*S*anak Palanta RN, ambo tertarik pulo coppas dari milis tetangga mengenai
Pancasila dari wong Bali

*
*

*Pancasila*
Sabtu, 28 Mei 2011 | 23:48 WIB

Putu Setia *
*

Menjelang 1 Juni, orang sibuk bicara Pancasila sebagai dasar negara. Pekan
lalu, Mahkamah Konstitusi menjadi tamu para petinggi negara yang
membicarakan betapa pentingnya kelahiran Pancasila diperingati.

Apakah ini juga buah reformasi? Pada masa Orde Baru, Soeharto tak sudi
merayakan kelahiran Pancasila karena lebih tertarik pada kesaktian
Pancasila--padahal semua orang tahu tak ada yang sakti kalau tak pernah
dilahirkan.

Namun di era reformasi pula Pancasila mulai dilupakan, setidaknya
pengamalannya luntur. Pancasila tak lagi diajarkan secara khusus, sehingga
para rektor di Jawa Timur meminta agar Pedoman Penghayatan dan Pengamalan
Pancasila (P4) diajarkan kembali.

Saya setuju Pancasila diajarkan, tapi kurang sreg P4 dihidupkan, meskipun
saya alumnus penataran P4 tingkat nasional angkatan ke-145. P4 penafsirannya
terlalu mutlak dan kurang menghargai dialog. Tapi itu urusan Ketua MPR,
Ketua DPR, presiden, dan petinggi lainnya.

Yang hendak saya katakan, pengamalan Pancasila sudah jauh merosot. Sekarang
ini perikehidupan--ini bahasa penataran--menyimpang dari Pancasila, baik di
tingkat elite maupun lapisan bawah. Yang banyak diamalkan justru
"Pancasala". *Sala*, seperti halnya *sila*, adalah bahasa Jawa kuno
yang *artinya
salah*. "Lima kesalahan" inilah yang kini banyak diamalkan.

Apakah itu?

*Sala pertama*: keuangan yang mahakuasa. Uanglah yang membuat orang berkuasa
dan mempertahankan kekuasaan. Untuk menjadi bupati, gubernur, presiden, dan
wakil rakyat perlu uang. Menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia saja
perlu miliaran uang untuk menyogok wakil rakyat. Menurut akal sehat, tak
masuk akal, bagaimana mengembalikan uang itu dengan gaji yang diperoleh?
Tapi itu yang terjadi, korupsi semakin marak. Memalukan luar biasa.

*Sala kedua*: kemanusiaan yang batil dan biadab. Menurut kamus, batil
artinya tak benar. Banyak perilaku kita yang tak benar dan kebiadaban
terjadi di mana-mana. Teroris menjadi ancaman, perampok seenaknya menembak
tewas polisi, rumah ibadah dirusak dengan beringas. Antara Mahfud Md. dan
Muhammad Nazaruddin, siapa yang batil? Meski secara "perasaan" gampang
ditebak--yang kabur biasanya tak benar--secara hukum, perdebatannya panjang.
Ini skandal moral.

*Sala ketiga*: perseteruan Indonesia. Orang gampang berseteru. Buaya
berseteru dengan cicak, es lilin berseteru dengan es kopyor. Andi
Mallarangeng berseteru dengan Nazaruddin, Muchdi Pr. berseteru dengan
Suryadharma Ali. Padahal semuanya satu partai dan semuanya bicara partainya
solid. Memilih Ketua Umum PSSI saja ributnya setengah modar, padahal siapa
pun yang terpilih tak akan membuat Indonesia juara dunia. Ini
memprihatinkan.

*Sala keempat*: kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah keraguan dalam
permusyawaratan semu. Semua langkah yang diambil berdasarkan keraguan.
Menaikkan harga Premium takut, tapi tetap mengimbau pemilik mobil membeli
Pertamax. Petinggi partai semua *ngomong*: koalisi solid, tak ada
perpecahan, nyatanya itu semu. Ini memuakkan.

*Sala kelima*: kesenjangan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini tak
perlu diulas, capek. Wakil rakyat membuat gedung mewah, anak-anak
rakyat--yang jadi ketua rakyat--gedung sekolahnya roboh. Gaji wakil rakyat
Rp 54 juta--di luar komisi proyek, uang reses, sangu studi banding, dan
penghasilan makelar anggaran--sementara gaji guru honorer, termasuk yang
mengajarkan Pancasila, Rp 200 ribu.

Pertanyaan untuk elite kita: betulkah kalian mau kembali ke dasar negara
Pancasila kalau kenyataan yang kalian amalkan "Pancasala"? Beri teladan
dong, jangan omong doang

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke