Cukup menarik untuk disimak postingan sanak ZulTan tentang peristiwa kekerasan 
sosial yang dialami oleh keluarga Ny. Siami-Widodo (orang tua AL) oleh warga 
tetangganya sendiri, berkaitan dengan laporan ybs tentang contekan massal pada 
sekolah anaknya, yang mengakibatkan ia harus dievakuasi oleh polisi, dan 
berujung untuk pindah serta menjual rumah kediamannya yang telah ia tempati 
selama 8 tahun.

Menariknya lagi tapi mengenaskan dan membuat kita geram adalah bahwa kekerasan 
sosial yang dialami oleh keluarga Ny. Siami-Widodo, dilakukan oleh warga 
tetangganya bukanlah karena keluarga sederhana ini melakukan perbuatan tercela 
dan tidak menyenangkan, tapi adalah karena ia ingin menegakkan kejujuran pada 
diri anaknya dan sekolah tempat anaknya belajar. Dan untuk perbuatannya yang 
terpuji tersebut ia harus membaya dengan mahal.

Terus terang kejadian seperti ini menghawatirkan dan mencemaskan. Apa yang 
dapat 
kita bayangkan kalau mulai dari lembaga pendidikan dasar anak-anak kita sudah 
dilegimitasi untuk melakukan pekerjaan kebohongan (menyontek) untuk sebuah 
kelulusan yang seharusnya dia capai dengan jujur dan sportif. Nota bene 
anak-anak kita sekarang adalah calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang. 
Apa yang akan terjadi bila calon pemimpin-pemimpin bangsa ini sedari kecil 
sudah 
diperkenankan berbuat bohong walau sekalipun dalam bentuk menyontek.

Menyontek tersebut pada dasarnya sama dengan mencuri, hanya berbeda pada tempat 
dan konstelasinya. Esensinya mereka sudah diajar mengambil yang bukan haknya 
atau miliknya. Jadi jangan heran kalau di antara orang-orang yang hari ini 
berkesempatan menjadi penyelenggara negara atau aparat negara tersandung 
masalah 
korupsi, karena selagi kecil mereka sudah ditolerir untuk mencuri yang dalam 
bahasa sekolah itu disebut menyontek. Akhirnya menyontek (baca: MENCURI) bagi 
mereka menjadi halal.

Seharusnya sekolah sebagai lembaga pendidikan menanamkan nilai-nilai kejujuran 
kepada anak didik bukan sebaliknya, bila ingin negeri ini di masa yang akan 
datang ingin diwariskan kepada generasi yang jujur dan bertanggung jawab. 
Terima 
kasih.

Wassalam,

Ambiar Lani,
L/59/Jakarta-Bekasi  




________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]>
Sent: Sat, June 11, 2011 11:15:29 AM
Subject: Re: [R@ntau-Net] OOT: Yang benar tersingkirkan

Astagfirullahal'adzim..
Semoga Allah SWT memberikan kekuatan bagi orang yang menegakkan kebenaran...
‎​‎​‎​​آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ 
Dan semoga Allah SWT tidak murka kepada kita atas peristiwa ini, tidak akan 
sanggup kita menghadapi kemurkaanNya..

Wassalam
Arina, 41, padang
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "ZulTan" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 11 Jun 2011 01:09:54 
To: RN<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] OOT: Yang benar tersingkirkan


Keluarga Pelapor Contek 
Massal Dievakuasi Polisi 

Jumat, 10 Juni 2011

SURABAYA (Suara Karya): Polemik kasus sontekan massal di SDN Gadel II Surabaya 
makin memanas. Keluarga pelapor kasus yang membuat sakit hati para wali murid 
itu bahkan harus dievakuasi dengan mobil polisi, sebelum akhirnya mengungsi ke 
rumah orangtuanya di Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Kamis (9/6) kemarin. 


Kronologi kejadian itu bermula saat pasangan Ny Siami-Widodo (orangtua AL), 
yang 
melaporkan kasus sontek massal ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya, dipertemukan 
dengan perwakilan orangtua murid, Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Tandes 
Dakkah Wahyudi, dan tim independen utusan wali kota, Daniel M Rosyid, di Balai 
RW 2 Gadel, Kelurahan Karang Poh. Tempat pertemuan itu sendiri sejak pagi sudah 
dikepung ratusan orangtua murid dan warga yang emosional karena nama SD dan 
wilayah mereka ikut tercemar. 


Seperti diberitakan harian ini, kasus contek massal itu menjadi perhatian 
publik 
menyusul laporan Ny Siami yang tidak rela anaknya diminta memberi sontekan 
kepada teman-temannya satu kelas saat ujian nasional (UN) pada 10-12 Mei lalu. 
Sang orangtua yang berupaya mengajarkan kejujuran kepada anaknya, yang 
kebetulan 
memiliki kemampuan akademik melebihi teman-temannya itu, tak pernah mengira 
laporan itu berbuntut panjang seperti sekarang. 


Suasana pertemuan di Balai RW kemarin yang awalnya berlangsung tenang mendadak 
ricuh saat Ny Siami diberi kesempatan bicara. Ibu rumah tangga yang sehari-hari 
berprofesi sebagai penjahit itu meminta maaf sambil menangis. Tapi ternyata, 
ratusan warga di luar dan di dalam balai RW justru merespons ungkapan Ny Siami 
itu dengan cara berteriak-teriak, mengusir istri seorang buruh tersebut. 


Padahal, Ny Siami sudah meminta maaf sambil menangis dan berjabat tangan hingga 
berpelukan dengan Kepala Sekolah Sukatman dan guru kelas VI, Fathurrochman dan 
Prayitno, yang terkena sanksi penurunan pangkat akibat pelaporannya tersebut. 
"Air mata buaya, usir-usir!" teriak warga kompak. 


Ungkapan perasaan Ny Siami melalui pengeras suara itu bahkan makin kalah keras 
dibanding teriakan dan hujatan tetangganya sendiri tersebut. Polisi, yang 
melihat situasi makin tak terkendali, memutuskan mengevakuasi Widodo, Ny Siami, 
dan kakaknya, Saki Edy Purnomo, menggunakan mobil patroli. 


Warga yang sempat melakukan aksi dorong saat Ny Siami dievakuasi ke atas mobil 
patroli itu ternyata masih belum puas. Mereka beramai-ramai mendatangi rumah 
keluarga malang tersebut di Jalan Gadel Sari Barat II/31, Surabaya, yang sudah 
dijaga polisi. 


Warga akhirnya gigit jari, karena ternyata keluarga itu dievakuasi ke Mapolsek 
Tandes. Ny Siami sendiri kepada wartawan di Mapolsek Tandes, mengaku sudah 
tidak 
kuat menghadapi masalah dengan para tetangganya tersebut. "Saya tidak kuat, mau 
pulang ke rumah orangtua di Gresik," ujarnya sambil menangis. 


Wanita berjilbab yang sudah merasa tidak nyaman lagi tinggal di kawasan Gadel 
itu juga berencana menjual rumah yang sudah ditinggalinya sejak 8 tahun silam 
tersebut. Wanita malang itu masih belum menuturkan bagaimana kelanjutan nasib 
pendidikan anak kandungnya AL, setelah mengakhiri pendidikan di SDN tersebut. 
(Andira) 

~ A clever person turns great problems into little ones and little ones into 
none at all ~

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke