Mungkin baliau iko indak paham juo kalau tindakan nan dilakukan itu adolah korupsi, karena mungkin zaman itu biaso sajo, istilahnyo "mancari pitih", "pitih masuak" atau "rasaki harimau". Alah kabua garih bateh nan salah jo nan bana.
Salam Andiko On 6/9/11, [email protected] <[email protected]> wrote: > Ondee mande..urang gadang baringin diateh bukik bana nan tatahan > > Baa lai kok lah terbukti, kalau garah2 petinggi dan penguasa negara wak ko > biasonyo mangecek "sadang sial sajo" banyak labiah dari itu jumlah korupnyo > tapi lihai mailak susah secara hukum untuak dibuktikan dan ditangkok/ditahan > > Kito tunggu lah baa episode selanjutnyo di pengadilan bisuak "apo memang > lagi sial sajo" > > Wass-Jepe > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > > -----Original Message----- > From: "sjamsir_sjarif" <[email protected]> > Sender: [email protected] > Date: Wed, 08 Jun 2011 15:39:55 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: Re: [R@ntau-Net] Korupsi ... Bukittinggi > > Lah lamo bana masalah ko tadanga, main sikut-sikutan di pemko, lah sambuah > anak buahnyo nan masuak situmbin, baa mangko kini baru tagisia? > --Nyit Sungut > --- In [email protected], ajo duta <ajoduta@...> wrote: >> >> Iyo tu Jo Fahmi. Pokok e masuak-an ka Situmbin para koruptor tu. Jan pilih >> bulu. >> >> On 6/8/11, Nofend St. Mudo <nofend@...> wrote: >> > Rabu, 08/06/2011 20:44 WIB >> > Yonda Sisko : detikNews >> > >> > detikcom - Padang, Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Sumbar) menahan >> > mantan >> > Walikota Bukittinggi yang kini tercatat sebagai anggota Komisi II DPR >> > dari >> > Fraksi Partai Demokrat, Drs H Djufri. Djufri ditahan karena kasus dugaan >> > korupsi proyek pengadaan tanah. >> > >> > Djufri ditahan Rabu (8/6/2011). Kasus yang menyeretnya adalah pengadaan >> > kantor DPRD Kota Bukittinggi dan tanah pool kendaraan Sub Dinas >> > Kebersihan >> > dan Pertamanan Bukittinggi 2007 yang merugikan keuangan negara Rp 1,7 >> > miliar. >> > >> > Djufri ditetapkan sebagai tersangka pada 9 Januari 2009 ketika Kejati >> > Sumbar >> > dipimpin Sution Usman Adji dan baru diperiksa pertama kali pada 12 Mei >> > 2011 >> > lalu. Pada pemeriksaan kedua hari ini Djufri langsung ditahan. >> > >> > Djufri diangkut ke tahanan LP Muaro Padang dari Kejati Sumbar >> > menggunakan >> > mobil tahanan sekitar pukul 18.15 WIB. Sebelumnya, penyidik Kejaksaan >> > Tinggi >> > Sumbar memeriksa Djufri sekitar 8 jam dan menyodorkan 30 pertanyaan >> > sejak >> > pukul 10.00 WIB. >> > >> > "Hasil pemeriksaan hari ini memperkuat dugaan jaksa dalam kasus yang >> > merugikan negara sekitar Rp 1,7 miliar ini. Penahanan dilakukan karena >> > alasan tersangka dikhawatirkan menghilangkan barang bukti, mengulangi >> > perbuatannya, dan melarikan diri. Penilaian terhadap kelayakan penahanan >> > merupakan kewenangan subjektif penyidik," ujar Kajati Sumbar Bagindo >> > Fahmi. >> > >> > Sementara itu, Nelson Darwis dari Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP >> > Partai Demokrat yang mendampingi Djufri ketika diperiksa, mengaku >> > terkejut >> > dan tidak mengira kliennya bakal ditahan. Selama proses pemeriksaan, >> > kata >> > dia, kliennya sangat kooperatif. >> > >> > "Klien kami tidak mungkin melarikan diri apa lagi sampai menghilangkan >> > barang bukti karena semua barang bukti sudah ada di tangan jaksa," >> > katanya. >> > >> > Nelson mengatakan, dari 30 pertanyaan yang ditanyakan kepada kliennya >> > belum >> > satupun yang masuk pada substansi perkara. Penyidik, menurutnya, baru >> > mengutak-atik soal proses pengeluaran SK pembentukan panitia pengadaan >> > tanah. >> > >> > "Dalam kasus ini, saya belum melihat ada kerugian negara. Kita akan >> > segera >> > mengajukan penangguhan penahanan," kata dia. >> > >> > Djufri ditetapkan menjadi tersangka pada 9 Januari 2009 karena diduga >> > terlibat mark up dalam pembelian tanah untuk pembangunan Gedung DPRD >> > Bukittinggi dan pool kendaraan Sub Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota >> > Bukittinggi pada 2007. Ketika itu ia masih masih menjabat sebagai >> > Walikota >> > Bukittinggi. >> > >> > Selain Djufri, Sekdako Bukittinggi Drs H Khairul juga ditetapkan sebagai >> > tersangka. Dalam kasus tersebut, enam bawahan Djufri juga telah divonis >> > bersalah dan dijatuhi hukuman bervariasi, 2-4 tahun penjara. >> > >> > http://m.detik.com/read/2011/06/08/204411/1656258/10/korupsi-tanah-anggota-fraksi-demokrat-dpr-ditahan-kejati-sumbar >> > >> > >> > Wassalam >> > Nofend | 34+ | Cikasel > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > -- Sent from my mobile device -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
