
> masyarakat Padang Jopang dan Antoni, tokoh masyarakat Koto Tinggi 
> meminta kepada panitia untuk segera menegaskan kepastian pendi­rian 
> Monas tersebut.
> Menurut Adityawarman, Koto Tinggi layak untuk  dijadikan lokasi 
> tersebut, sebab, Koto Tinggi sebagai basis perjuangan utama PDRI.
> "Bayangkan, sembilan orang pejuang Koto Tinggi gugur di Sungai Dodok 
> ditembak tentara Belanda dalam menghadapi serangan saat menuju pusat 
> PDRI di Koto Tinggi. Selain  itu, dua kali perjuangan besar dalam PDRI 
> dan PRRI, diterima masyarakat tanpa penolakan. Ini adalah bukti, kalau 
> Koto Tinggi, layak menjadi lokasi pendirian Monas tersebut," kata 
> Adityawarman kepada Haluan Minggu (1/5).
> ... dst ...lihat Halauan
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke