Kalau kapasitasnyo sekitar 120 penumpang, Kok Boeing 737- 900 ER Lion dengan penumpang sekitar 240 urang berarti saparo nan manumpang kureta iko
Nan lain mungkin langsuang pulang ka Piaman, Kiktenggi, Solok dll ---TR ---------------------------------- Kamis, 05 Mei 2011 Padang, Singgalang Juni 2011 ini rel bus kereta api (rangkaian kereta api-red) dengan kapasitas muatan 100 hingga 120 orang akan didatangkan dari Jakarta. Kerangka kereta api tersebut mirip dengan shinkansen, kereta api milik Jepang. Rangkaian kereta api itu akan melayani penumpang Padang menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Dengan begitu akan memudahkan masyarakat menuju BIM dan terhindar dari macet. Berdasarkan data Dishub setiap harinya ada 600 orang yang berangkat dengan kendaraan pribadi, bus umum dan taksi bahkan dengan ojek ke dan dari BIM. Jumlah ini tergolong tinggi. Sayangnya kunjungan yang tinggi ke BIM ini tidak didukung dengan transportasi yang dapat efektif untuk jumlah itu. Akibatnya terjadi kemacaten. “Mudah-mudahan tidak ada kendala, jadi Juni ini kerangka kereta api ini bisa sampai di Padang,” kata Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Akmal, kepada wartawan, Rabu (4/5). Di Jepang, kereta serupa disebut Shinkansen dan sering dipanggil kereta peluru, karena jalur kereta api cepat Jepang yang dioperasikan oleh empat perusahaan dalam grup Japan Railways. “Dalam pekan ini, Surat Menteri Perhubungan RI tentang Penetapan Terrace (Jalur KA) segera pula turun. Surat itu ditujukan kepada Gubernur Sumbar dan bupati/walikota terkait,” terang Akmal. Diharapkan, dengan keluarnya surat Menteri Perhubungan tersebut yang memberi kewenangan kepada Pemprov Sumbar dan kabupaten/kota terkait untuk menetapkan jalur KA yang akan dibuat. Dan kepala daerah diharapkan segera dapat menindaklanjutinya di lapangan. Sedangkan pembangunan jalur kereta apinya dipastikan dimulai tahun 2012 mendatang, karena anggaran sebesar Rp67 miliar diantaranya untuk pembangunan jembatan 1 unit, pengamanan jalur kereta api dan pembangunan jalur kereta itu baru akan dianggarkan pada APBN 2012. Sementara persoalan pembebasan tanahnya, hingga saat ini Tim Sembilan masih memfasilitasi dengan masyarakat setempat. Namun pada dasarnya tidak ada persoalan yang mendasar karena pada umumnya masyarakat setuju dengan pembangunan jalur KA tersebut dan bersedia melepas tanahnya. “Kita akan harapkan pembebasan tanah ini dapat berjalan lancar, tidak ada kendala berarti. Apalagi anggaran ganti ruginya sudah dianggarkan dalam APBD Sumbar 2011 sebesar Rp5 miliar,” tambah Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Darat dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan Sumatra Barat, Juharson. Seperti diberitakan sebelumnya, proses pembebasan lahan pembangunan jalur KA dari Duku ke BIM ini masih terkendala masalah pembebasan lahan sepanjang 4,2 kilometer dengan lebar 30 meter. Dan patut disyukuri, ternyata proses penyelesaian lebih lanjut oleh Tim Sembilan berjalan lancar dan beberapa kelompok masyarakat sudah menyetujuinya. Pembangunan jalur KA itu direncanakan akan memakai lahan yang sedikit lebih luas dari biasanya karena pada sisi kanan dan kiri rel KA akan dibangun lajur pengaman agar tidak membahayakan masyarakat. Tidak seperti sekarang, banyak rumah liar yang berdiri di bantaran rel kereta api. Jika pembangunan tersebut selesai nantinya, jalur tersebut langsung dioperasikan untuk mengangkut pe numpang langsung dari Simpang Haru hingga ke BIM. Mencermati kondisi tersebut, Kepala Dirve II PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Sumbar, Yudith Harianto menilai penting pembukaan jalur kereta api Duku ke BIM. Rencana pembangunan itu merupakan porgram jangka pendek bersamaan dengan dibukanya jalur Indarung-Solok untuk kereta barang. Menurut rencana 2011 ini, PT. KAI juga akan memulai proyek rehabilitasi jalur kereta api yang rusak dan berhenti dioperasikan. Seperti jalur Pariaman-Naras-Sungai Limau dan lainnya. Dikatakannya, panjang rel sekitar 4,2 Km. Karena hanya menyambung dari fly over Simpang Duku ke BIM. Rencananya pemprov membebaskan lahan selebar 30 meter. Sementara untuk membuka jalur kereta api dari Simpang Haru ke BIM menelan biaya Rp130 miliar. Dananya dari APBN. Untuk pembebasan lahan dari APBD. (yose/107/septri) Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
