Pak Ambiar, saya berdoa semoga tindakan massa yang justru menegakkan yang 
bathil ini jangan pernah terjadi di kampung halaman kita. Saya hampir kehabisan 
kata-kata utk mengomentari hal yg tak masuk akal itu. Satu hal yang teringat 
oleh saya: akan jadi apakah para pelajar SD yang melakukan penyontekan massaal, 
yang selain diatur oleh gurunya, juga dibela (!) oleh seluruh desa? 
Astaghfirullah.

Dikirim dari iPad saya

Pada Jun 11, 2011, at 11:50 AM, Ambiar Lani <[email protected]> menulis:

> Cukup menarik untuk disimak postingan sanak ZulTan tentang peristiwa 
> kekerasan sosial yang dialami oleh keluarga Ny. Siami-Widodo (orang tua AL) 
> oleh warga tetangganya sendiri, berkaitan dengan laporan ybs tentang contekan 
> massal pada sekolah anaknya, yang mengakibatkan ia harus dievakuasi oleh 
> polisi, dan berujung untuk pindah serta menjual rumah kediamannya yang telah 
> ia tempati selama 8 tahun.
>  
> Menariknya lagi tapi mengenaskan dan membuat kita geram adalah bahwa 
> kekerasan sosial yang dialami oleh keluarga Ny. Siami-Widodo, dilakukan oleh 
> warga tetangganya bukanlah karena keluarga sederhana ini melakukan perbuatan 
> tercela dan tidak menyenangkan, tapi adalah karena ia ingin menegakkan 
> kejujuran pada diri anaknya dan sekolah tempat anaknya belajar. Dan untuk 
> perbuatannya yang terpuji tersebut ia harus membaya dengan mahal.
>  
> Terus terang kejadian seperti ini menghawatirkan dan mencemaskan. Apa yang 
> dapat kita bayangkan kalau mulai dari lembaga pendidikan dasar anak-anak kita 
> sudah dilegimitasi untuk melakukan pekerjaan kebohongan (menyontek) untuk 
> sebuah kelulusan yang seharusnya dia capai dengan jujur dan sportif. Nota 
> bene anak-anak kita sekarang adalah calon pemimpin bangsa di masa yang akan 
> datang. Apa yang akan terjadi bila calon pemimpin-pemimpin bangsa ini sedari 
> kecil sudah diperkenankan berbuat bohong walau sekalipun dalam bentuk 
> menyontek.
>  
> Menyontek tersebut pada dasarnya sama dengan mencuri, hanya berbeda pada 
> tempat dan konstelasinya. Esensinya mereka sudah diajar mengambil yang bukan 
> haknya atau miliknya. Jadi jangan heran kalau di antara orang-orang yang hari 
> ini berkesempatan menjadi penyelenggara negara atau aparat negara tersandung 
> masalah korupsi, karena selagi kecil mereka sudah ditolerir untuk mencuri 
> yang dalam bahasa sekolah itu disebut menyontek. Akhirnya menyontek (baca: 
> MENCURI) bagi mereka menjadi halal.
>  
> Seharusnya sekolah sebagai lembaga pendidikan menanamkan nilai-nilai 
> kejujuran kepada anak didik bukan sebaliknya, bila ingin negeri ini di masa 
> yang akan datang ingin diwariskan kepada generasi yang jujur dan bertanggung 
> jawab. Terima kasih.
>  
> Wassalam,
>  
> Ambiar Lani,
> L/59/Jakarta-Bekasi  
> 
> From: "[email protected]" <[email protected]>
> To: "[email protected]" <[email protected]>
> Sent: Sat, June 11, 2011 11:15:29 AM
> Subject: Re: [R@ntau-Net] OOT: Yang benar tersingkirkan
> 
> Astagfirullahal'adzim..
> Semoga Allah SWT memberikan kekuatan bagi orang yang menegakkan kebenaran...
> ‎​‎​‎​​آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ 
> Dan semoga Allah SWT tidak murka kepada kita atas peristiwa ini, tidak akan 
> sanggup kita menghadapi kemurkaanNya..
> 
> Wassalam
> Arina, 41, padang
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> 
> -----Original Message-----
> From: "ZulTan" <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Sat, 11 Jun 2011 01:09:54 
> To: RN<[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [R@ntau-Net] OOT: Yang benar tersingkirkan
> 
> 
> Keluarga Pelapor Contek 
> Massal Dievakuasi Polisi 
> 
> Jumat, 10 Juni 2011
> 
> SURABAYA (Suara Karya): Polemik kasus sontekan massal di SDN Gadel II 
> Surabaya makin memanas. Keluarga pelapor kasus yang membuat sakit hati para 
> wali murid itu bahkan harus dievakuasi dengan mobil polisi, sebelum akhirnya 
> mengungsi ke rumah orangtuanya di Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Kamis 
> (9/6) kemarin. 
> 
> Kronologi kejadian itu bermula saat pasangan Ny Siami-Widodo (orangtua AL), 
> yang melaporkan kasus sontek massal ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya, 
> dipertemukan dengan perwakilan orangtua murid, Kepala UPTD Dinas Pendidikan 
> Kecamatan Tandes Dakkah Wahyudi, dan tim independen utusan wali kota, Daniel 
> M Rosyid, di Balai RW 2 Gadel, Kelurahan Karang Poh. Tempat pertemuan itu 
> sendiri sejak pagi sudah dikepung ratusan orangtua murid dan warga yang 
> emosional karena nama SD dan wilayah mereka ikut tercemar. 
> 
> Seperti diberitakan harian ini, kasus contek massal itu menjadi perhatian 
> publik menyusul laporan Ny Siami yang tidak rela anaknya diminta memberi 
> sontekan kepada teman-temannya satu kelas saat ujian nasional (UN) pada 10-12 
> Mei lalu. Sang orangtua yang berupaya mengajarkan kejujuran kepada anaknya, 
> yang kebetulan memiliki kemampuan akademik melebihi teman-temannya itu, tak 
> pernah mengira laporan itu berbuntut panjang seperti sekarang. 
> 
> Suasana pertemuan di Balai RW kemarin yang awalnya berlangsung tenang 
> mendadak ricuh saat Ny Siami diberi kesempatan bicara. Ibu rumah tangga yang 
> sehari-hari berprofesi sebagai penjahit itu meminta maaf sambil menangis. 
> Tapi ternyata, ratusan warga di luar dan di dalam balai RW justru merespons 
> ungkapan Ny Siami itu dengan cara berteriak-teriak, mengusir istri seorang 
> buruh tersebut. 
> 
> Padahal, Ny Siami sudah meminta maaf sambil menangis dan berjabat tangan 
> hingga berpelukan dengan Kepala Sekolah Sukatman dan guru kelas VI, 
> Fathurrochman dan Prayitno, yang terkena sanksi penurunan pangkat akibat 
> pelaporannya tersebut. "Air mata buaya, usir-usir!" teriak warga kompak. 
> 
> Ungkapan perasaan Ny Siami melalui pengeras suara itu bahkan makin kalah 
> keras dibanding teriakan dan hujatan tetangganya sendiri tersebut. Polisi, 
> yang melihat situasi makin tak terkendali, memutuskan mengevakuasi Widodo, Ny 
> Siami, dan kakaknya, Saki Edy Purnomo, menggunakan mobil patroli. 
> 
> Warga yang sempat melakukan aksi dorong saat Ny Siami dievakuasi ke atas 
> mobil patroli itu ternyata masih belum puas. Mereka beramai-ramai mendatangi 
> rumah keluarga malang tersebut di Jalan Gadel Sari Barat II/31, Surabaya, 
> yang sudah dijaga polisi. 
> 
> Warga akhirnya gigit jari, karena ternyata keluarga itu dievakuasi ke 
> Mapolsek Tandes. Ny Siami sendiri kepada wartawan di Mapolsek Tandes, mengaku 
> sudah tidak kuat menghadapi masalah dengan para tetangganya tersebut. "Saya 
> tidak kuat, mau pulang ke rumah orangtua di Gresik," ujarnya sambil menangis. 
> 
> Wanita berjilbab yang sudah merasa tidak nyaman lagi tinggal di kawasan Gadel 
> itu juga berencana menjual rumah yang sudah ditinggalinya sejak 8 tahun silam 
> tersebut. Wanita malang itu masih belum menuturkan bagaimana kelanjutan nasib 
> pendidikan anak kandungnya AL, setelah mengakhiri pendidikan di SDN tersebut. 
> (Andira) 
> ~ A clever person turns great problems into little ones and little ones into 
> none at all ~
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke