Dunsanak di lapau maya, sekalian, 
 
sesuai dg kaidah minang alam terkembang jadi guru,  kita pun bisa mengambil 
pelajaran dari cerita para binatang di rimba raya, 
 
Sekedar refresh, berikut cerita fabel, kisah binatang di rimba raya, yg 
mudah2an bisa jadi pelajaran bagi kita semua
http://hdmessa.wordpress.com/2011/06/25/keadilan-semu-artificial-justice/
 
salam 
HM malin sinaro
 
--------------
 
Pada suatu masa di rimba raya, 3 ekor binatang pergi berburu bersama ; singa, 
serigala dan musang. Dari perburuan nya, mereka mendapatkan 3 ekor binatang 
pula, kijang, ayam dan kelinci.
 
Kemudian berkatalah sang singa kepada serigala; “wahai serigala bagilah hasil 
buruan kita dengan adil”
 
Maka serigala pun membagi nya dan berkata ; “kijang untuk tuan singa, kelinci 
untuk saya dan ayam untuk musang”
 
Mendengar hal tersebut, seketika marah besar lah singa sampai di makan nya 
serigala, karena pembagiaan nya dianggap tidak adil. Musang pun kaget dan 
ketakutan karena nya.
 
Kemudian singa berkata pada musang, agar membagi buruan bersamanya dengan adil.
 
Musang yg masih kaget, terdiam berpikir sejenak, kemudian dengan suara yg agak 
gugup ia berkata;  wahai tuan singa, berikut pembagian nya ; Kijang adalah 
untuk makan pagi tuan singa, kelinci untuk makan siang, sedangkan ayam untuk 
makan malam nya.
 
Singa pun tersenyum senang dan bertanya pada musang;
wahai musang, darimana engkau dapat ilmu sehingga bisa membagi buruan kita 
dengan adil ?
musang berkata: “ ilmu itu saya dapat setelah melihat kematian serigala tadi”…
 
Demikian cerita binatang (fable) dari Aesop, ahli filsafat Yunani kuno,  
tentang hukum rimba yang bisa jadi pelajaran untuk kita semua. Hikmah dari 
cerita ini, ialah betapa makna keadilan ditafsirkan berbeda, sesuai dengan 
kepentingan pihak yg berkuasa. Sebuah realita yang sebenarnya banyak terjadi 
pula pada kehidupan manusia, sungguh menyedihkan, bahwa manusia makhluk ciptaan 
Allah yg mulia, lebih tinggi dari binatang, namun ternyata kelakuan nya tak 
jauh berbeda dari binatang. Cerita fable ini diceritakan kembali oleh guru 
ngaji saya di Bandung  dulu, ustad Usman Solehudin.
 
Cobalah kita telusuri realita kehidupan sehari2, mulai dari kehidupan 
bermasyarakat, tempat kerja sampai realita politik bernegara, bahkan sampai 
konstelasi politik tingkat dunia. Kalau kita membaca sejarah peradaban manusia, 
hal tersebut banyak terjadi pula. Betapa pihak yg berkuasa mulai dari penguasa 
kecil, pimpinan di tempat kerja, pimpinan politik sampai negara super power, 
memberikan tafsiran tersendiri mengenai keadilan, mendiktekan apa yg benar dan 
apa yg salah, sesuai kepentingan nya sendiri, yang mau tak mau terpaksa diakui 
oleh pihak2 yg lemah.  Sepanjang sejarah, tetap ada pihak2 yg berani 
mengungkapkan keadilan sesuai makna hakikinya, tapi sebagian besar akhirnya 
tumbang oleh kedigdayaan pihak yg berkuasa, jadi martir yg dikenang sepanjang 
masa.
 
Begitu sulitnya menemukan keadilan yg hakiki dalam realita kehidupan sehari2, 
sampai akhirnya, keadilan jadi bagaikan utopia yg ditunggu tunggu,  seperti 
dalam konsep Ratu adil yang ditunggu2 dalam budaya jawa, atau Imam Mahdi yang 
akan membawa keadilan di akhir jaman dalam konsep historis sebagian kaum 
muslimin. Logika yg hampir mirip juga ada pada konsep historis agama lain nya

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke