Iyo mah mak...he..he...

Andiko

On 5/20/11, [email protected] <[email protected]> wrote:
>
> He...he..kok lah jauah bana pamandangan...takanai juo Andiko
>
> Riri- Andiko : 1-0
>
> ---TR
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> Sender: [email protected]
> Date: Fri, 20 May 2011 03:35:40
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] Ribuan PEMBUNUHAN di Padang setiap hari.
>
> Andiko, di Muaro?
>
> Waktu tu ambo lai juo bbrp kali ka daerah Muaro dan Pantai Padang (kato
> kawan ambo, kini namo kerennyo TAPLAU). Tapi ndak ado urang manjua telur
> penyu do.
>
> Nan ado cuma talua katuang :D :D :D
>
> Riri
>
>
>
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: andi ko <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Fri, 20 May 2011 10:32:28
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] Ribuan PEMBUNUHAN di Padang setiap hari.
>
> Ado pak riri, caliak di mungko pinjaro muaro padang.
>
> Salam
>
> Andiko
>
> On 5/20/11, [email protected]
> <[email protected]> wrote:
>> Harusnyo ndak ado masalah di Padang tu do.
>>
>> Ambo 2 1/2 tahun karajo di Padang, satau ambo ndak pernah urang
>> memperdagangkan telur penyu do.
>>
>> Nan acok ambo liek tangah malam adalah anak cuma anakmudo mambaok
>> karanjang
>> dan memanggil2 dengan suara keras: "TALUA KATUANG..." Hehehe
>>
>> (Oh Padang, how I miss you... - romantis pulo awak saketek)
>>
>> Riri
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>
>> -----Original Message-----
>> From: Dasriel Noeha <[email protected]>
>> Sender: [email protected]
>> Date: Thu, 19 May 2011 19:30:11
>> To: <[email protected]>
>> Reply-To: [email protected]
>> Subject: Re: [R@ntau-Net] Ribuan PEMBUNUHAN di Padang setiap hari.
>>
>> Beko kito tunggu Paranormal yang pandai maimbau Penyu dari seluruh pelosok
>> dunia supayo batalue banyak di Pulau Mentawai, Siberut, Sipora, Pula
>> Padang,
>> Pulau Pisang, Pulau Katang-Katang,
>>
>> Buliah nak banyak padagang talue penyu di Sumbar, ado nasi goreng talue
>> penyu, ado talue penyu dadar, ado talue mato kabau penyu, dll.
>>
>> Kan labiah rancak baitu, dari pado marantau anak bujang kito, manganggur
>> di
>> Betawi dan lain kota...
>>
>> He..he baa gak aiti,
>> wass,
>> DAN
>>
>> --- Pada Kam, 19/5/11, Sutan Sinaro <[email protected]> menulis:
>>
>>
>> Dari: Sutan Sinaro <[email protected]>
>> Judul: Re: [R@ntau-Net] Ribuan PEMBUNUHAN di Padang setiap hari.
>> Kepada: [email protected]
>> Tanggal: Kamis, 19 Mei, 2011, 10:08 PM
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> Undang-undang tu nan bakalabiahan. Penyu ko bisa melanglang buana sampai
>> ka
>> Africa. Di pulau tioman, baribu penyu. Madagaskar sampai ka polinesia.
>> Antah
>> labiah banyak pado Ayam, Penyu ko batalua baratuih, ayam ciek. Isuak kalua
>> lo undang-undang
>> pelarangan mandabiah ayam, lalu mengharamkan ayam. :)
>>
>> Wassalam
>>
>> St. Sinaro
>>
>> --- On Thu, 19/5/11, ET Hadi Saputra <[email protected]> wrote:
>>
>>
>> From: ET Hadi Saputra <[email protected]>
>> Subject: [R@ntau-Net] Ribuan PEMBUNUHAN di Padang setiap hari.
>> To: [email protected], [email protected],
>> [email protected], "WSTB" <[email protected]>
>> Received: Thursday, 19 May, 2011, 6:53 PM
>>
>>
>> MAPPAS sangat menyayangkan sikap birokrat yang asal bicara dan tidak
>> memahami Undang-Undang.
>> "Telur penyu adalah potensi wisata, tetap harus kita jual," kata Kepala
>> Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang Edi Hasymi.
>> Aturannya??? Undang-undang Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya
>> Alam
>> Hayati dan Ekosistemnya telah melarang siapapun untuk mengambil, merusak,
>> memusnahkan, menyimpan atau memiliki telur penyu
>> Iyo sabana bakalabihan urang awak ko.
>> Wassalam
>> ET Hadi Saputra
>> Ketua Umum - Masyarakat Peduli Pariwisata Sumbar
>>
>>
>> KOMPAS.com — Perdagangan telur penyu di Kota Padang, Sumatera Barat, sudah
>> sampai pada taraf mengkhawatirkan. Berdasarkan Pusat Data dan Informasi
>> Penyu Sumatera Barat, Universitas Bung Hatta, Padang, transaksi
>> perdagangannya merupakan yang terbesar di Indonesia.
>> Tidak kurang 22.000 butir telur penyu bisa diperjualbelikan hanya dalam
>> waktu 11 pekan. Tempat terbuka, seperti warung-warung di kawasan wisata
>> Pantai Padang, menjadi lokasi perdagangan yang aman dari jamahan hukum.
>> Sekalipun penyu termasuk hewan terancam yang dilindungi berdasarkan
>> Convention and International Trade In Endangered Species of Wild Fauna and
>> Flora (CITES) appendix I , perdagangannya terus dilakukan terang-terangan,
>> bahkan masuk dalam salah satu program unggulan pariwisata.
>> Pada Selasa (17/5/2011) siang itu, seorang remaja putri berusia 12 tahun
>> menjaga warung makanan dan minuman ringan milik orangtuanya. Sebut saja
>> namanya Putri, yang tidak memahami bahwa salah satu barang dagangan milik
>> orangtuanya adalah telur-telur penyu yang sesungguhnya dilarang
>> diperjualbelikan.
>> Siang itu, bersama sejumlah bocah cilik, Putri menunggui warung tersebut.
>> Tangan mungilnya mengaduk-aduk baskom berpasir berisikan telur-telur penyu
>> yang baru datang dari pengepul.
>> "Direbus, Bang?" tanya Putri kepada calon pembelinya. Tak lama tiga butir
>> telur penyu sisik sebesar bola pingpong sudah berpindah ke dalam panci
>> berisi air menggelegak oleh panas kompor minyak tanah.
>> Sekitar lima menit kemudian, telur-telur tadi dimasukkan dalam plastik
>> mungil. Suwiran kecil-kecil daun seledri dimasukkan dalam wadah itu untuk
>> menghilangkan bau amis.
>> Dengan cekatan dibungkusnya plastik kecil tadi, lalu tiga butir telur
>> penyu
>> sisik tadi pun berpindah tangan.
>> Putri fasih bercerita bahwa telur-telur penyu yang dijual berasal dari
>> Kabupaten Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai. Untuk telur penyu sisik
>> ditawarkan Rp 5.000 per butir dan Rp 6.000 per butir untuk telur penyu
>> hijau.
>> Sudah sepuluh tahun terakhir orangtua Putri berjualan di kawasan wisata
>> itu.
>> Tidak kurang 100 butir telur penyu bisa dijual pada hari Minggu atau
>> libur.
>> Pada hari-hari biasa antara 30 dan 50 butir telur penyu bisa dijual. Ada
>> margin keuntungan hingga Rp 1.000 per butir telur yang bisa ditangguk
>> pedagang seperti orangtua Putri.
>> Di sepanjang Jalan Muara yang berbatasan dengan Pantai Padang , tempat
>> Putri
>> menjaga warung milik orangtuanya, ada sejumlah pedagang lain yang
>> menjajakan
>> telur penyu. Nyaris semuanya adalah pedagang minuman dan makanan ringan
>> dalam gerobak kayu beratap.
>> Jumlah pedagang telur penyu disinyalir juga makin banyak. Koordinator
>> Pusat
>> Data dan Informasi Penyu Sumatera Barat, Universitas Bung Hatta, Padang,
>> Harfiandri Damanhuri MSc, mengatakan, pada tahun 2004 baru tercatat 18
>> pedagang.
>> Jumlah itu meningkat menjadi 22 pedagang tahun 2008 dan 26 pedagang pada
>> 2011. Rata-rata setiap pedagang menjual 77,8 butir telur penyu per hari.
>> Jumlah itu, katanya, tidak sebanding dengan upaya konservasi berupa
>> penetasan telur penyu yang dilakukan pemerintah selama ini di dua lokasi.
>> Masing-masing di Pantai Mangguang, Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD)
>> Pusat Penangkaran Penyu, Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota
>> Pariaman,
>> dan di (KKLD) Pulau Karabak, Kabupaten Pesisir Selatan.
>> Harfiandri mengatakan, mereka hanya berhasil menetaskan 383,84 telur penyu
>> per bulan di KKLD Kota Pariaman dan 393,66 telur penyu per bulan di KKLD
>> Kabupaten Pesisir Selatan. Padahal, eksploitasi pada tahun 2000 saja sudah
>> mencapai 318,34 butir telur per hari, katanya.
>> Adapun jenis telur penyu yang diperdagangkan terbagi dalam empat jenis,
>> yakni telur penyu penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau
>> (Chelonia mydas), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), dan penyu
>> belimbing
>> (Dermochelys coriacea).
>> Membedakan keempat jenis telur penyu dengan cangkang yang relatif lunak
>> itu
>> relatif mudah. Telur penyu sisik dan lekang besarnya seperti bola
>> pingpong.
>> Adapun telur penyu hijau menyerupai besar telur ayam dengan bentuk lebih
>> bulat. Sementara telur penyu belimbing diameternya serupa dengan bola
>> tenis.
>> Karena itulah, telur penyu belimbing realtif lebih mahal. Bisa mencapai Rp
>> 10.000 per butir. Penyu belimbing juga termasuk spesies yang paling
>> terancam, kata Harfiandri.
>> Ia mengatakan, berdasarkan siklus empat tahunan hingga lima tahunan
>> bertelurnya penyu belimbing, telur jenis penyu itu terakhir kali ditemukan
>> tahun 2010. Sebelumnya pada 2005 dan 2001 telur penyu belimbing juga
>> ditemukan di sejumlah pedagang.
>> Pembiaran
>> Menurut Harfiandri, hingga kini relatif tidak banyak yang dilakukan
>> pemerintah untuk mengatasi hal itu. Bahkan, katanya, telur penyu juga
>> sudah
>> mulai diperjualbelikan di pasar tradisional.
>> Ini dikarenakan tidak adanya fasilitas penangkaran penyu di Kota Padang.
>> Padahal, kata Harfiandri, penyu juga diketahui suka bertelur di beberapa
>> lokasi di wilayah pantai Kota Padang.
>> Erlinda Cahya Kartika yang mewakili bagian Konservasi dan Keanekaragaman
>> Hayati di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar mengatakan,
>> saat
>> ini sudah dilakukan penyusunan rencana aksi. Namun, tim untuk melaksanakan
>> rencana aksi yang direncanakan terdiri atas BKSDA Sumbar, kalangan
>> akademisi, Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, serta pemerintah setempat
>> itu belum juga dibentuk.
>> Hal itu ditambah dengan belum padunya visi pelestarian dengan pariwisata
>> di
>> Kota Padang. Bahkan, dalam brosur wisata, pengalaman makan telur penyu di
>> kawasan pantai ini juga dipromosikan, kata Harfiandri.
>> Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang Edi Hasymi pada Rabu
>> (18/5/2011) mengatakan, hingga sejauh ini penjualan telur penyu di kawasan
>> wisata Pantai Padang tetap menjadi salah satu andalan. "Kami sedang buat
>> masterplan untuk tahun 2011 ini guna pembenahannya karena selama ini, kan,
>> masih tradisional. Soalnya telur penyu itu ada pasarnya sendiri, ada yang
>> memang senang dengan telur penyu," katanya.
>> Ia mengatakan, sekalipun memang terdapat kontroversi soal konservasi dan
>> pemanfaatannya untuk industri pariwisata, telur-telur penyu itu dianggap
>> masih dalam batasan yang aman untuk diperjualbelikan. Edi mengatakan,
>> sekalipun banyak telur penyu yang dijual, upaya penangkaran juga
>> dilakukan.
>> "Telur penyu adalah potensi wisata, tetap harus kita jual," kata Edi.
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>> - DILARANG:
>> 1. E-mail besar dari 200KB;
>> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. One Liner.
>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
>> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>> - DILARANG:
>> 1. E-mail besar dari 200KB;
>> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. One Liner.
>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
>> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>> - DILARANG:
>>   1. E-mail besar dari 200KB;
>>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>>   3. One Liner.
>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
>> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>> - DILARANG:
>>   1. E-mail besar dari 200KB;
>>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>>   3. One Liner.
>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
>> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>
>
> --
> Sent from my mobile device
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
Sent from my mobile device

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke