Is, mokasi, iko tulisan menarik. Namo ambo (dalam akte kelahiran) Meirizal Chaidir.
Kato ortu ambo, iko berasal dari Mei (bulan kelahiran) + Jose Rizal, Pahlawan Phillippines. Jadi sejalan dengan butir 1a dan 1e di tulisan itu Eh, waktu lah gadang, kalau ambo manyabuik namo ambo, urang langsuang manakok: "Orang Padang ya ..." Nah, ternyata, entah kebetulan atau karena proses asimilasi, nama Rizal sekarang dikaitkan dengan nama orang Minangkabau ... :) Riri 2011/6/7 Dewis Natra <[email protected]> > Dear Doens, > > Hasil penelitian iko ambo dapek dari website unand jo link sbb: > http://repository.unand.ac.id/844/ > > *MAKNA NAMA DIRI * > > *PADA MASYARAKAT MINANGKABAU[1] <#13068309e0b22862__ftn1>* > > * * > > Oleh: > > Oleh: Rona Almos, Bahren, Zilda Alamanda dan Reniwati > > dosen Jurusan Sastra Daerah Program Studi Bahasa dan Sastra Minangkabau > Fakultas Sastra Universitas Andalas, Padang > > ------------------------------ > > [1] <#13068309e0b22862__ftnref1> Artikel ini adalah ringkasan laporan > penelitian yang didanai dari DIPA Unand tahun 2009 > > > COPASTE lansuang ka pembahasan, isi lengkap dapek di download dari link > website Unand di ateh. > > *5. Pembahasan* > > Masyarakat Minangkabau merupakan masyarakat yang sangat terbuka terhadap > pengaruh luar. Karena sifat yang terbuka itu maka dapat diasumsikan bahwa > masyarakatnya mendapat pengaruh luar dalam berbagai aspek kehidupan, tidak > terkecuali aspek penamaan. Sebagaimana penamaan pada masyarakat lain > (misalnya masyarakat Jawa, Batak, dan Bali), penamaan pada masyarakat > Minangkabau ada yang dikaitkan dengan hal-hal tertentu (bermotivasi) dan ada > yang tidak (tidak bermotivasi). Berikut ini disajikan nama-nama yang > bermotivasi dan tidak bermotivasi. > > > > *1. Nama yang Bermotivasi* > > * *Nama yang bermotivasi ini dikaitkan dengan aspek tertentu, > misalnya harapan, kesembuhan, kejayaan, dan ketakwaan. Nama yang > bermotivasi meliputi hal-hal sebagai berikut. > > *a. Penamaan yang Dikaitkan dengan Nama Bulan * > > Nama bulan, baik yang berasal dari nama bulan tahun Masehi maupun nama > bulan yang berasal dari tahun Hijriah banyak dipakai oleh masyarakat > Minangkabau. Nama-nama itu di antaranya adalah (1) Januardi, (2) Febrian, > (3) (4) Apriandi Gunaidi, (5) Mei Ratna Sari, (6) Julian Jasdin, dan (8) > Desti Purnamasari. > > Januardi merupakan nama yang diberikan kepada anak karena ia dilahirkan > pada bulan Januari. Febrian merupakan anak laki-laki yang lahir pada bulan > Februari. Apriandi Gunaidi berarti anak yang lahir pada bulan April. Mei > Ratna Sari bermakna anak yang lahir pada bulan Mei sebagai permata hati bagi > orang tuanya. Julian Jasdin adalah anak laki-laki pasangan Jasman dan > Diniati yang lahir pada bulan Juli. Sedangkan Desti Purnamasari adalah anak > yang dilahirkan pada bulan Desember, Purnamasari adalah melambangkan > kecantikan (informasi dari oranng tuanya). > > Nama Muhammad Ramadhan dan Jumadil Yusuf adalah contoh nama-nama yang > dikaitkan dengan nama bulan-bulan dalam tahun Hijriah. Muhammad Ramadhan > berarti anak yang lahir pada bulan Ramadhan dan diharapkan dapat berprilaku > seperti Nabi Muhammad s.a.w. Jumadil Yusuf adalah nama yang dipadukan antara > nama bulan (Jumadil) dan nama nabi (Yusuf). Motivasi nama ini adalah agar > anaknya seperti Nabi Yusuf a.s. > > *b. Penamaan yang Dikaitkan dengan Urutan Kelahiran* > > * *Urutan kelahiran kadang kala dijadikan juga sebagai dasar dalam > penamaan. Penamaan dengan cara ini tidaklah banyak (berbeda dengan > masyarakat Bali). Nama-nama itu diantaranya adalah (1) Eka Hadiwijaya, (2) > Dwi Agustina, dan (3) Tri Anugrah. > > Nama Eka Hadiwijaya diberikan kepada anak laki-laki. Eka artinya > satu (anak pertama), Hadi berarti pemberi dan Jaya memilik arti pemimpin. > Jadi, Eka Hadijaya memiliki arti anak pertama yang di berikan Tuhan dan > diharapkan akan menjadi pemimpin. Dwi Agustina adalah anak perempuan kedua > yang dilahirkan bulan Agustus. Tri Anugrah adalah nama anak perempuan yang > memilik makna pemberian yang ketiga. > > Selain menggunakan bilangan sanskerta ada beberapa nama yang > menggunakan bilangan arab dan urutan huruf hijaiyah. Nama-nama tersebut > adalah (1) Salsabila Alifia, (2) Zulhanief Matsani, (3) Isni Suryani, dan > (4) Robi’ah Rofifah. > > Salsabila Alifia merupakan nama anak perempuan yang berarti mata > air dari surga yang pertama. Zulhanief Matsani (Zul berarti Zulhijjah, > Hanief berarti orang yang lurus, Matsani berarti kedus) artinya semoga anak > kedua yang lahirnya bulan Zulhijjah ini menjadi orang yang lurus. Isni > Suryani bermakna surya yang kedua. Sedangkan, Robi’ah Rofifah berarti anak > perempuan keempat yang diharapkan memiliki akhlak baik. > > *c. Penamaan yang Dikombinasikan antara Bulan Kelahiran dan Urutan > Kelahiran* > > Ada sebagian penamaan yang mengaitkan antara nama bulan dan urutan > kelahiran. Nama bulan yang dipakai adalah bulan Masehi dan urutan kelahiran > yang dipakai menggunakan bilangan Sanskerta dan urutan huruf hijaiyah. Contoh > penamaan itu adalah (1) Nopianti Eka Sari, (2)Dwi Jilianti, (3) Tri Aprilia > . > > Nopianti Eka Sari berarti inti anak perempuan pertama yang > dilahirkan bulan November. Dwi Julianti merupakan anak kedua yang dilahirkan > pada bulan Juli. Tri Aprilia berarti anak perempuan ketiga yang dilahirka > pada bulan April. > > *d. Penamaan yang Dikaitkan dengan Peristiwa Tertentu* > > * *Penamaan yang didasari atas kejadian tertentu, misalnya pada > saat melahirkan anak itu terjadi gempa, sehingga anak itu diberi nama * > Gampo*. Sebagai contoh (1) Annisa Gampo, (2) Alwi Krismon, dan (3) Ida > Prihatin. > > Annisa artinya perempuan jadi Annisa Gampo berarti anak perempuan yang > dilahirkan pada waktu gempa bumi. Alwi Krismon merupakan anak laki-laki yang > dilahirkan pada waktu Indonesia sedang menghadapi krisis, jadi nama Awi > Krismon adalah akronim dari aku lahir waktu Indonesia krisis moneter. > Nama Ida Prihatin diberikan kepada anak perempuan karena waktu anak tersebut > lahir kedua orang tuanya mengalami masa-masa ekonomi yang susah > > *e. Penamaan dengan Meniru Nama Orang-orang Terkenal* > > * *Nama orang-orang terkenal biasa dipakai oleh masyarakat > Minangkabau untuk memberi anaknya nama. Hal ini didasari oleh motivasi > tertentu. Pemberian nama yang didasarkan pada nama orang-orang terkenal > dapat dikelompokkan menjadi (1) nama para rasul dan sahabat-sahabatnya, (2) > nama para tokoh atau politisi, dan (3) nama artis. > > 1) Nama Para Rasul dan Sahabat-sahabatnya > > Nama nabi yang biasa dipakai oleh masyarakat Minangkabau adalah (1) > Muhammad, (2) Yusuf, (3) Ibrahim dan lain-lain. Sedangkan nama sahabat nabi > yang biasa dipakai adalah Usman (Usman bin Afan). Melalui nama-nama ini > orang tua berharap agar anaknya menjadi hamba Allah yang bertakwa; anak yang > berbakti pada agama, bangsa, dan orang tua; anak yang berakhlak mulia dan > terpuji; dapat menjadi pemimpin yang terpimpin; dapat menjadi anak yang > jujur; anak yang cerdas spiritualnya, cerdas intelektualnya, dan cerdas > emosionalnya. > > 2) Nama Para Tokoh atau Politikus > > Pemberian nama ada pula yang didasarkan pada nama tokoh atau > politikus. Nama-nama itu antara lain adalah sebagai berikut. (1) Buyung > Sukarno (nama Presiden RI yang pertama), (2) Sudirman (nama pahlawan > nasional), dan (3)Ahmad Yani (nama Pahlawan Revolusi). > > 3) Nama Artis > > Salah satu dampak kemajuan teknologi dan informasi adalah beraneka ragamnya > pemberian nama. Dalam masyarakat Minangkabau dijumpai nama-nama, misalnya > (1) Diana Puspita Sari (2) Nike Hapsari, dan (3) Gita Kanya Safitri. > > Nama Diana Puspita diambil dari nama Lady Diana dari Inggris. Nike > Hapsari diambil dari nama penyanyi pop Indonesia Nike Ardila yang sekarang > sudah almahum. Gita Kanya Safitri diambil dari nama penyanyi remaja Gita > Gutawa. Gita Kanya Safitri (Gita/penyanyi, Kanya/perawan, Safitri/Idul > Fitri) adalah anak perempuan yang dilahirkan pada hari Raya Idul Fitri dan > semoga perkataanya lebut seperti penyanyi dan suci seperti perawan. > > *f. Penamaan dari Bahasa (Bahasa) Tertentu dan Motivasinya Tertentu Pula* > > * *Ada sebagian nama yang diambil dari bahasa tertentu (satu atau > lebih) dengan motivasi tertentu pula. Contoh nama-nama itu adalah sebagai > berikut.* (*1) Mukhtar Firdaus (Mukhtar/terpilih dan Firdaus/surga); nama > ini diberikan kepada anak dengan motivasi anak ini dapat memberikan > kedamaian di dunia maupun di akhirat. (2) Rafif Wira Ahmadi (semula anak > ini diberi nama Rafif Ahmadi Wira Zakhary), secara harfiah nama ini bermakna > (Rafif/berakhlak baik, Wira/pemberani, Ahmadi/yang terpuji, Zakhary/yang > benar). Secara etimologi, Rafif berasal dari bahasa Arab, Wira berasal dari > bahasa Sanskerta, Ahmadi berasal dari bahasa Arab, dan Zakhari berasal dari > bahasa Ibrani. Nama ini adalah nama yang bermotivasi, yakni mengandung > harapan-harapan. (3) Resti Haryani (Resti/bergairah dan Haryani/berhati > mulia) adalah anak seorang guru SMP. Orang tua anak ini berharap anaknya > dapat menjadi seorang perempuan yang memiliki kecerdasan dan keceriaan dalam > hidup ini serta menjadi anak yang berwatak mulia. > > *g. Penamaan yang Dikaitkan dengan Nama Hari-Hari Besar Keagamaan* > > * *Nama yang dikaitkan dengan hari-hari besar keagamaan sangat > sedikit digunakan. Nama-nama itu adalah (1) Fitri Handayani dan (2) Deviza > Natalia. Nama-nama itu dipakai ada yang berhubungan dengan waktu kelahiran, > misalnya nama Fitri Handayani yang dilahirkan pada Hari Raya Idul Fitri. > Sedangkan, Deviza Natalina lahir pada Hari Raya Natal. Motivasi pemberian > nama ini agar anak-anak tersebut menjadi anak yang baik atau saleh. > > *h. Nama Suku sebagai Nama Belakang* > > * *Seperti halnya nama-nama orang Batak dan Manado yang selalu > menempelkan nama suku dan marga di belakang namanya. Ada juga sebagian orang > Minangkabau mengangkat nama suku sebagai nama belakangnya. Misalnya, (1) Zul > Koto (karena beasal dari suku Kota), (2) Indra Piliang (yang berasal dari > suku Piliang) > > *2. Nama yang Tidak Bermotivasi* > > Selain nama-nama yang bermotivasi, ada juga nama yang tidak bermotivasi. > Yang dimaksud dengan nama yang tidak bermotivasi adalah nama yang tidak > bermakna tertentu (tidak ada sebab dan misi dari nama itu) misalnya Malus, > Ciuk, Sirun, Isrun, Badil, Barun, Kinuk, Lemi, Nawas, Yalma, Kirai, dan > Budin. > > *3. Perubahan Nama Orang pada Masyarakat Minangkabau* > > Pada abad ke-19 (tahun 1900-an) penamaan umumnya menggunakan satu > kata. Nama-nama itu, misalnya Talib (lk), Yasip (lk), Sa’an (lk), Setimar > (pr), Masamah (pr), dan Raunah (pr). Nama-nama itu membawa ciri tersendiri > sebagai nama orang-orang dari Minangkabu. Pada tahun 1940-1960 terjadi > perubahan orientasi penamaan. Hal ini disebabkan kontak dengan masyarakat > lain terjadi secara lebih luas. Maka tidak aneh apabila nama-nama orang dari > Minangkabau banyak yang menggunakan nama-nama Arab, Cina, Jawa, dan > lain-lain. Sebagai contoh: Abdul Lase, Tangkisun, dan Hayanto. > > Pada dekade 60-an , sangat banyak nama yang menggunakan –man dan > -zal untuk laki-laki, misalnya Harman, Nasman, Suparman, Wahasman, Alman, > Arfizal, Syafrizal, dan Syamsurizal Sedangkan, untuk nama-nama perempuan > banyak dijumpai nama-nama yang menggunakan –wati, -ah, dan –mi, misalnya > Masmidawati, Sidariah, dan Silasmi. > > Dekade 80-an, banyak anak diberi nama kebarat-baratan dan misalnya > Robertus, Jhonson, Alex, Ryan, Yosep, Octavia, Andreas, Jhon, dan Yohanes . > Dekade > akhir 90-an sampai sekarang, tren nama-nama Islam untuk anak-anak. Misalnya > Annisa, Zahra, Najwa, Farhan, Habib, dan Said. * * > > *6. Simpulan* > > Penamaan orang pada masyarakat Minangkabau ada yang bermotivasi > dan ada yang tidak bermotivasi. Penamaan yang bermotivasi dapat > dikelompokkan menjadi delapan kelompok yakni (1) penamaan yang dikaitkan > dengan nama bulan, baik bulan pada tahun Masehi maupun bulan pada tahun > Hijriah, (2) penamaan yang dikaitkan dengan urutan kelahiran, (3) penamaan > yang dikombinasikan antara bulan kelahiran dan urutan kelahiran, (4) > penamaan yang dikaitkan dengan peristiwa tertentu, baik yang berupa > peristiwa kelahiran—misalnya berupa fenomena alam, (5) penamaan dengan > meniru nama orang-orang terkenal (6) penamaan dari bahasa (bahasa) tertentu > dan motivasinya tertentu pula, (7) penamaan yang dikaitkan dengan nama > hari-hari besar keagamaan, serta nama suku sebagai nama belakang. > > Penamaan yang tidak bermotivasi terdapat pula pada nama-nama orang > Minangkabau. Nama-nama itu tidak bermakna (tidak ada sebab dan misi dari > nama itu). Akan tetapi, ada aspek lain yang dipentingkan dari nama itu, > yakni aspek bunyi, sehingga nama itu enak didengar dan mudah diucapkan. > > > -- > http://www.cimbuak.net > Kampuang nan jauah dimato dakek dijari > > http://urangminang.wordpress.com > http://palantaminang.wordpress.com > > -- > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
