Ado kawan namonyo Saktihar dek inyo lahia dihari sakti 17 Agustus. Ado
pulo Suhatri (Sukarno Hatta Republik Indonesia). Ado pulo Dutamardin
(DUa TAhun MARdeka INdonesia).
Kini inyo jadi "duta" di Amerika.

Dua anak laki2 ambo pakai namo akhir Gasanto (Gasan-Toboh) kampung
ambo jo nyonya.

Ado cucu (anak kamanakan) ayahnyo guru olahraga sadang jadi wasit
tanding voli, anak kaduonyo lahir, diagiah nama Dwi Volina.

Nan bedo masih mamak jauah nyonya. Diagiah namo Ali Mungkar. Iyo jadi
parewa gadang inyo.

On 6/6/11, Dewis Natra <[email protected]> wrote:
> Dear Doens,
>
> Hasil penelitian iko ambo dapek dari website unand jo link sbb:
> http://repository.unand.ac.id/844/
>
> *MAKNA NAMA DIRI *
>
> *PADA MASYARAKAT MINANGKABAU[1] <#_ftn1>*
>
> * *
>
> Oleh:
>
> Oleh: Rona Almos, Bahren, Zilda Alamanda dan Reniwati
>
> dosen Jurusan Sastra Daerah Program Studi Bahasa dan Sastra Minangkabau
> Fakultas Sastra Universitas Andalas, Padang
>
> ------------------------------
>
> [1] <#_ftnref1> Artikel ini adalah ringkasan laporan penelitian yang didanai
> dari DIPA Unand tahun 2009
>
>
>  COPASTE lansuang ka pembahasan, isi lengkap dapek di download dari link
> website Unand di ateh.
>
> *5. Pembahasan*
>
> Masyarakat Minangkabau merupakan masyarakat yang sangat terbuka terhadap
> pengaruh luar. Karena sifat yang terbuka itu maka dapat diasumsikan bahwa
> masyarakatnya mendapat pengaruh luar dalam berbagai aspek kehidupan, tidak
> terkecuali aspek penamaan. Sebagaimana penamaan pada masyarakat lain
> (misalnya masyarakat Jawa, Batak, dan Bali), penamaan pada masyarakat
> Minangkabau ada yang dikaitkan dengan hal-hal tertentu (bermotivasi) dan ada
> yang tidak (tidak bermotivasi). Berikut ini disajikan nama-nama yang
> bermotivasi dan tidak bermotivasi.
>
>
>
> *1. Nama yang Bermotivasi*
>
> *        *Nama yang bermotivasi ini dikaitkan dengan aspek tertentu,
> misalnya harapan, kesembuhan, kejayaan, dan ketakwaan. Nama yang bermotivasi
> meliputi hal-hal sebagai berikut.
>
> *a. Penamaan yang Dikaitkan dengan Nama Bulan *
>
> Nama bulan, baik yang berasal dari nama bulan tahun Masehi maupun nama bulan
> yang berasal dari tahun Hijriah banyak dipakai oleh masyarakat Minangkabau.
> Nama-nama itu di antaranya adalah (1) Januardi, (2) Febrian, (3) (4)
> Apriandi Gunaidi, (5) Mei Ratna Sari, (6) Julian Jasdin, dan (8) Desti
> Purnamasari.
>
> Januardi merupakan nama yang diberikan kepada anak karena ia dilahirkan pada
> bulan Januari. Febrian merupakan anak laki-laki yang lahir pada bulan
> Februari. Apriandi Gunaidi berarti anak yang lahir pada bulan April. Mei
> Ratna Sari bermakna anak yang lahir pada bulan Mei sebagai permata hati bagi
> orang tuanya. Julian Jasdin adalah anak laki-laki pasangan Jasman dan
> Diniati yang lahir pada bulan Juli. Sedangkan Desti Purnamasari adalah anak
> yang dilahirkan pada bulan Desember, Purnamasari adalah melambangkan
> kecantikan (informasi dari oranng tuanya).
>
> Nama Muhammad Ramadhan dan Jumadil Yusuf adalah contoh nama-nama yang
> dikaitkan dengan nama bulan-bulan dalam tahun Hijriah. Muhammad Ramadhan
> berarti anak yang lahir pada bulan Ramadhan dan diharapkan dapat berprilaku
> seperti Nabi Muhammad s.a.w. Jumadil Yusuf adalah nama yang dipadukan antara
> nama bulan (Jumadil) dan nama nabi (Yusuf). Motivasi nama ini adalah agar
> anaknya seperti Nabi Yusuf a.s.
>
> *b. Penamaan yang Dikaitkan dengan Urutan Kelahiran*
>
> *        *Urutan kelahiran kadang  kala dijadikan juga sebagai dasar dalam
> penamaan. Penamaan dengan cara ini tidaklah banyak (berbeda dengan
> masyarakat Bali). Nama-nama itu diantaranya adalah (1) Eka Hadiwijaya, (2)
> Dwi Agustina,  dan (3) Tri Anugrah.
>
>         Nama Eka Hadiwijaya diberikan kepada anak laki-laki. Eka artinya
> satu (anak pertama), Hadi berarti pemberi dan Jaya memilik arti pemimpin.
> Jadi, Eka Hadijaya memiliki arti anak pertama yang di berikan Tuhan dan
> diharapkan akan menjadi pemimpin. Dwi Agustina adalah anak perempuan kedua
> yang dilahirkan bulan Agustus. Tri Anugrah adalah nama anak perempuan yang
> memilik makna pemberian yang ketiga.
>
>         Selain menggunakan bilangan sanskerta ada beberapa nama yang
> menggunakan bilangan arab dan urutan huruf hijaiyah. Nama-nama tersebut
> adalah (1) Salsabila Alifia, (2) Zulhanief Matsani, (3) Isni Suryani, dan
> (4) Robi’ah Rofifah.
>
>         Salsabila Alifia merupakan nama anak perempuan yang berarti mata air
> dari surga yang pertama. Zulhanief Matsani (Zul berarti Zulhijjah, Hanief
> berarti orang yang lurus, Matsani berarti kedus) artinya semoga anak kedua
> yang lahirnya bulan Zulhijjah ini menjadi orang yang lurus. Isni Suryani
> bermakna surya yang kedua. Sedangkan, Robi’ah Rofifah berarti anak perempuan
> keempat yang diharapkan memiliki akhlak baik.
>
>  *c. Penamaan yang Dikombinasikan antara Bulan Kelahiran dan Urutan
> Kelahiran*
>
>         Ada sebagian penamaan yang mengaitkan antara nama bulan dan urutan
> kelahiran. Nama bulan yang dipakai adalah bulan Masehi dan urutan kelahiran
> yang dipakai menggunakan bilangan Sanskerta dan urutan huruf hijaiyah.
> Contoh
> penamaan itu adalah (1) Nopianti Eka Sari, (2)Dwi Jilianti, (3) Tri Aprilia
> .
>
>        Nopianti Eka Sari berarti inti anak perempuan pertama yang dilahirkan
> bulan November. Dwi Julianti merupakan anak kedua yang dilahirkan pada bulan
> Juli. Tri  Aprilia berarti anak perempuan ketiga yang dilahirka pada bulan
> April.
>
> *d. Penamaan yang Dikaitkan dengan Peristiwa Tertentu*
>
> *        *Penamaan yang didasari atas kejadian tertentu, misalnya pada saat
> melahirkan anak itu terjadi gempa, sehingga anak itu diberi nama *Gampo*.
> Sebagai contoh (1) Annisa Gampo,  (2) Alwi Krismon, dan (3) Ida Prihatin.
>
> Annisa artinya perempuan jadi Annisa Gampo berarti anak perempuan yang
> dilahirkan pada waktu gempa bumi. Alwi Krismon merupakan anak laki-laki yang
> dilahirkan pada waktu Indonesia sedang menghadapi krisis, jadi nama Awi
> Krismon  adalah akronim dari aku lahir waktu Indonesia krisis moneter. Nama
> Ida Prihatin diberikan kepada anak perempuan karena waktu anak tersebut
> lahir kedua orang tuanya mengalami masa-masa ekonomi yang susah
>
> *e. Penamaan dengan Meniru Nama Orang-orang Terkenal*
>
> *        *Nama orang-orang terkenal biasa dipakai oleh masyarakat
> Minangkabau untuk memberi anaknya nama. Hal ini didasari oleh motivasi
> tertentu. Pemberian nama yang didasarkan pada nama orang-orang terkenal
> dapat dikelompokkan menjadi (1) nama para rasul dan sahabat-sahabatnya, (2)
> nama para tokoh atau politisi, dan (3) nama artis.
>
> 1) Nama Para Rasul dan Sahabat-sahabatnya
>
> Nama nabi yang biasa dipakai oleh masyarakat Minangkabau adalah (1)
> Muhammad, (2) Yusuf, (3) Ibrahim dan lain-lain. Sedangkan nama sahabat nabi
> yang biasa dipakai adalah Usman (Usman bin Afan). Melalui nama-nama ini
> orang tua berharap agar anaknya menjadi hamba Allah yang bertakwa; anak yang
> berbakti pada agama, bangsa, dan orang tua; anak yang berakhlak mulia dan
> terpuji; dapat menjadi pemimpin yang terpimpin; dapat menjadi anak yang
> jujur; anak yang cerdas spiritualnya, cerdas intelektualnya, dan cerdas
> emosionalnya.
>
> 2) Nama Para Tokoh atau Politikus
>
>         Pemberian nama ada pula yang didasarkan pada nama tokoh atau
> politikus. Nama-nama itu antara lain adalah sebagai berikut. (1) Buyung
> Sukarno (nama Presiden RI yang pertama), (2) Sudirman (nama pahlawan
> nasional), dan (3)Ahmad Yani (nama Pahlawan Revolusi).
>
> 3) Nama Artis
>
> Salah satu dampak kemajuan teknologi dan informasi adalah beraneka ragamnya
> pemberian nama. Dalam masyarakat Minangkabau dijumpai nama-nama, misalnya
> (1) Diana Puspita Sari (2) Nike Hapsari, dan (3) Gita Kanya Safitri.
>
>  Nama Diana Puspita diambil dari nama Lady Diana dari Inggris. Nike Hapsari
> diambil dari nama penyanyi pop Indonesia Nike Ardila yang sekarang sudah
> almahum. Gita Kanya Safitri diambil dari nama penyanyi remaja Gita Gutawa.
> Gita Kanya Safitri (Gita/penyanyi, Kanya/perawan, Safitri/Idul Fitri) adalah
> anak perempuan yang dilahirkan pada hari Raya Idul Fitri dan semoga
> perkataanya lebut seperti penyanyi dan suci seperti perawan.
>
> *f. Penamaan dari Bahasa (Bahasa) Tertentu dan Motivasinya Tertentu Pula*
>
> *        *Ada sebagian nama yang diambil dari bahasa tertentu (satu atau
> lebih) dengan motivasi tertentu pula. Contoh nama-nama itu adalah sebagai
> berikut.* (*1) Mukhtar Firdaus (Mukhtar/terpilih dan Firdaus/surga); nama
> ini diberikan kepada anak dengan motivasi anak ini dapat memberikan
> kedamaian di dunia maupun di akhirat. (2)  Rafif Wira Ahmadi (semula anak
> ini diberi nama Rafif Ahmadi Wira Zakhary), secara harfiah nama ini bermakna
> (Rafif/berakhlak baik, Wira/pemberani, Ahmadi/yang terpuji, Zakhary/yang
> benar). Secara etimologi, Rafif berasal dari bahasa Arab, Wira berasal dari
> bahasa Sanskerta, Ahmadi berasal dari bahasa Arab, dan Zakhari berasal dari
> bahasa Ibrani. Nama ini adalah nama yang bermotivasi, yakni mengandung
> harapan-harapan. (3)  Resti Haryani (Resti/bergairah dan Haryani/berhati
> mulia) adalah anak seorang guru SMP. Orang tua anak ini berharap anaknya
> dapat menjadi seorang perempuan yang memiliki kecerdasan dan keceriaan dalam
> hidup ini serta menjadi anak yang berwatak mulia.
>
> *g. Penamaan yang Dikaitkan dengan Nama Hari-Hari Besar Keagamaan*
>
> *        *Nama yang dikaitkan dengan hari-hari besar keagamaan sangat
> sedikit digunakan. Nama-nama itu adalah (1) Fitri Handayani dan (2) Deviza
> Natalia. Nama-nama itu dipakai ada yang berhubungan dengan waktu kelahiran,
> misalnya nama Fitri Handayani yang dilahirkan pada Hari Raya Idul Fitri.
> Sedangkan, Deviza Natalina lahir pada Hari Raya Natal. Motivasi pemberian
> nama ini agar anak-anak tersebut menjadi anak yang baik atau saleh.
>
> *h. Nama Suku sebagai Nama Belakang*
>
> *        *Seperti halnya nama-nama orang Batak dan Manado yang selalu
> menempelkan nama suku dan marga di belakang namanya. Ada juga sebagian orang
> Minangkabau mengangkat nama suku sebagai nama belakangnya. Misalnya, (1) Zul
> Koto (karena beasal dari suku Kota), (2) Indra Piliang (yang berasal dari
> suku Piliang)
>
> *2. Nama yang Tidak Bermotivasi*
>
> Selain nama-nama yang bermotivasi, ada juga nama yang tidak bermotivasi.
> Yang dimaksud dengan nama yang tidak bermotivasi adalah nama yang tidak
> bermakna tertentu (tidak ada sebab dan misi dari nama itu) misalnya Malus,
> Ciuk, Sirun, Isrun, Badil, Barun, Kinuk, Lemi, Nawas, Yalma, Kirai, dan
> Budin.
>
> *3. Perubahan Nama Orang pada Masyarakat Minangkabau*
>
>         Pada abad ke-19 (tahun 1900-an) penamaan umumnya menggunakan satu
> kata. Nama-nama itu, misalnya Talib (lk), Yasip (lk), Sa’an (lk), Setimar
> (pr), Masamah (pr), dan Raunah (pr). Nama-nama itu membawa ciri tersendiri
> sebagai nama orang-orang dari Minangkabu. Pada tahun 1940-1960 terjadi
> perubahan orientasi penamaan. Hal ini disebabkan kontak dengan masyarakat
> lain terjadi secara lebih luas. Maka tidak aneh apabila nama-nama orang dari
> Minangkabau banyak yang menggunakan nama-nama Arab, Cina, Jawa, dan
> lain-lain. Sebagai contoh: Abdul Lase, Tangkisun, dan Hayanto.
>
>         Pada dekade 60-an , sangat banyak nama yang menggunakan –man dan
> -zal untuk laki-laki, misalnya Harman, Nasman, Suparman, Wahasman, Alman,
> Arfizal, Syafrizal, dan Syamsurizal Sedangkan, untuk nama-nama perempuan
> banyak dijumpai nama-nama yang menggunakan –wati, -ah, dan –mi, misalnya
> Masmidawati, Sidariah, dan Silasmi.
>
>         Dekade 80-an, banyak anak diberi nama kebarat-baratan dan misalnya
> Robertus, Jhonson, Alex, Ryan, Yosep, Octavia, Andreas, Jhon, dan
> Yohanes . Dekade
> akhir 90-an sampai sekarang, tren nama-nama Islam untuk anak-anak. Misalnya
> Annisa, Zahra, Najwa, Farhan, Habib, dan Said.  * *
>
> *6. Simpulan*
>
>         Penamaan orang pada masyarakat Minangkabau ada yang bermotivasi dan
> ada yang tidak bermotivasi. Penamaan yang bermotivasi dapat dikelompokkan
> menjadi delapan kelompok yakni (1) penamaan yang dikaitkan dengan nama
> bulan, baik bulan pada tahun Masehi maupun bulan pada tahun Hijriah, (2)
> penamaan yang dikaitkan dengan urutan kelahiran, (3) penamaan yang
> dikombinasikan antara bulan kelahiran dan urutan kelahiran, (4) penamaan
> yang dikaitkan dengan peristiwa tertentu, baik yang berupa peristiwa
> kelahiran—misalnya berupa fenomena alam, (5) penamaan dengan meniru nama
> orang-orang terkenal (6) penamaan dari bahasa (bahasa) tertentu dan
> motivasinya tertentu pula, (7) penamaan yang dikaitkan dengan nama hari-hari
> besar keagamaan, serta nama suku sebagai nama belakang.
>
>         Penamaan yang tidak bermotivasi terdapat pula pada nama-nama orang
> Minangkabau. Nama-nama itu tidak bermakna (tidak ada sebab dan misi dari
> nama itu). Akan tetapi, ada aspek lain yang dipentingkan dari nama itu,
> yakni aspek bunyi, sehingga nama itu enak didengar dan mudah diucapkan.
>
>
> --
> http://www.cimbuak.net
> Kampuang nan jauah dimato dakek dijari
>
> http://urangminang.wordpress.com
> http://palantaminang.wordpress.com
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
Sent from my mobile device

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
gelar Bagindo, suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
di Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau: Deli dan Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------
"Kepedulian sanak terhadap anak-anak nagari ditunggu. Mari sisihkan rejeki
kita Rp.250.000 untuk satu paket baju seragam bagi anak-anak yang tak
bersekolah, hanya karena tak sanggup beli baju seragam". Transfer infaq
sanak ke rek YPRN No. 0221919932 Bank BNI

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke