Salam, wak tiok hari baok boka, boka tuh kalau disiko namo e bontot... hee... -- http://wempi.nokspi.com
2011/6/7 jupardi andi <[email protected]> > *BAWA “BOKA’ KE KANTOR FOR LUNCH* > > *By : Jepe* > > * > * > > > > Terinspirasi satu kata kunci dari dunsanak Anwar Jambak yaitu “boka” > pikiran saya melayang di awal tahun 1992 ketika saya masih bujangan, tinggal > di rumah orang tua dan bekerja setahun lebih di sebuah perusahaan kayu (HPH) > di kota Padang.Ya masih terbayang dipelupuk mata saya paling tidak dalam 6 > hari kerja kantor pada saat itu minimal 3 kali saya membawa ‘boka”, > sebelumnya mungkin ada yang bertanya apa itu “boka” > > > > > Boka tak lain tak bukan adalah bahasa kampung saya atau rata-rata orang > darek (darat) di ranah minang yang berkampung halaman di nagari-nagari yang > termasuk Kabupaten Tanah Datar, Boka begitu orang kampung saya menyebutnya > jika ke sawah ladang pagi hari membawa makan siang lengkap dengan lauk > pauknya (samba), kira-kira dalam bahasa indonesia “bawa boka” ini sama > artinya dengan “bawa bekal” > > > > > Saya selalu merindukan bawa boka buat makan siang di kantor yang disiapkan > oleh ibu saya paginya, walau saya saat itu sebagai lelaki yang masih muda > tapi saya boleh dikatakan tidak ada malu dan gengsi membawa boka buat makan > siang di kantor. Boka makan siang yang dibuatkan ibu saya selalu terasa > istimewa bagi saya dengan menu-menunya yang khas “kampungan” (samba-samba > buruak), tanpa bumbu vetsin dan sejenisnya pokoknya serba alami dan apa > adanya baik bumbu, bahan dan cara mengolahnya. > > > > Inilah isi boka makan siang yang selalu saya rindukan dari masakan ibu saya > yang boleh dikatakan rata-rata ibu (padusi) minang yang lahir sekira tahun > 30 an membawa keahlian masak-memasak cara kampung dengan aneka menu yang > selalu membuat anak-anaknya rasa-rasanya tidak mau berpisah sampai kapanpun > di ketiak induknya jika mengingat segala masakannya walau sederhana tapi > membangkitkan selera. > > > > > *Menu Utama Boka* > > > ** > > Menu utama fovorit saya adalah asam pedas ikan laut dengan sedikit kuah > agak kental dengan pedas yang menghentak serta rasa asamnya yang memecahkan > air liur, ikannya bisa tandeman, suaso tiga jari, gambolo aceh atau potongan > ikan sisiak yang padat daging. Bosan asam pedas ikan kalio ayam kampuang > mudo belah empat untuk saya suka bagian sayap ke dadanya plus satu set hati > samo rempolonya (ehemm gadang salero deh). Besoknya lagi atau minggu > depannya lagi goreng kariang balado dengan irisan serong petai berkulit atau > goreng ikan mungkuih balado dengan jengkol yang tua belum muda sudah > terlampau, ahayy mantap kali lah ya jengkol seperti ini, asli piring terbang > eksotik si ranah minang yang membuat nanar lidah bergoyang tak > terkendali. > > > Satu hal lagi yang saya rindukan juga menu utama isi boka saya gulai > telor dengan tapak leman dengan potongan tahu atau tempe dan yang tak pernah > bosan-bosannya saya sampai saat ini walau saya lahir, remaja di kota padang > dengan ikan laut yang berlimpah yaitu goreng balado ikan ambu-ambu tapi yang > paling top adalah sisiak. Itulah beberapa menu andalan ibu saya jika saya > membawa boka ke kantor untuk santap siang > > > > > *Menu Tambahan Boka* > > > ** > > Bisa sapek buto/bingung di goreng kering dengan taburan bawang goreng, ibu > saya sangat teliti membersihkan sapek binguang ini hingga keduri-duri > disiripnya yang tajam di buang (dia nggak mau dalam keenakan makan anaknya > tertusuk kerongkongan gara-gara duri sapek binguang yang tajam dan menghujam > ini). Lalu ada goreng bada balado dengan irisan tempe kecil-kecil bisa juga > dengan irisan petai serong berkulit yang boneh khas dari parak petani di > Lubuk Minturun.Perkedel kentang kecil-kecil yang padat dan harum dengan > bumbu daun bawang dan saledri serta aroma khas cairan telor ayam kampung > yang di goreng membalut tipis perkedel kentang ini. Banyak lagi menu-menu > tambahan yang menggugah selera sebut saja “samba lado tanak” yang sangat > complicated bahan dan rasanya khas masakan kampung ala orang darek. > > Tambahan lainnya bekal saya ini biasanya kerupuk ubi putih bulat sebesar > piring tadah asli buatan orang batu sangka dan sekitarnya, kerupuk jangek > atau kerupuk baghuak (emping) > > > > > *Samba Lado Boka* > > > ** > > Nah ini dia wajib dalam setiap boka yang saya bawa dan atas nama lelaki > minang makan tanpa samba lado itu akan membuat hidup saya terasa hampa > dan hambar (berkelebihan..pasti begitu) salah satu favorit samba lado buatan > ibu saya yang perlu diperhitungan dalam dunia samba lado ala orang minang > bergaya dan cita rasa “kampungan” adalah samba lado karambia, begini rasanya > pedasnya sedikit menggigit dengan rasa eksotis dengan bawang mentah yang di > giling dan bersatu dengan parutan kelapa menjelang tua lalu sentuhan asam > perasan asam kapehnya (jeruk nipisnya) mampu menggugah dan memecah air > selera anda. Anda patah hati karena bercinta boleh tidak ada obatnya tapi > jika anda patah selera saya akan merekomendasikan samba lado karambia ini > obatnya biar selera makan anda kembali bergairah. > > Samba lado ala kampungan lainya yaitu samba lado dompak (putiak ambacang) > dengan sentuhan minyak tanak asli (minyak kelapa), samba lado uok taruang, > samba lado bada kuriak bagonseng dengan tetap memberikan sentuhan gurih dari > minyak tanak, samba lado tomat yang di tumis pokoknya komplit malah ada juga > sekali-kali samba lado jariang panggang batokok ..edunn. > > > > > *Uok-uokan Boka* > > > > Ibu saya dalam masalah uok-uok (kukusan) sayur sebagi menu yang berserat > dalam boka saya yang paling sering tampil dalam isi boka saya adalah uok > taruang ungu, uok buncih, uok kacang panjang dan uok labu siam dan untuk > ulamannya saya atau keluarga saya selalu menyukai mentimun kuriak lokal yang > dimakan tanpa di kupas kulitnya. Keluarga saya kurang atau tidak begitu > menyukai uok pucuak ubi jadi boleh dikatakan jika ada razia boka oleh > pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab ketika itu dipastikan dalam boka > saya tidak akan ditemui uok pucuak ubi. > > > > > *Nasi Boka* > > > > Nah yang satu ini ibu saya memang tidak pernah main-main dan kompromi, > beliau selalu mengutamakan nasi dari beras ranah minang kelas wahid kami > punya langganan beras solok talang atau solok cupak yang nasinya begitu > nikmat, tahan lama istilah ibu saya ‘anak gadih sayang, kambangnyo katiko di > tanak kambang bungo limau bana” Nasi dari beras solok ini saking enaknya > dan selalu “mecing” dengan menu apapun di boka yang saya bawa rasanya > rimah-rimah nasipun kalausangat sayang dibuang atau disingkir dan ibu saya > selalu mewanti-wanti (dipasakan ka talingo) jika sudah menyangkut nasi ini > agar jangan sekali-kali di buang sia-sia, maksudnya nasi boka yang saya bawa > diambil dulu secukupnya tanpa diaduk semuanya dengan menu yang di bawa, jika > ada nasi dalam keadaan bersih tersisa (tidak habis) agar di bawa pulang lagi > sorenya dari kantor< tapi rata-rata saya selalu menghabiskan nasi dari beras > Solok yang enak ini. > > > > > *Buah Boka* > > * * > > Ibu saya juga menyelipkan dalam boka saya buah sebagai pencuci mulut, bagi > ibu saya buah yang paling favorit itu adalah pepaya, boleh dikatakan hampir > tiap hari kami anak-anaknya di cekoki buah pepaya alasannya sederhana saja > disamping bervitamin, pencernaan jadi bagus dan BAB nya lancar dan tuntas, > Jadi beberapa potong pepaya selalu mendampingi menu boka saya. Buah lainya > yaitu pisang ambon Bukit Tinggi atau Batu Sangkar dan Jeruk (limau) ketiga > buah itu secara bergilir dalam boka saya atau bisa dua macam Pepaya-Pisang, > Pisang-Jeruk satu lagi tentunya Jeruk-Pepaya. > > > > Itulah menu boka dari ibu saya saat itu yang saya bawa kekantor buat > makan siang (kalau di judul tulisan ini di gayakan dikit For Lunch gitu). > Ketika saya membuat tulisan ini saya sedikit merebakan air mata ingat ibu > saya seorang guru yang sederhana begitu peduli pada anak-anaknya terutama > menghadirkan menu yang sehat, bersih tanpa bumbu mengandung zat kimia. Saya > memang sedikit rada-rada “nyeleneh” kelakuan saya di keluarga yang terkadang > suka asal dan usil tapi ibu saya tak pernah berhenti selalu menasehati saya > jika sekira ada perilaku saya yang kurang berkenan di hatinya seperti dia > akan selalu marah, benci, menangis dan sedih saya melihat merokok yang sudah > tahunan, kata-katanya yang paling membuat menusuk hati dan jiwa saya adalah > “dari ketek mama merawat nanda, bapaliharo kesehatan tu jo makanan nan > sehat-sehat kini lah gadang baracuni badan tu yo ndak rela mama do (termasuk > menyediakan boka)” dan saya memang tidak berani merokok di depannya sampai > saya berhenti total merokok walau ibu saya tahu pasti di belakangnya saya > merokok. > > > > > Terima kasih mama, cinta, kasih, sayangmu memang tidak pernah putus > sepanjang hayat dikandung badanmu, perjayalah ma, ananda akan selalu berdoa > buatmu disetiap habis shalat dan disetiap kesempatan yang tersisa disela > kesibukan anakmu. Boka darimu Ma akan selalu terkenang dan abadi terpatri > dalam hatiku sebagai bentuk cinta seorang ibunda kepada anaknya yang tidak > pernah padam, luntur dan cinta sej > > ati di dunia ini memang dari seorang Ibunda. > > > > > *Sendawar, 7 Juni 2011* > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
