Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu

Iko pangalaman ambo sahari kapatang..... kan jadi paringatan sajo......

Begini........

Ada sebuah keperluan untuk pergi keluar kota yang jauh. Yang perginya harus 
naik pesawat, meski pulang hari. Tiket pesawatpun dipesan melalui agen 
perjalanan yang biasa tempat memesan tiket. Dan karena sistim tiketing 
yang semakin canggih, informasi pembelian atau kode buking tiket pesawat itu 
cukup dikirim melalui sms. Sms ini bisa dipakai sebagai pass masuk ke ruangan 
check in atau kalau mau lebih nyaman dapat dimintakan print-annya di tempat 
penjualan tiket. Hebat kan? Apa juga lagi? 

Ternyata ada sedikit kesalahan manusia yang akibatnya cukup fatal. Kode buking 
per sms yang juga memberitahukan jam keberangkatan pesawat ternyata 
keliru satu jam. Jam keberangkatan yang seharusnya jam tujuh empat lima 
ditulis jam delapan empat lima. Begitu.

Untuk antisipasi kalau-kalau jalanan macet lalu kami (aku dan si Bungsu) 
berangkat dari rumah jam setengah tujuh. Ternyata jalan lancar sekali 
hari Sabtu pagi kemarin itu. Empat puluh lima menit sudah sampai di 
Bandara. Merasa waktu lebih dari cukup, maka sms itu ditukarkan denganprint out 
pemesanan di counter Lion Air. Mulailah perkara datang. Di sana baru diberitahu 
bahwa 
pesawat dimaksud adalah untuk jam delapan kurang seperempat. Maka 
bergegaslah kami masuk keruangan check-in, yang apa boleh buat harus antri 
pula. Sampai di sembarang (free) counter untuk check in tanpa bagasi, kami 
disuruh melapor di counter khusus 
nomor 24. Bergegas pula ke sana. Tapi di sini vonis jatuh. 'Bapak sudah 
terlambat, check in sudah ditutup empat puluh lima menit sebelum jadwal take 
off.' 'Tapi ini masih setengah jam lagi sebelum take off,' desakku. Tidak bisa 
dengan permintaan  hormat dan halus, tidak juga dengan desakan dan sedikit 
marah, si penjaga counter itu keukeuh mengatakan ini sudah terlambat. 'Jadi 
tiket saya ini maksudnya sudah 
tidak berlaku? Sudah hangus?' desakku lagi. 'Masih, pak. Tapi bapak 
tidak bisa lagi ikut dengan pesawat jam tujuh empat lima,' katanya tegas 
menjengkelkan. Mana supervisor kamu, saya ingin bicara,' kataku. Seorang 
laki-laki muda muncul dan mengajakku ke loket lain di bagian 
belakang. Aku pikir tadinya ini adalah bantuan memecahkan masalah. 
Ternyata di loket itu aku kembali diberitahu bahwa tidak ada jalan 
sedikitpun bagiku untuk ikut pesawat yang dimaksud. Lamat-lamat 
terdengar pemberitahuan agar penumpang pesawat dengan nomor itu 
dipersilahkan naik ke pesawat.

Sementara aku? Di loket yang baru ini aku diberitahu bahwa karena terlambat, 
tiketku itu sudah hangus 75%. Inaa lillahi......... 'Carikan saya tempat di 
penerbangan berikutnya,' pintaku lunglai karena tidak ada gunanya 
berdebat dengan manusia robot seperti ini. 'Ada pak, jam sepuluh. Tapi 
harga tiketnya sembilan ratus....' (yang adalah dua kali lipat tiketku 
yang dihanguskan mereka yang juga adalah tiket bukan promo). 

Aku gemetar menahan marah. Tapi sekali lagi, ini adalah manusia-manusia 
robot yang tak ada gunanya diajak berbicara. Akupun membayarlah 
1,550,000 untuk mendapatkan dua tempat di pesawat berikutnya jam 
sepuluh. Nah, apa namanya yang aku bayar ini kalau bukan sebuah 'perampokan'?


Lalu pesawat jam sepuluh itu...... ternyata terlambat 45 menit. Giliran si 
Bungsu naik pitam. Didatanginya manajer penjualan tiket dan 
diceritakannya pengalaman kami pagi itu. Dituduh terlambat untuk check 
in padahal waktu masih ada, dihanguskan 75% harga tiket, dipaksa 
membayar dua kali lipat untuk penerbangan berikutnya. 'Dan sekarang 
pesawat sampeyan terlambat 45 menit..... apa tanggung jawab sampeyan?' 
hardiknya.

Si Bungsu lupa bahwa dia berbicara dengan robot. Tentu saja tidak ada 
jawaban yang mengenakkan. Kecuali permintaan maaf, karena itu diluar 
kuasa kami, katanya. Huh.....

*****          
Wassalamu'alaikum
 

Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam
Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi
Lahir : Zulqaidah 1370H, 
Jatibening - Bekasi


________________________________

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke