Ambo baru pulang mandanga kajiIsrak dan Mikraj di San Jose jarak 35miles dari 
Santa Cruz malalui HY-17 nan bakelok-kelook saropo kelok Maninjau hujan labek 
pulang dan rado baliak.

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif

--- In [email protected], "Dr.Saafroedin BAHAR" <saaf10leo@...> wrote:
>
> Assalamualaikum w.w.
> 
> Khusus untuk para sanak penggemar sastra, saya teruskan posting dari rekan 
> saya, mbak Drg Dina Napitulu, yang mengirim puisi ini kepada kita yang 
> merayakan Isra' dan Mi'raj hari ini.
> 
> Secara pribadi saya sangat tersentuh oleh kandungan pesan karya ini.
> 
> Wassalam,
> Saafroedin Bahar Soetan Madjolelo
> (Laki-laki, Tanjung, masuk 75 th, Jakarta) 
> Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.
> 
> --- On Wed, 6/29/11, Dina Napitupulu <dna_napitupulu@...> wrote:
> 
> > From: Dina Napitupulu <dna_napitupulu@...>> 
> 
> Didalam memperingati Isra Miraj yang jatuh pada hari ini, tanggal 29 juni 
> 2011, saya posting sebuah cerita tentang Pencari "Kebenaran"......
> > 
> > Berhala Kekhusyu'an
> > 
> > Seorang musafir berhenti di sebuah Masjid. Ia lelah, gerah,
> > penat, pegal, dan pening.
> > 
> > Terlebih, sepanjang jalan ia merasa sepi di tengah ramai,
> > dan asing di tengah khalayak. Di masjid itu ia menemukan
> > ketenangan. Wudhunya serasa membasuh seluruh jiwa raga.
> > 
> > Ketika air itu menyapu, ia seperti bisa melihat
> > noktah-noktah hitam dosanya luntur berleleran, mengalir
> > hanyut bersama air.  
> > 
> > Dalam shalatnya ia benar-benar merasa berdiri di hadapan
> > Sang Pencipta.
> > 
> > Tiap bacaannya seolah dijawab olehNya. Ia merasakan getar
> > keagungan.
> > 
> > Ini pertama kalinya ia bisa terisak-isak dalam
> > sujudnya.  
> > Hatinya di selimuti perasaan tenteram, sejuk, penuh
> > makna.  
> > Dia merasakan sebuah ekstase.
> > 
> > Saat lain ia lewat di masjid itu. 
> > Ia memang sengaja ingin shalat di sana. Ia rindu
> > kekhusyu'annya.
> > 
> > Masjid ini memancarkan keagungan. Pilar-pilarnya tegak
> > kokoh,
> > Ia memilih shalat di sebalik tiang berbalut kuningan yang
> > berukir ayat suci. Ia mencoba menghayati shalatnya. Tapi
> > aneh. Kali ini, ia tak menemukan getar itu. 
> > Ia kehilangan kekhusyu'annya. 
> > Benar. Ia kehilangan semua perasaan itu. 
> > Tak ada ekstase. 
> > Tak ada kelezatan rohani. 
> > Tak setitikpun air matanya sudi meleleh. Dalam sesal ia
> > menguluk salam.
> > Ke kanan, lalu ke kiri. 
> > Dan matanya menumbuk terjemah sebuah kaligrafi di dinding
> > selatan. Terbaca olehnya;  
> > "Barang siapa mencari Allah, ia mendapatkan
> > kekhusyu'an. 
> > Barangsiapa mengejar kekhusyu'an, ia kehilangan
> > Allah."
> > 
> > Alangkah malang para penyembah kekhusyu'an.
> > Khusyu' menjadi tujuan, bukan sarana menuju Allah 
> > 
> > Maka perhatian utama dalam shalatnya terletak pada
> > bagaimana caranya agar khusyu', atau setidaknya terlihat
> > khusyu'. Ayuhai, andai kau tahu bagaimana Sang
> > Nabi dan sahabat-sahabatnya shalat. Mereka mendapatkan
> > kekhusyu'an
> > bukan karena mencarinya. 
> > Mereka khusyu' karena shalat benar-benar perhentian dari
> > aktivitas maha menguras di sepanjang jalan cinta para
> > pejuang.  
> > Mereka khusyu' karena payahnya diri dan kelelahan yang
> > membelit melahirkan rasa kerdil dan penghambaan sejati.
> > 
> > Tak salah sebenarnya mengutip kisah bahwa 'Ali ibn Abi
> > Thalib meminta dicabut panahnya ketika beliau shalat. Agar
> > sakitnya tak terasa karena khusyu' shalatnya.
> > 
> > Tapi apakah hanya itu yang disebut khusyu'?
> > 
> > Sang Nabi adalah manusia yang paling khusyu'.
> > Dan alangkah indah kekhusyu'annya. Kekhusyu'an
> > yang seringkali mempercepat shalat ketika terdengar olehnya
> > tangis seorang bayi.  
> > Atau memperpendek bacaan saat menyadari kehadiran beberapa
> > jompo dalam jama'ahnya.  
> > Kekhusyu'an yang membuat sujudnya begitu panjang karena
> > Al Husain ibn 'Ali main kuda-kudaan di punggungnya.
> > 
> > Sahabat, 
> > inilah jalan cinta para pejuang. 
> > Khusyu' dan gelora kenikmatan ruhani hanyalah hiburan dan
> > rehat, tempat kita mengisi kembali perbekalan dan melepas
> > penat. Ini adalah jalan cinta para pejuang.
> > 
> > Ini bukan jalan para penikmat kelaparan
> > yang ketakutan berkumur saat puasa tapi diam saja
> > menyaksikan kezhaliman. Juga bukan jalan penikmat Ka'bah
> > yang kecanduan berhaji sementara fakir miskin lelah mengetuk
> > pintu rumahnya yang selalu terkunci.
> > 
> > Yang lain, mencari pelarian dari tekanan dunia yang
> > menghimpit. Menikmati rasa tenteram karena dzikirnya, rasa
> > melayang karena laparnya, rasa syahdu karena gigil tubuhnya.
> > 
> > Ia bertapa dalam pakaian campingnya, hidup dalam
> > kefakirannya, lalu merasa menjadi makhluq yang paling
> > dicintai Allah.  
> > Tapi tak pernah wajahnya memerah ketika syari'at Allah
> > dilecehkan. 
> > Tak pernah ia merasa terluka melihat kezhaliman.
> > 
> > Ekstase. 
> > Kenikmatan ruhani. 
> > Kekhusyu'an.
> > Jangan kau kejar rasa itu. Dia bukan tuhanmu.
> > Bukan itu.
> > Bukan itu yang kita cari.
> > Di jalan cinta para pejuang, berbaktilah pada Allah dalam
> > kerja-kerja besar 
> > Menebar kebajikan, 
> > menghentikan kebiadaban, 
> > menyeru pada iman.
> > 
> > Larilah hanya menujuNya. 
> > Meloncatlah hanya ke haribaanNya. Walau duri merantaskan
> > kaki. Walau kerikil mencacah telapak. 
> > Sampai engkau lelah. 
> > Sampai engkau payah. 
> > Sampai keringat dan darah tumpah. Maka kekhusyu'an akan
> > datang kepadamu ketika engkau beristirahat dalam
> > shalat. Saat kau rasakan puncak kelemahan diri di hadapan
> > Yang Maha Kuat. Lalu kaupun pasrah, berserah..
> > Saat itulah, engkau akan meyakini dengan melihatNya, dan
> > Dia
> > pasti melihatmu..
> > 
> > Selamat hari Isra Miraj
> >  29 Juni 2011


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke