Dari Singgalang hari ini :

MERPATI JATUH 


Hingga Minggu malam 
(8/5) telah dinyatakan 20 penumpang pesawat Merpati jenis MA 60 yang jatuh di 
Teluk Kaimena, Papua Barat ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Minggu sore 
korban yang telah ditemukan tersebut dipulangkan ke rumah duka masing masing. 
Begitu juga tiga urang awak yang menjadi korbannya, yakni warga Kubang Putiah, 
Banuhampu Agam.
Keluarga menunggu dengan hati lara, karena 3 anak dan cucu mereka merupakan 
korban jatuhnya pesawat Merpati yang jatuh pada Sabtu (7/5) tepatnya pukul 
14.04 WIT. Pesawat jenis MA-60 milik Merpati Nusantara Airlines hancur setelah 
terjatuh ke laut dangkal di Kaimana, Papua Barat. Pesawat membawa 25 orang 
termasuk awak pesawat di dalamnya. Otoritas penerbangan nasional menduga cuaca 
buruk menjadi penyebab jatuhnya pesawat buatan PT Xian, Cina itu.
“Jenazah Irma beserta anaknya tiba sekitar pukul 12 malam tadi, sementara untuk 
jenazah Tedy menantu kami, pihak keluarganya meminta untuk dimakamkan di 
Bandung tempat keluarga besar mereka” terang Efirizan.
Tiga urang awak tersebut seorang polisi, Tedi Efendi yang baru saja diangkat 
menjadi Kabag Ops di Kaimena Papua setelah sebelumnya bertugas di Sorong selama 
2 tahun. Kemudian istrinya, Irma Efendi,31, serta satu putra mereka Rafil Abiyu 
Efendi, 5, baru duduk di TK.
Tak satupun dari pihak keluarga yang menyangka jika salah satu penumpang 
pesawat yang ditemukan pada Selasa (4/8), pesawat itu ditemukan di wilayah 
Amisibil, sekitar 3 Mile arah Oksibil, ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang 
pada pukul 06.35 WIT tersebut anak, cucu beserta menantu dari keluarga pasangan 
Irwan Koto, 57, dan Efirizan,55, yang berasal dari Kubang Putiah tersebut.
Menurut keterangan ibunda Irma, Efirizan, pertemuan mereka terakhir yakni pada 
saat acara baralek adiknya pekan lalu. Kemudian Irma yang merupakan anak 
pertama dari 4 bersaudara ini meminta agar Efirizan turut mengantarkan dirinya 
sekeluarga ke Jakarta, karena mereka akan kembali ke Sorong para Rabu pagi 
(4/5). Tanpa ada perasaan curiga, sang bunda pun mengantar hingga Jakarta.
“Memang sebelum berpisah dengan Irma, pesannya banyak sekali, seperti ia 
meminta agar kamarnya di kampung dibersihkan. Kemudian ganti gordennya. 
Walaupun begitu saja masih menganggap biasa biasa saja. Seminggu yang lalu, dia 
masih sempat pergi ke Aur untuk membeli peralatan seragam suaminya untuk dibawa 
ke Sorong. Semua berjalan biasa biasa saja,” terang Efi sambil berlinang air 
mata.
Dikatakan Efi, pihak keluarganya mengetahui anaknya merupakan korban jatuhnya 
pesawat tersebut ketika ada beberapa orang jajaran Polres Bukittinggi datang ke 
rumahnya.
Air mata tak lepas membasahi pipi Efi, setiap kali membicarakan kecelakaan 
tersebut, air matanya langsung berurai. Dengan menggunakan kerudung warna ungu, 
Efi hanya duduk terdiam dengan mata sembab. Sesekali dia meraung karena sedih 
mengingat Irma ditemukan dalam kondisi mukanya rusak sebelah. Sementara itu 
sebelah tangan cucunya pun belum ditemukan.
“Bagaimana ini bisa terjadi ya Allah, sakali batigo mereka pai. Ambo tak kuat” 
kata Efi sambil berurai air mata tak kuat menahan cobaan tersebut.
Melihat Ibunda Efi seperti itu, saudara yang lain pun turut menyabarkan. Efi 
tak kuat menahan duka, manakala melihat jenazah korban pesawat Merpati 
ditayangkan di salah satu televisi swasta. Dirinya pun menjerit tak tahu mau 
kemana lara hati dilepaskan. Disebutkan juga, anaknya tersebut setelah menikah 
pada 2002 memang ikut suaminya. Mulai tugas di Bukittinggi, Solok, Padang, 
Oksibil, hingga Sorong. Kemudian yang di Kaimena sebagai Kabag Ops juga baru 
dilantik. Karena itu, pada waktu acara baralek adik Irma pekan lalu, Tedi tak 
bisa pulang. Namun sebulan lalu mereka sempat bertemu. Itulah pertemuan 
terakhirnya dengan menantunya. Semua anak pasangan Efirizan dan Irwan Koto 
memang merantau.
“Kepulangan kami ke kampung dalam rangka baralek tersebut, saya dan suami pun 
biasanya di Ambon berdagang. Anak anak kami pun semua lahir di Ambon, termasuk 
Irma” sebut Efi mengenang masa lalunya.
Jenazah tiba tadi malam 
Jenazah AKP Tedy Efendy dan istrinya Irmawati, penumpang pesawat Merpati jenis 
MA 60 bernomor penerbangan MZ-8968 tujuan Sorong-Kaimana-Biak, tiba di Bandara 
Soekarno-Hatta tadi malam.
Kemudian jenazah Irmawati diberangkatkan lagi ke Padang menjelang pukul 00.00 
WIB tiba di rumah duka. Keluarga korban ramai menunggu, termasuk Kapolsek 
Banuhampu, kedatangannya lebih cepat dari jadual semula. Menurut keluarga akan 
dikebumikan hari ini (Senin, 9/5, red).(*) 
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke