Ini fenomena menarik. Dan jelas fenomena ini merekam pula pergeseran sistem matrilineal Minangkabau. Bukan tak ada dulu lelaki suatu nagari berbini ke nagari lain. Tapi bedanya adalah: kalau dulu lelaki itu sudah cigin dari rumah bininya begitu ayam berkokok di subuh hari. Dia kembali ke nagarinya, mengurus anak kekenakannya, dan yang kebetulan diangkat jadi wali nagari di nagarinya, akan bekerja seperti biasa. Tapi kini, laki2 yang berbini ke nagari lain, kadang2 jarang pulang ke nagarinya, walaupun dia hanya berbini ke nagari tetangga. Waktu di rumah istrinya tidak dibatasi lagi oleh suara kokok ayam di pagi hari. Memang ada yang masih komit untuk mempraktekkan cara lama, tapi tampaknya jumlahnya makin berkurang. Oleh sebab itu, dalam kasus WN yang punya istri di nagari lain, seperti WN Gasan Gadang itu, mungkin harus dicarikan solusi alternatifnya. Saya tidak tahu, apakah ada jabatan Wakil WN, atau panungkeknya. Mestinya ada. Dengan demikian, apabila si WN sedang 'terbenam' di rumah istrinya, fungsinya bisa digantikan atau diambil alih sementara oleh wakilnya atau oleh panungkeknya. Soal komunikasi sekarang kan ada HP. Bahkan saya yakin mungkin ada WN yang sudah punya BlackBerry. Lepas dari masalah tersebut, saya kira fenomena WN yang berbini ke nagari lain ini menarik untuk diteliti. Apa efeknya kepada nagari. Bagaimana pandangan orang nagari kepadanya, dlsb. Mana dia mahasiswa antropologi dan Sosiologi Univeristas tertua di Sumatra? Wassalam, Suryadi
--- Pada Sab, 7/5/11, Armen Zulkarnain <[email protected]> menulis: Dari: Armen Zulkarnain <[email protected]> Judul: Bls: [R@ntau-Net] Walinagari indak tingga di Nagari Kepada: [email protected] Tanggal: Sabtu, 7 Mei, 2011, 1:38 PM Assalamualaikum wr wb Mak Duta, Wali Nagari Sumpu Kudus beristrikan anak nagari Muaro Paneh di kab. Solok. Ada beberapa wali nagari yang mengalami hal sama seperti WN Sumpu, antara lain WN Pamuatan, WN Silongo, dll dan insya Allah tidak mengalami permasalahan sebab bisa bermukim di nagari dengan memanfaaatkan rumah-rumah dinas sekolah, rumah masyarakat yang kosong bahkan rumah keluarga sendiri. Khusus di Pariaman cukup banyak WN yang seperti WN Gasan Gadang ini, dimana beliau tidak bermukim di nagari sehingga cukup menyulitkan apabila terjadi hal-hal yang perlu ditangani segera. wasalam AZ/lk/Simpang Ampek -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
