Assalamualaikum ww Suai, pandam pakuburan bukan domain nagari tapi domain kaum, namun ada juga di daerah Solok saya lihat pandam pakuburan kaum keluarga yang lebih kecil misal pandam pakuburan kaum Piliang dibawah payuang panji Dt Sinaro saja dan ada pula pandam pakuburan milik kaum Piliang keseluruhan panji payung yang ada dinagari tersebut
Seorang ayah dan sekaligus mamak yg baik ketika mati diperebutkan, para kemenakan akan memaksa agar mamaknya dikuburkan dipandam pakuburan kaumnyo samantaro anak2 si mayit memaksa pula agar ayahnya dikuburkan pandam perkuburan kaum mereka pula tinggal loby mana yang kuat Bayangkan kalau si mayit bukan seorang ayah yg baik dalam keluarga tersebut, waktu sakit saja sudah diberitakan lalu diungsikan kelingkungan kaum keluarganya Bagaimana sebaliknya si mayit atau calon mayit bukan ayah yang baik dan juga bukan mamak yang baik dikaumnya Atau bagaimana pula kalau si mayit sebagai ayah yang baik tapi tidak sebagai mamak yang baik dikaumnya ...? wasalam abp58+ ________________________________ Dari: andi ko <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Sen, 30 Mei, 2011 19:56:39 Judul: Re: [R@ntau-Net] tanah pakuburan dalam konsep nagari Setahu ambo, bapandam ba pakuburanb iko lataknyo bukan di level nagari, tetapi di level kaum. Dulu pernah ambo basidang di PN Solok kasus perdata adat, dikasus itu mamparabuikkan gala adat berikut tanah kaum, salah satu pembuktian adolah mancari tali antaro gala nan di parabuikkan jo tergugat ataupun penggugat, pembuktiannyo adolah salah satunyo pandam pakuburan, apokah si pemegang gala terakhir bakubua di pandam pakuburan salah satu diantaro tergugat atau penggugat. Jadi di Minangkabau fungsi pandam pakuburan tdk hanyo tampek urang mati, tapi memiliki konsekuensi ka pewarisan sako jo pusako. Sakian, pangalaman basidang perdata adat di PN Solok beberapa tahun lalu. Salam Andiko Sutan Mancayo On 5/30/11, Hendra Messa <[email protected]> wrote: > Dunsanak sadonyo, dalam konsep dasar kehidupan social minang, yg dikenal dg > istilah Alua nan ampek, ada dijelaskan mengenai karakteristik nagari, > bagaimana syarat sebuah nagari, dinamai Undang Undang Nagari ; > > Nagari ba kaampek suku > Dalam suku babuah paruik > Kampuang nan ba tuo > Rumah gadang ba tungganai > > Basosok bajurami > Balabuah batapian > Barumah batanggo > Bakorong bakampuang > Basawah baladang > Babalai bamusajik > Bapandam bapakuburan > > Suatu konsep yg detail mengenai bagaimana sebuah nagari ada nya ( > persyaratan ) , sebuah konsep yg detail dan maju, pada jaman nya, dimana > suku2 lain di Indonesia saat itu tak memiliki konsep detail spt itu. > Ada satu hal yg ingin saya pertanyakan mengenai syarat bapandam bapakuburan, > dalam arti, sebuah nagari harus memiliki fasilitas tersendiri utk hal tsb, > apa dalam arti satu nagari memiliki tempat pekuburan tersendiri, tempat > khusus utk semua anak nagari, tapi dalam realita yg saya ketahui ( di > kampuang urang gaek di canduang dan palembayan, makam / kuburan biasanya > didirikan di tanah milik suatu kaum (suku) bukan di tanah nagari yg lebih > luas cakupan nya, sehingga sering kita lihat, makam tersebar di berbagai > lokasi, biasanya dekat dg perumahan. Beberapa waktu yg lalu, salah seorang > kerabat meninggal di daerah gumarang palembayan, ternyata dimakamkan nya di > tanah milik suku di dekat rumah, bukan di tempat bersama. Dan begitu pula di > tempat2 lain, kuburan2 tersebar di antara perumahan2. Saya tak tahu > bagaimana kondisi di tempat2 lain di ranah minang, mungkin ada yg bisa > share. > Kembali ke konsep sebuah nagari bapandam bapakuburan, adalah ideal sekali , > bahwa lokasi kuburan berada dalam satu tempat khusus yg bisa digunakan oleh > semua anak nagari, bukan tersebar2 di dekat rumah ( tanah milik kaum/suku ). > Dari sisi sosial budaya, kesehatan masyarakat , adalah tidak bagus, kuburan > tersebar di berbagai tempat dekat rumah. > Sebagai orang minang yg merantau jauh, sebagian kita masih terpikirkan untuk > kelak dimakamkan di kampong halaman kita tercinta, alangkah bagusnya dari > sekarang kita sudah bisa mempersiapkan konsep pekuburan yg baik spt itu, > sebagaimana disampaikan dalam kaidah social budaya ttg nagari ( alua nan > ampek ) > > Salam > HM malin sinaro > palembayan -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
