pak Saaf, ambo kiro sajak bulan Oktober 2010 nan lalu ambo indak pernah bosan
manyampaikan paralunyo media internet nan ko terpasang di kantua-kantua wali
nagari di Sumbar, ado banyak manfaatnyo, antaro lain :'
1. Sarana publikasi HRD pemerintahan nagari, baik ke perantau, ke
pemerintahan
nagari yang lain & ke masing-masing pemda kabupaten & provinsi.
2. Sarana komunikasi anak kemanakan suatu nagari dimana saja berada,
sehingga
niniak mamk bisa bermusyawrah kapan saja & dimana saja tanpa harus berkumpul di
balairung adat nagari
3. Sarana pendidikan IT masyarakat nagari, dimana sebagai sumber
informasi
gratis masyarakat nagari, mulai dari media massa, sumber searching
artikel-artikel menarik yang sangat diperlukan masyarakat nagari, mulai dari
kesehatan masyarakat, cara pembuatan pakan ternak, teknologi pertanian &
peternakan hingga sarana promosi hasil produksi nagari & potensi pariwisata &
budaya yang berbasis wsiata nagari.
4. Fasilitas termurah untuk mendistribusikan kajian-kajian tepat guna
seperti
mitigasi bencana, teknologi padat karya, peningkatan kehidupan beradat &
beragama serta sebagai bagunan jejaring (networking) sosial culture yang
memperkuat eksistensi masyarakat adat minangkabau.
5. masih banyak kegunaan lainnya.....
Hanya dengan biaya operasional 200 rb perbulan untuk tagihan speedy dan sekitar
75rb untuk tagihan listrik semua ini bisa dilakukan secara bertahap. Ambo kiro
pak Saaf nan juragan warnet di garasi rumah alah paham bana manfaat internet
nan
ko, namun ambo maklum takadang rang gaek ambo ko sadang konsen bana menghadapi
gerusan pihak-pihak nan menolak kegiatan sepanjang 2010 nan lampau, sahinggo
ide
ambo nan ko kurang tapikikan.
Nan tuo tantu acok manahan ragam,
Kami nan mudo harus mangarati parasaian hiduik pulo
wasalam
AZ/lk/33th
Tanjuang, kec. Sungayang, Luhak Nan Tuo
________________________________
Dari: Dr Saafroedin Bahar <[email protected]>
Kepada: "rantaunet, rantaunet" <[email protected]>
Terkirim: Kam, 26 Mei, 2011 01:56:56
Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] Empat Mahasiswa Undangan dari SMAN 1
PariamanTerancam Batal karena Miskin
Wah hebat, bung Armen. Belum terpikir sejauh itu oleh saya. Benar, dgn ikut UT
liwat internet anak petani miskin di pelosokpun bisa mengikuti pendidikan
tinggi. Lanjutkan ( ini meniru SBY, he he.)
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.
________________________________
From: Armen Zulkarnain <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 26 May 2011 02:43:03 +0800 (SGT)
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: Bls: [R@ntau-Net] Empat Mahasiswa Undangan dari SMAN 1 Pariaman
Terancam Batal karena Miskin
Assalamualaikum wr wb
pak Rafwan Year Perry Burhan nan ambo hormati,
Mungkin sebagai salah satu guru besar Institute terkemuka di negeri ini saya
kira perlu juga dilakukan suatu arahan pada universitas kita agar tidak perlu
menerima mahasiswa program Bidik Misi dari kalangan keluarga tidak mampu &
bermukim dil okasi yang berbeda pulau seperti Sumatera dengan Jawa.
Saya sendiri yang dahulu mencari biaya kuliah dengan kerja serabutan sana sini
tidak begitu terkesan dengan pola penerimaan yang dilakukan universitas kita
saat ini, dimana subsidi pendidikan tinggi saat ini sangat jauh merosot
dibandingkan beberapa tahun sebelumnya pada jalur reguler.
Inilah salah satu alasan saya untuk melakukan pelatihan website nagari di Ranah
Minang, agar ada fasilitas umum internet di pemerintahan nagari sehingga anak
kemanakan kita yang kurang mampu masih bisa menuntut ilmu di universitas
terbuka
(UT) sambil memanfaatkan fasilitas internet di nagari yang disokong
pemerintahan
nagarinya bersama-sama dengan perantau. Jadi, anak kemanakan kita masih bisa
membantu orang tua bekerja di sawah & parak-parak sambil menuntut ilmu dengan
biaya yang lebih murah.
Saya kira, petani sebagai penyokong ketersedian supply bahan makanan beras &
hasil pertanian lainnya perlu mendapat perhatian & keberpihakan yang lebih dari
kalangan universitas/institute.
Wasalam
AZ/lk/33th
Surau Suku Mandahiliang, Tanjuang
________________________________
Dari: R. Y. Perry Burhan <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Rab, 25 Mei, 2011 20:36:42
Judul: Re: [R@ntau-Net] Empat Mahasiswa Undangan dari SMAN 1 Pariaman Terancam
Batal karena Miskin
Ajo Duta, pak Saaf dan sanak kasadonyo,
Kalau mereka memang lah ditarimo di jalur Bidik Misi, artinyo mereka alah dapek
beasiswa untuak kuliah salamo 4 tahun ka muko, mungkin nan jadi masalah adolah
baa biaya anak-anak ko untuak sampai di Jakarta, Bandung, Medan.
Di satu sisi, ado saketek nan ambo sayangkan, kalau mereka punyo prestasi, dan
kurang beruntung dalam biaya, manga indak mandaftar bidik misi di Unand atau di
UNP sajo, sahinggo kasulitan untuak mancapai perguruan tinggi nan dituju gak
bakurang.
sakitu dulu,
wasalam
perry imam sati/52-sby
--
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/