Assalamualaikum wr wb

pak HM Malin Sinaro,

Mungkin informasi ini bisa saya sharing, di nagari asa ambo, Kubang kec. Guguak 
kab. 50 Koto, pondam pakuburan di nagari kami ditempatkan pada lokasi yang 
sama. 
Di nagari bako ambo yaitu Canduang Koto Laweh kab. Agam kondisinya memang 
tersebar di tanah suku ataupun kaum. Hal iko terjadi juo di nagari Tanjuang 
nagari asa pak Abraham Ilyas tampek nan alah 10 hari ambo bamukim disiko.

Ambo kiro, tingginya antusias musyawarah & mufakat di suatu nagari salah satu 
iindikatornya adalah tersebar atau tidaknya pandam pakuburan nagari mantun. 
Sebab seluruh ulayat nagari yang ada (Balai Adat, kantor wali nagari, mesjid 
nagari, sekolah, balai/pasar, tapian mandi, rimbo nagari, sungai, danau, 
perairan laut, dll) umumnya diputuskan dalam suatu musyawarah & mufakat yang 
dilakukan oleh seluruh urang nan ampek jinih di suatu nagari.

wasakan 




________________________________
Dari: Hendra Messa <[email protected]>
Kepada: rantaunet <[email protected]>
Terkirim: Sen, 30 Mei, 2011 15:25:13
Judul: [R@ntau-Net] tanah pakuburan dalam konsep nagari


Dunsanak sadonyo,  dalam konsep dasar kehidupan social minang, yg dikenal dg 
istilah Alua nan ampek,  ada dijelaskan mengenai karakteristik nagari,  
bagaimana syarat sebuah nagari, dinamai Undang Undang Nagari ; 

  
Nagari ba kaampek suku  
Dalam suku babuah paruik  
Kampuang nan ba tuo  
Rumah gadang ba tungganai  
   
Basosok bajurami  
Balabuah batapian  
Barumah batanggo  
Bakorong bakampuang  
Basawah baladang  
Babalai bamusajik  
Bapandam bapakuburan  
  
Suatu konsep yg detail mengenai bagaimana sebuah nagari ada nya ( persyaratan ) 
, sebuah konsep yg detail dan maju, pada jaman nya, dimana suku2 lain di 
Indonesia saat itu tak memiliki konsep detail spt itu. 

Ada satu hal yg ingin saya pertanyakan mengenai syarat bapandam bapakuburan, 
dalam arti, sebuah nagari harus memiliki fasilitas tersendiri utk hal tsb, apa 
dalam arti satu nagari memiliki  tempat pekuburan tersendiri, tempat khusus utk 
semua anak nagari,  tapi dalam realita yg saya ketahui ( di kampuang urang gaek 
di canduang dan palembayan,  makam / kuburan biasanya didirikan di tanah milik 
suatu kaum (suku) bukan di tanah nagari yg lebih luas cakupan nya, sehingga 
sering kita lihat, makam tersebar di berbagai lokasi, biasanya dekat dg 
perumahan.  Beberapa waktu yg lalu, salah seorang kerabat meninggal di daerah 
gumarang palembayan, ternyata dimakamkan nya di tanah milik suku di dekat 
rumah, 
bukan di tempat  bersama. Dan begitu pula di tempat2 lain, kuburan2 tersebar di 
antara perumahan2. Saya tak tahu bagaimana kondisi di tempat2 lain di ranah 
minang, mungkin ada yg bisa share. 

Kembali ke konsep sebuah nagari bapandam bapakuburan, adalah ideal sekali , 
bahwa lokasi kuburan berada  dalam satu tempat khusus yg bisa digunakan oleh 
semua anak nagari, bukan tersebar2 di dekat rumah ( tanah milik kaum/suku ). 
Dari sisi sosial budaya, kesehatan masyarakat , adalah tidak bagus, kuburan 
tersebar di berbagai tempat dekat rumah. 

Sebagai orang minang yg merantau jauh, sebagian kita masih terpikirkan untuk 
kelak dimakamkan di kampong halaman kita tercinta, alangkah bagusnya dari 
sekarang kita sudah bisa mempersiapkan konsep pekuburan yg baik spt itu, 
sebagaimana disampaikan dalam kaidah social budaya ttg nagari  ( alua nan ampek 
)  

  
Salam  
HM malin sinaro 
palembayan 
-- 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke