Sanak IJP jo sanak nan lain.
(1) Saingek ambo dana Rp6,4 triliun itu hanyo di ateh karateh. Baru semacam  
tekad pemerintah pusat membantu sebanyak itu. Baru dana nan Rp3,3 triliun itu 
baru yang ado. Rasonnyo ambo pernah mandapek penjelasanko waktu wwc dengan 
Kepala BNPB atau mungkin jo Pak Gamawan waktu jadi Gubernur. 


Simpulan ambo waktu itu: sepakat Rp6,4 triliun, tapi dananya yang pasti Rp3,3 
triliun. Sisa Rp3,1 triliun dibicarakan nanti. Nah, ini belum termasuk 
pembangunan kantor-kantor pemerintah yang konon hampir semua diasuransikan ke 
Askrida.

(2) Waktu Pak Gamawan jadi Gubernur beliau bertekad penyaluran seluruh dana 
melalui provinsi, sehingga pengawasan di daerah. Kekuatan Pak Gamawan 
menyebabkan dana awal Rp313 miliar masuk ke APBD 2010. Ternyata setelah Pak 
Gamawan meninggalkan "pos gubernur" Pak Marlis kesulitan mengurus dana ini, 
sehingga (konon) menghadapi birokrasi berbelit sampai 6 kali ke pusat. Inilah 
yang dijadikan alasan oleh Pak Syamsul Maarif (Ka BNPB) untuk menilai cara ini 
lemah dan langsung menyalurkan dana ini dari BNPB ke TPT (Tim Pelaksana 
Teknis). 
TPT adalah tim BNPB ditambah beberapa orang provinsi. Akibat pengalihan ini 
DPRD 
Sumbar menganganggap pengawasan dana ini tidak urusannya. Pola seperti ini 
sempat menimbulkan ketegangan BNPB dengan Pemprov ketika meminta tanda tangan 
gubernur dan bupati/walikota.

(3) Nah, dana yang Rp113 miliar sebagian untuk bantuan rumah percontohan. 
Sebagian lagi disalurkan melalui beberapa dinas terkait dengan kerugian 
masyarakat, misalnya pendidikan, wisata (objek wisata), pertanian, perikanan, 
perkebunan, dsb. Ada bantuan pupuk untuk petani korban, ada bantuan pembuatan 
kandang ternak (jadi kandang ternak lebih awal diperbaiki dari rumah orang), 
dsb. 


(4) Penyaluran dana model ini banyak kelemahan karena miskin pengawasan. 
Manajemen penyaluran pun banyak kelemahan. Pemotongan yang dilakukan pokmas 
banyak terjadi tanpa antisipasi. Dana tahap pertama diberikan kepada Rumah 
Rusak 
Berat (RRB) dan Rumah Rusak Sedang (RRS), artinya bantuan tidak diprioritaskan 
terlebih dulu kepada RRB. Akibatnya ada korban RRS yang rusak sedikit sudah 
mendapat Rp10 juta sedangkan yang RRB belum.Ini belum lagi rumah yang dicatat 
Rusak Ringan yang dijanjikan dibantu melalu APBD kota dan kabupaten Rp1 juta, 
belum ada kabar beritanya.

(5) Bencana gempa 30 September 2009 sangat ironis dari segi pertanggungjawaban 
pemerintah daerah. Tradisi gubernur dari Zainal Bakar hingga Gamawan Fauzi 
adalah menyampaikan laporan tertulis ke publik melalui media setelah sebuah 
bencana selesai ditanggulangi (setelah masa tanggap darurat berakhir). 
Kebiasaan 
ini dilakukan setiap bencana yang ditangani provinsi, misalnya galodo Malalo, 
meletusnya Gunung Talang, dan gempa Singkarak. Sayang ini tidak terjadi ketika 
gempa 30 September 2009. Waktu itu saya menunggu Gamawan akan menyampaikan 
laporan ini sebelum meninggalkan kursi gubernur menuju kursi Mendagri, ternyata 
tidak dilakukan. Pak Marlis pun tidak melaporkan ini seperti biasanya, kecuali 
laporan ala kadar (tidak terinci secara keseluruhan) ke DPRD Sumbar setelah 
diminta anggota dewan.

(6) Sebaiknya sekarang memang ada solusi di tingkat daerah, meski dana akhirnya 
disalurkan BNPB. Pertama, gubernur sekarang melaporkan kepada publik (mungkin 
bisa dipilih moment 2 tahun pasca gempa 30 September 2009) tentang gempa 30 
September 2009 dan penangannya, serta rencana menuntaskannya (termasuk translok 
korban longsor). Kedua, bentuk tim evaluasi dan pengawas independen yang berisi 
orang pusat dan daerah. Ketiga, jika ada penyimpangan langsung laporkan ke KPK. 
Keempat, gubernur jika tidak sanggup melobi pusat untuk sisa dana bantuan Rp3,1 
triliun sebaiknya membawa sejumlah tokoh Minang menghadap presiden untuk 
menyampaikan soal ini. masalah masyarakat jadikan masalah bersama.

Wassalam,
Syofiardi (41/Padang)







________________________________
From: Lies Suryadi <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, June 1, 2011 21:41:02
Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] Kemana Dana Bencana Rp. 3,1 Trilyun Itu?


Pak Darwin jo Sanak Jepe,
Limbak daripado itu. Nan tabayang dek ambo, kok tiok hari urang saroman Umi 
ambo 
ko manyada dalam hatinyo, baarok juo sambia kadang2 mandoa kapado Allah SWT. 
Kok 
baratuih..baribu sada urang sarupo ko di dalam nagari nan didanga dek Alllah 
SWT,  apo lah kiro2 EFEK e ka nan mampabagaian dana gampo tu tu? 

 
Salam,
Suryadi

--- Pada Rab, 1/6/11, Darwin Chalidi <[email protected]> menulis:


>Dari: Darwin Chalidi <[email protected]>
>Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] Kemana Dana Bencana Rp. 3,1 Trilyun Itu?
>Kepada: [email protected]
>Tanggal: Rabu, 1 Juni, 2011, 1:02 PM
>
>
>Sanak Palanta RN.
>Kok nantun kulikeik ughang bagak jo gadang sarato parewa pulo, ka sia
>umi ka mangadu. Bara banyak umi2 di nagari iko.
>Akhir tanyo untuak sia nagari ko dibuek????
>
>On 6/1/11, jupardi andi <[email protected]> wrote:
>> Sanak Suryadi
>>
>> masuak episode ka duo dalam sekuel..one (Umi) batilipun jo konco alia ambo
> 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke